Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Ekowisata di Ujung Kulon

Senin 23 Mar 2015 14:00 WIB

Red:

Liarnya daerah Ujung Kulon segera dapat dinikmati warga perkotaan dan turis mancanegara. Daerah yang kaya dengan flora dan fauna eksotis ini diproyeksikan menjadi kawasan ekowisata dalam tiga tahun mendatang. Untuk mewujudkan target tersebut, investasi senilai Rp 500 miliar akan dihabiskan untuk membangun daerah yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten itu.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Banten Global Development (BGD) lewat anak perusahaannya PT Banten Global Ecou-tourisme menjadi investor utama untuk mengembangkan wilayah yang identik dengan badak jawa tersebut. "Akan tetapi di awal tahun 2015 ini sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan tourist information center (TIC)," kata Direktur PT Banten Global Ecotourisme Aswin Sumampau, Ahad (22/3).

Aswin mengatakan, Ujung Kulon merupakan harta karun besar Indonesia. Selama ini namanya tidak setenar Pulau Komodo. Menurutnya, Ujung Kulon akan menyajikan wisata yang mendukung rekreasi, edukasi, dan konservasi.

Menurut Aswin, PT Banten Global Ecou-tourisme bertujuan mengembangkan fasilitas kawasan Ujung Kulon. Selain itu, berperan serta aktif dalam kegiatan konservasi alam dan lingkungan dengan membangun dolphin rescue center untuk kegiatan penyelamatan mamalia laut.

"Kami ingin semua aktivitas wisata yang ramah terhadap alam. Bisa hiking, biking, diving, snorkeling. Pokoknya kita buat orang-orang yang merusak alam itu menjadi tidak nyaman. Kan di sana banyak yang ngebom dasar laut dan ambil burung," katanya.

Menurutnya, respons masyarakat cukup positif dengan rencana ekowisata tersebut. Rencananya, ekowisata Ujung Kulon dirilis pada 4 Oktober mendatang, bertepatan dengan HUT Banten ke-15. Dia menargetkan, ekowisata Ujung Kulon mampu menggaet 10-20 ribu turis masuk per tahunnya.

Sekretaris Disbudpar Agus Setiawan menyambut baik adanya rencana pengembangan ekowisata di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon dan sekitarnya. "Selama itu tidak mengganggu struktur alam, tidak masalah," katanya, Ahad (22/3).

Selain itu, Agus mengungkapkan, adanya pemberdayaan masyarakat yang diusung PT BGD akan berkontribusi positif terhadap daerah. Warga setempat bisa menjadi pramuwisata dan lainnya. "Artinya itu juga kan untuk pengembangan pariwisata di Banten, nanti guide-nya, guard-nya adalah masyarakat sekitar," katanya.
n ed: a syalaby ichsan

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA