Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Madinah Dikunjungi 600 Ribu Jamaah Sebelum Haji

Selasa 09 Aug 2016 17:00 WIB

Red:

RIYADH — Sebelum musim haji tiba, setidaknya 600 ribu jamaah akan mengunjungi Madinah. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Hatem Al-Qadi mengatakan, para jamaah sudah mulai berdatangan di Madinah sejak Kamis pekan lalu. "Pada hari itu, 60 penerbangan haji mendarat di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah," kata Al-Qadi dikutip Al Arabiya, Senin (8/8).

Al-Qadi menjelaskan, pihak bandara telah menyiapkan sebanyak 14 ruang khusus untuk menerima para jamaah. Sebanyak 42 konter paspor juga telah disiapkan untuk melayani para jamaah. Al-Qadi menambahkan, pemerintah dan perusahaan swasta telah diarahkan untuk menerima dan memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah.

Khaled Al-Harbi, direktur urusan haji dan umrah di Bandara Jeddah, mengungkapkan, sekitar 14 ruang khusus memang telah disiapkan untuk menerima para jamaah calon haji dari luar Saudi. "Selain ada tambahan 10 jembatan pesawat, sekitar 42 konter paspor telah dibuka untuk memudahkan proses pemeriksaan paspor dan 120 checkpoint untuk memastikan seluruh prosedur menyambut para tamu Allah ini lebih lancar," ujarnya seperti dikutip dari arabnews.

Al-Qadi menyatakan, para jamaah itu disambut oleh perwakilan lembaga yang bertugas untuk melayani jamaah, termasuk di antaranya sembilan lembaga Tawafa dan kantor agen bersama. Dia juga memastikan, jumlah jamaah pada tahun ini tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. "Ini karena adanya proyek perluasan di Tanah Suci yang masih berlangsung. Kuota dari luar Saudi akan tetap dikurangi sekitar 20 persen dan sekitar 50 persen untuk jamaah haji domestik," kata Al-Qadi memaparkan.

Sejak musim haji 2013, Pemerintah Saudi telah memutuskan untuk mengurangi kuota jamaah haji dari tiap negara sesuai dengan sistem kuota yang telah disetujui oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Keputusan ini diambil untuk memperlancar proyek perluasan Masjidil Haram di Makkah.

Permintaan untuk mengurangi kuota tersebut telah disetujui oleh OKI dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam lainnya. Mahkamah Agung Saudi menyebutkan, kebijakan pengurangan kuota itu dibenarkan demi menjamin keamanan jamaah saat proyek tersebut berlangsung.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengumumkan bahwa pendaftaran elektronik jamaah haji domestik berlangsung lancar setelah sempat tertunda selama dua hari. Ketika itu sebagian besar jamaah mengalami kesulitan ketika ingin mengakses layanan tersebut.

Pihak kementerian menyatakan kesalahan sistem itu akibat dari tekanan lantaran banyak orang yang ingin mendaftar dalam waktu bersamaan. Kementerian menambahkan, lebih dari 30 ribu jamaah telah mendaftar sejauh ini.

Ibadah di Madinah

Selama berada di Madinah, para jamaah melakukan serangkaian ibadah. Seperti shalat fardhu berjamaah di Masjid Nabawi minimal sebanyak 40 kali selama delapan hari. Mereka pun biasanya beramai-ramai mendatangi Raudhah atau Taman Surga.

Raudhah adalah tempat mustajab untuk berdoa. Keyakinan tersebut membuat jamaah haji dari berbagai negara yang berada di Madinah berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi sekaligus untuk dapat memanjatkan doa di Raudhah. Tapi, Taman Surga yang terbatas itu hampir tak sebanding dengan ribuan jamaah yang ingin berdoa di sana. Lantaran itulah perjuangan menuju Raudhah cukup berat.

Para jamaah juga dianjurkan untuk mengoptimalkan ibadah di Masjid Nabawi dengan zikrullah, membaca Alquran, berdoa, dan lainnya.

Selain itu, jika memungkinkan, sempatkan diri pula untuk mendatangi Masjid Quba. Rasulullah bersabda, "Shalat di Masjid Quba sama pahalanya dengan umrah." (HR Ahmad dan Turmudzi).    rep: Retno Wulandhari, ed: Endah Hapsari

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA