Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

MES Menjawab- Mungkinkah Wakaf dengan Wasiat?

Kamis 04 Feb 2016 18:00 WIB

Red:

Assalamu'alaikum warahmatullah.

Saya seorang janda yang ditinggal suami beberapa tahun lalu dan tidak memiliki anak. Harta yang saya miliki berupa rumah yang saat ini digunakan juga untuk jualan kelontong sekaligus saya tinggali. Mungkinkah saya mewakafkan rumah yang saya tinggali ini untuk masjid yang berlokasi di sebelah rumah, namun saya mewakaf kannya setelah saya mati? Bagaimana caranya agar rencana wakaf ini sah, tetapi tidak diketahui oleh banyak orang karena saya khawatir menim bulkan berita yang kurang enak. Mohon bantuan penjelasannya, terima kasih.

Warsilah-Sleman.

Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Permasalahan yang disampaikan ini melibatkan dua produk hukum, yaitu wakaf dan wasiat. Wakaf yang dilakukan melalui wasiat, maka wakafnya diperlakukan seperti halnya wasiat.

Oleh karena itu, pelaksanaan wakaf harus memerhatikan beberapa prinsip. Yaitu, pertama, harta peninggalan jenazah harus diambil terlebih dahulu untuk kepentingan pengurusan jenazah, seperti biaya mengkafani dan biaya permakaman. Kedua, setelah biaya permakaman dikeluarkan, harus dilunasi utang-utang jenazah terlebih dahulu. Dan ketiga, dikeluarkan wasiat dari jenazah tidak lebih dari sepertiga harta yang tersisa, kemudian baru dibagi warisnya kepada yang berhak. Dalam Undang-Undang Nomor 41/2004 tentang Wakaf, juga dijelaskan mengenai wakaf wasiat.

Dalam Pasal 25 dijelaskan bahwa harta benda wakaf yang diwakafkan dengan wasiat paling banyak sepertiga dari jumlah harta warisan, setelah dikurangi dengan utang pewasiat, terkecuali dengan persetujuan seluruh ahli waris.

Pelaksanaan wakaf dengan wasiat dilaksanakan oleh penerima wasiat setelah pewasiat yang bersangkutan meninggal dunia. Dalam hal ini penerima wasiat bertindak sebagai kuasa wakif. Dengan ketentuan di atas, kami akan menjelaskan terkait kasus yang Ibu hadapi.

Pertama, yakinkan bahwa harta suami yang telah meninggal telah dibagi warisnya dan Ibu mendapatkan hak sebagai istri. Artinya, rumah yang ibu tinggali saat ini harus dibersihkan dari hak-hak ahli waris suami, terkecuali ahli waris tersebut telah mengikrarkan memberikan bagian warisannya kepada Ibu. Hal waris istri yang tidak memiliki anak adalah seperempat dari harta waris suami.

Kedua, setelah jelas harta ibu, dan niat untuk mewasiatkan wakaf tidak boleh lebih dari sepertiga, namun kita tidak tahu kapan kita akan meninggal dan berapa harta saat kita meninggal. Oleh karena itu, dalam pelaksanaanya, jumlah harta wakaf ini bisa berkurang jika ternyata harus digunakan untuk membayar utang pewasiat dan pengurusan jenazah.

Pernyataan pewasiat untuk mewakafkan harta ini (ikrar wakaf) disampaikan kepada nazhir (pengelola wakaf) di hadapan dua orang saksi dan dicatat oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). PPAIW ini dilakukan oleh KUA setempat, demikian pula saksi dapat dibantu KUA. Untuk keperluan kesederhanaan, nazhir yang dipilih dapat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) daerah atau pun yang direkomendasikan oleh KUA.

Ketiga, pelaksanaan pengelolaan harta wakaf akan dilaksanakan oleh nazhir penerima wasiat sepeninggalan Ibu. Dalam hal penerima wasiat tidak dapat melaksanakan wakaf, maka akan diambil alih melalui proses peradilan agama. Untuk kepentingan keamanan, dokumen wasiat dan ikrar wakaf itu bisa dititipkan kepada pihak yang Ibu percaya atau pun kepada pihak KUA.

Untuk hal yang lebih teknis, bisa ditanyakan kepada KUA terdekat. Demikian yang bisa kami jelaskan, semoga bermanfaat dan dimudahkan. Wallahu a'lam bish showab. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Redaksi: Rubrik "MES DIY Menjawab" mene rima pertanyaan seputar masalah ekonomi serta perbankan syariah dari pembaca. Pertanyaan dapat dikirimkan melalui email: mesdiy@yahoo. co.id, republika@gmail. com atau faks 0274-882589.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA