Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Siap Bersaing Kuasai Bahasa Asing

Jumat 24 Oct 2014 18:00 WIB

Red:

Kerja sama antarnegara ASEAN di sektor perdagangan jasa dan produk akan semakin luas seiring dengan berlakunya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Komunikasi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting agar kerja sama bisa berjalan dengan baik.

Karena itu penguasaan bahasa asing menjadi hal yang wajib dipersiapkan bagi setiap individu maupun perusahaan. Kedudukan bahasa internasional menjadi kian penting dikuasai sebagai alat komunikasi global.

Praktisi pendidikan Muhammad Abuhzen mengatakan, penguasaan bahasa asing seperti  bahasa Inggris dan bahasa Arab penting sekali untuk mengakses ilmu pengetahuan keagamaan dan bisnis. Di tingkat sekolah menengah dan pendidikan tinggi, penguasaan bahasa tersebut perlu dipersiapkan agar generasi muda tidak gagap dalam berkomunikasi.

Selain kedua bahasa tersebut, bahasa Mandarin dan bahasa Korea juga perlu dipelajari sebagai tambahan karena peranan Korea dan Cina sebagai raksasa ekonomi Asia semakin besar bagi ASEAN. Jika masyarakat Indonesia ingin memiliki andil yang lebih besar, semakin banyak bahasa yang dikuasai akan semakin baik.

Mengingat bahasa adalah kebiasaan, perlu latihan intensif untuk menguasai bahasa sebagai alat komunikasi. Selain di sekolah, pembelajaran bahasa juga perlu dilakukan melalui pendidikan informal, baik kursus atau membiasakan berlatih secara mandiri. "Sistem pengajaran bahasa khususnya bahasa Inggris belum menjamin siswa kita dapat berbicara secara aktif," katanya.

Finance Director of Wall Street English (WSE) Indonesia Edy Lo mengatakan, pendidikan informal atau kursus bahasa Inggris bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Untuk memacu siswa mempraktikkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, pihaknya membuat Wall Street English Social Club dengan berbagai topik.

Lingkungan berbahasa Inggris di dalam WSE mengajak siswa berbicara menggunakan bahasa Inggris, begitu pula selama kegiatan Social Club berlangsung untuk memastikan mereka menerapkan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Melalui beragam aktivitas ini, siswa WSE memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka serta pengetahuan sosial dan budaya mereka. WSE Social Club, mengajarkan bahasa Inggris kepada semua orang dengan cara yang menyenangkan dan efektif untuk memacu para siswa berbahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari.

Topik-topik dirancang agar para siswa berkomunikasi dengan menyenangkan. Misalnya, dalam rangka hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini, WSE Pondok Indah mengadakan kegiatan mengunjungi Kota Tua sebagai kegiatan WSE Social Club di dekat Museum Fatahillah. Untuk memenuhi permintaan siswa berlatar belakang dunia profesional, WSE Social Club juga menyelenggarakan Networking Night dengan tema yang telah ditentukan, seperti "How to Sell Yourself".

LIA bidik pekerja

Bahasa memiliki peranan penting dalam era MEA dan begitu terasa saat memasuki dunia pekerjaan. Orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri dalam komunitas ASEAN perlu menguasai bahas asing untuk mendukung daya saing.

Untuk mendukung kompetensi tenaga kerja, tahun depan Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA (LBPP-LIA) akan mengintensifkan program bahasa Inggris untuk pekerja. Nantinya, LIA berniat akan mengajak karyawan perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. "Selema ini sudah ada, tapi kita akan galakkan lagi agar orang Indonesia tidak ketinggalan dalam free trade," kata Managing Director Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA (LBPP-LIA) Luz S Ismail.

Dengan adanya MEA, penguasaan kebahasaan perlu ditingkatkan karena kebutuhan komunikasi menjadi semakin padat. Komunikasi dengan masyarakat yang semakin luas perlu terus dilatih agar jangan sampai menimbulkan salah paham yang berdampak pada kerugian. Bahasa asing, terutama bahasa Inggris juga perlu terus dikembangkan untuk melatih argumentasi kaena masyarakat yang semakin luas menuntut kita untuk bisa semakin vokal dalam berkomunikasi.

Selain bahasa Inggris yang menjadi ciri khas LIA, pihaknya juga akan meningkatkan program untuk bahasa Korea, Mandirin, dan Arab. Luz menyebutkan, ketiga bahasa itu kini kian populer di kalangan masyarakat. Tren untuk mempelajari ketiga bahasa ini semakin tinggi seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis Indonesia dengan sejumlah negara yang menggunakan ketiga bahasa asing tersebut.

Ketua Pengurus Yayasan LIA Periode 2014-2019 Hendardji Soepandji mengatakan, LIA ingin mengembangkan fasilitas pendidikan yang berbasis kepada kegiatan seni dan budaya Indonesia. Pada awal LIA berdiri 55 tahun lalu, lembaga ini aktif mengadakan acara kesenian dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat. rep:dwi murdanigsih  ed: hiru muhammad

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA