Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Robot Lacak Terowongan Gaza

Jumat 01 Aug 2014 15:30 WIB

Red:

GAZA CITY -- Militer Israel mengerahkan segala sumber daya untuk mengalahkan pasukan Hamas di Jalur Gaza, Palestina. Serdadu Israel kini mulai menggunakan anjing dan robot untuk menggempur titik-titik strategis pasukan Hamas.

Seorang perwira militer Israel Kolonel Tomer mengatakan, pengerahan anjing dimaksudkan untuk melacak bahan peledak yang dimiliki pasukan Hamas. Adapun robot akan difungsikan untuk mengambil video di lokasi-lokasi yang menjadi jalur menuju terowongan-terowongan milik Hamas. "Melalui video yang diperoleh robot, jalur ke terowongan akan diketahui," kata Tomer seperti dilansir Reuters, Kamis (31/7).

Pada Tabu (30/7), tank-tank Israel berhasil menggempur sejumlah terowongan di bawah satu desa di Jalur Gaza. Tomer mengklaim, serdadunya telah membersihkan bangunan yang menutupi celah sedalam tiga meter yang memperlihatkan terowongan yang diperkuat beton. Terowongan itu bisa digunakan lalu-lalang oleh satu orang dengan membawa peralatan perang.

Di Jerusalem, Israel memobilisasi 16 ribu tambahan tentara cadangan, sehingga kini total tentara cadangan mereka menjadi 86 ribu personel. Seorang juru bicara militer Israel menegaskan, operasi militer di Jalur Gaza akan terus berlanjut. Perintah mobilisasi 16 ribu tentara tambahan ditujukan agar pasukan di lapangan bisa beristirahat.

Kabinet keamanan Israel yang bertemu selama lima jam pada Rabu (30/7), dengan suara bulat memutuskan untuk tetap mengejar serangan terhadap 'sasaran teroris' Hamas. Operasi militer lainnya juga diperlukan untuk menghancurkan jaringan terowongan yang digunakan Hamas di perbatasan antara Gaza dan Israel.

Radio publik mengutip Mayor Jenderal Sami Turgeman, petugas senior untuk Wilayah Gaza, yang mengatakan bahwa penghancuran terowongan gerilyawan yang tersisa ke Israel bisa lengkap seluruhnya 'dalam beberapa hari mendatang ini'.

Pada akhir pertemuan yang dihadiri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kabinet memerintahkan tentara untuk melanjutkan operasi militer di Gaza sampai semua galian terowongan dekat perbatasan dengan Israel hancur. Kabinet menyatakan bahwa operasi telah menghasilkan 'prestasi gemilang di darat' dan memukul 'aparat-aparat strategis' yang merupakan investasi Hamas selama bertahun-tahun.

Kabinet juga mengatakan akan terus mendeklarasikan jeda kemanusiaan jangka pendek di daerah-daerah, seperti gencatan senjata selama empat jam pada Rabu (30/7).

Pada Rabu (30/7) malam, satu roket meledak di sebuah wilayah terbuka di daerah metropolitan Tel Aviv. Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengaku bertanggung jawab untuk tembakan itu. Seorang juru bicara militer mengatakan, sistem pertahanan Iron Dome mencegat tiga roket yang diluncurkan di Ashkelon, tetapi satu jatuh di daerah terbuka. Dua roket lainnya juga dicegat di atas Merhavim.

Dia menambahkan, setelah malam yang relatif tenang, serangan-serangan roket di Israel selatan dilanjutkan pada pagi hari ketika tiga roket menghantam daerah terbuka. Di Kairo, Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk serangan Israel yang terus menargetkan warga sipil tak berdosa di Jalur Gaza. Kementerian Luar Negeri Mesir pun mendesak dalam satu pernyataan agar pemerintah Israel berupaya menahan diri dan menghindari penggunaan kekerasan berlebihan yang tak dibenarkan terhadap warga sipil, terutama anak-anak, wanita, dan orang tua.

"Serangan hari ini merupakan eskalasi serius dari konflik yang dapat menyebabkan hanya memperdalam kebencian antara rakyat Palestina dan Israel. Tindakan Israel memblokir jalan menuju dimulainya kembali pembicaraan damai" tulis Kemenlu Mesir dalam sebuah pernyataan resmi.  antara ed: eh ismail

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA