Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Andityo Tri Septian, Pendiri Bisnis Daring T-Shop Company: Laba dari Promosi Bisnis Daring

Jumat 28 Aug 2015 16:00 WIB

Red:

Modal bisnis Anditio Tri Septian hanya ponsel pintar dan laptop yang terkoneksi internet. Modal itu dia gunakan untuk berbisnis sebagai operator promosi sejumlah produk pakaian dan sepatu. Saat ada pesanan via online, Tian, sapaan akrabnya, akan mengirimkan produk ke pemesan. Kerja yang melibatkan kegiatan fisik tersebut ia lakukan hanya maksimal selama empat jam. Pekerjaan lainnya cukup ia lakukan di depan gawai. Dengan pola kerja itu, bisnis bisa dia lakukan di sela kegiatan kuliah. Meski tak banyak gerak, dia bisa mengantongi omzet hingga Rp 30 juta per bulan. Selain itu, kini Tian sudah memiliki toko offline di Bandung, Tegal, dan Garut.

***

Enam tahun yang lalu, Tian masih menjadi mahasiswa. Dia ingin belajar dengan kesungguhan dan mendapat ijazah sebagai bekal untuk mendapat pekerjaan. Namun, setelah mendapat ijazah dari Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, Tian justru tak menggunakannya untuk mendapatkan pekerjaan. Tian mampu mendapatkan pekerjaan tanpa syarat ijazah dengan berbisnis di dunia maya.

"Ijazah, fotokopian, legalisiran dari kampus, Tian punya, tapi belum dipakai buat apa-apa," kata dia kepada Republika, pekan ini.

Bisnis daring pertama yang Tian geluti adalah menjual pakaian wanita. Pakaian itu ia dapatkan dari sejumlah toko di kawasan Pasar Baru, Bandung. Pakaian itu ia jual hanya melalui media foto.

Foto pakaian itu ia pajang di media sosial. Keterangan ukuran, bahan, harga, dan spesifikasi lain ia sertakan dalam foto tersebut. Tian membebankan ongkos kirim ke pemesan pakaian. Pesanan ia terima melalui aplikasi Blackberry Messenger (BBM).

Promosi lewat media sosial membuahkan hasil beberapa pesanan perdana. Tian mencatat setiap pesanan dengan teliti. Pembeli harus membayar harga barang sebelum dikirim. Tian menarik keuntungan Rp 20 ribu untuk setiap barang.

Tian membeli barang sesuai pesanan. Namun, biasanya ia membeli barang dalam jumlah banyak (grosir) karena mengakumulasi pesanan. Pembelian dengan grosir ini pun memberi keuntungan bagi Tian karena mendapat diskon dari pemasok.

"Jadi, aku seperti operator, atau reseller, tapi kerja samanya seperti antara penjual dan pembeli saja," ujarnya.

Meski bisnisnya terdengar sederhana, Tian pun menemui kendala. Ia kerap menerima barang tidak sesuai gambar yang diberikan pemasok. Itu membuat konsumen membatalkan pesanan. Padahal, pemasok tidak menerima pakaian kembali. Barang pun sempat menumpuk.

Setelah setahun, Tian mulai melirik sepatu. Ia mencari sepatu di kawasan Gedebage, Bandung. Sepatu yang ia pilih harus berkualitas baik, kuat, dan modelnya sesuai tren. Sepatu yang berkualitas dinilai akan membantu menarik perhatian netizen, warga di dunia maya.

Tian mengaku bisa menekan kerugian dengan berbisnis sepatu. Tetapi, pesanan justru lebih sepi dibandingkan pakaian. Hal ini karena tidak semua orang sering berganti sepatu, sesering berganti pakaian.

Dalam berbisnis, Tian mencari sejumlah pemasok yang menawarkan harga bersaing. Ia menemukan perusahaan konveksi yang menjual celana dan jaket berbahan jin berharga murah tapi berkualitas. Ia melakukan kerja sama untuk mendirikan toko daring pertamanya.

Toko daring tersebut ia namai T-Shop Company. Toko inilah yang membuat bisnis Tian berkembang hingga menerima pesanan dari Sumatra, Kalimantan, Papua, hingga Malaysia.

Tian menawarkan produk celana dan jaket berbahan jin berbagai ukuran dan model untuk laki-laki dan perempuan. Ia mengaku memilih jin sebagai bahan baku produk karena kebanyakan orang bisa memakainya dalam beragam kesempatan. Meski sudah memiliki toko daring, Tian tetap mengambil keuntungan Rp 20 ribu untuk setiap barang.

Bisnis toko daring, diakui Tian, tidak dilakukannya dengan pencatatan yang sangat rapi. "Paling ada catatan pesanan dan yang sudah diorder," tuturnya. Namun, ia bisa menyebut omzetnya sekitar Rp 30 juta per bulan. Jumlah omzet ini bisa melonjak jika Hari Raya Idul Fitri tiba.

Hasil berjualan pakaian lewat daring, Tian gunakan untuk membuka toko offline. Saat ini, ia telah membuka tiga toko di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Toko tersebut berada di Jalan AH Nasution km 6,7 Cikadut, Bandung, sekitar 500 meter dari Terminal Cicaheum. Toko itu diluncurkan pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2015 lalu.

Lokasi kedua, yakni di Cimanuk No 62A, Tarogong Kidul, Garut. Toko di Garut dibuka beberapa bulan lalu melalui kerja sama dengan sejumlah teman kampus. Untuk di Jawa Tengah, ia membuka toko di Tegal, yakni di Jalan Ababil No 31, Randugunting, Tegal Selatan, yang berdiri secara resmi pada 22 November 2014.

Modal mendirikan toko masing-masing Rp 10 juta, yang merupakan keuntungan di T-Shop. Rinciannya, Rp 5 juta untuk sewa tempat dan sisanya dibelikan perlengkapan dan aksesori toko.

Bagi Tian, toko berguna sebagai tempat pajang (display) dan penyimpanan uang dalam bentuk barang. Selain itu, toko berguna menyimpan barang-barang gagal pesan yang tidak bisa dikembalikan ke pemasok. "Dari awal bisnis, total barang yang gagal order ada senilai Rp 5 juta," katanya menerangkan.

Pendirian toko offline diakui Tian pernah gagal. Sebelumnya, ia sempat menutup toko di kawasan Bumi Oren, Cinunuk, Bandung, pada 23 September 2014. Pengunjung di tokonya sepi karena lokasi tersebut dinilai tak strategis. Selain itu, ia tidak memiliki pegawai sehingga toko sering tutup. Setelah sebulan dibuka, toko tersebut ditutup selamanya.

Tian bercita-cita memperbanyak toko offline yang berfokus di kawasan Jawa. Tujuannya agar biaya ongkos kirim semakin ringan. Sebab, biasanya konsumen kerap keberatan menanggung ongkos kirim yang tinggi. Selain itu, ia ingin memiliki produk sendiri. Ia berharap, cita-cita yang telah ia rintis ini agar segera terwujud dengan membuat merek Raden Tian atau Radent untuk produk kaus.  ed: nur aini

Biodata Pengusaha

- Nama: Andityo Tri Septian (Tian)

- Tempat, tanggal lahir: Tegal, 23 September 1991

- Alamat lengkap: Jl AH Nasution No 101 km 6,7 Cikadut, Bandung

- Nama brand: T-Shop Company

- Alamat website, Fb & Instagram: www.tshopcompany.blogspot.com

 Produk Original Radent

www.facebook.com/radent

Instagram: radentclothing

Twitter: @radentclothing

Path: radent clothing

- No kontak: 085771090800

- Pin BBM: 53e30e30.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA