Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

PAD APBD Perubahan Jabar Naik Rp 1,26 Triliun

Senin 25 Aug 2014 16:00 WIB

Red:

BANDUNG –– Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Jabar untuk Tahun Anggaran 2014 mengalami peningkatan. Untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) naik Rp 1,26 triliun lebih. Yakni dari Rp 13 triliun menjadi Rp 14 triliun lebih. Sehing ga total Anggaran APBD setelah pe rubahan mengalami kenaikan Rp 3,31 triliun. Semula Rp 21,1 triliun lebih menjadi Rp 24,225 triliun lebih.

Menurut Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, APBD Perubahan ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan target. Serta dalam pengelolaannya dapat digunakan secara optimal, transparan dan kemudahan prosedur dalam pelaksanaannya. ''Selain itu, kami tetap akan melakukan penghematan dan pengawas an efektif,'' kata Deddy akhir pekan lalu.

Salah satu Pemanfaatan APBD Perubahan TA 2014 ini menurutnya adalah untuk pembangunan infrastruktur. Dari APBD ini, telah dianggarkan Rp 700 M untuk pembebasan lahan. Untuk itu anggaran ini diharapkan agar dapat direali sasikan secara cepat, tepat dan efek tif dalam pelaksanaannya. Menurut Deddy, APBD ini pun akan digunakan untuk merealisasikan "Jabar Maju dan Sejahtera Untuk Semua''. Sehingga sejahtrera untuk semua bisa dapat segera tercapai.

Wagub Deddy mengatakan diharapkan peningkatan PAD dapat meningkat melalui pajak dan retribusi serta deviden dan pemanfaatan aset daerah. Selain itu penggunaan APBD juga dapat diarahkan untuk penuntasan kemiskinan.

Badan Anggaran DPRD Jawa Barat menyetujui rancangan APBD Perubahan 2014 Provinsi Jabar. Penyetujuan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar Tentang Raperda Pe rubahan APBD 2014, di Gedung DPRD Jabar, Ban dung akhir pekan lalu (22/8).

Menurut Anggota Banggar DPRD Jabar Donny Ahmad Munir, penambahan pendapatan daerah tersebut di antaranya berasal dari pajak kendaraan bermotor. Menurut Donny, APBD perubahan 2014 ini telah mengacu pada RPJMD 2013-2018 Inpres Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Program Pembangunan Berkelanjutan. Di antaranya, sudah mengalokasikan untuk pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen. ''APBD perubahan ini pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-environment," katanya.

Uraian program yang tertuang dalam APBD perubahan tersebut menurut Donny antara lain pada bidang pendidikan. Yakni lanjutan pembangunan ruang kelas baru untuk SMP/MTs dan SMA/SMK/ MA swasta. Untuk RKB SMP, pada APBD perubahan ini menjadi 1.400 RKB. Sebelumnya di APBD murni dialokasikan 700 RKB. ''Untuk SMA swasta dari 300 (APBD Murni) menjadi 500 RKB ," katanya.

Sedangkan untuk ruang kuliah baru, kata dia, bagi perguruan ting gi swasta menjadi 600 RKB dari sebelumnya yang hanya 300 RKB. Selain di bidang pendidikan, APBD perubahan ini pun telah men cakup 10 persen untuk bidang kesehatan. Di antaranya, untuk Posyandu multifungsi yang nilai nya bertambah sebesar Rp 38,5 miliar. Alokasinya, untuk 1.584 pos yandu. ''Ini penting, seperti untuk menekan kematian bayi, dan perbaikan gizi. Tujuannya mening katkan indeks kesehatan. Pro-poor juga dianggarkan untuk pembangunan rutilahu (rumah tidak layak huni) dan beasiswa miskin," katanya.  rep:arie lukihardianti ed: rachmat santosa

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA