Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Ahmad Muta’ali Gaza Benteng Terakhir Palestina

Ahad 13 Jul 2014 17:00 WIB

Red: operator

Berulang kali Zionis Israel menggempur Gaza. Jika dicermati, sejak 2008, agresi keji itu berlangsung pada Ramadhan. Demikian pula, kata Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) Dr Ahmad Muta'ali, Intifada pertama dan kedua muncul pada Ramadhan. Sebagai benteng terakhir perjuangan rakyat Palestina, tidak menutup kemungkinan Intifada jilid ketiga akan bergelora." Bisa saja menjadi pemicu Intifada ketiga," katanya.

Berikut perbincangan lengkapnya dengan wartawan Republika Amri Amrullah seputar posisi strategis dan kegigihan rakyat Gaza.

Bagaimana posisi Gaza sebagai kota strategis sepanjang sejarah?

Gaza merupakan kota kuno dalam peradaban dunia, khususnya bagi sejarah agama-agama samawi (Yahudi, Nasrani, dan Islam). Gaza dan wilayah Yordania pada zaman dahulu merupakan bagian dari wilayah yang disebut dengan Syam.

Dari wilayah Syam ini, semua kitab suci agama samawi menjelaskan peranan pentingnya sejak masa nabi-nabi terdahulu hingga masa Nabi Muhammad SAW.Kelompok ahli kitab, umat Ya hudi dan Nasrani, memiliki nubuat tersendiri bagi tanah Syam ini.

Mulai dari tanah perjanjian bagi umat Yahudi, wilayah yang mengi sahkan masa kecil Nabi Isa AS bagi umat Nasrani, dan wilayah yang dijanjikan Rasulullah SAW sebagai benteng terakhir perlindungan umat Islam di akhir zaman.

Dari sisi geografis, wilayah Gaza merupakan pintu perbatasan Palestina di wilayah Gaza ke Mesir.

Selain itu, Gaza merupakan bagian dari sebagian besar wilayah subur di Tanah Palestina yang saat ini telah dicaplok Israel.

Dari sisi geopolitik, Gaza me ru pakan pertahanan terakhir ke lompok perjuangan Hamas yang tidak ingin bernegosiasi bagi pem bagian wilayah Palestina, kecuali mengacu pada wilayah Palestina di perjanjian 1946. Walapun ada Ramallah yang dikuasai Fatah yang masih menoleransi negosiasi pembagian wilayah bagi dua negara.

Dari sisi geostabilitas, wilayah Gaza yang dikuasai pejuang Hamas merupakan ancaman bagi Zionis Israel. Hamas berkeras menuntut Palestina tidak hanya merdeka secara berdaulat, tapi juga memiliki hak dalam pertahanan negara.

Dengan demikian, Gaza merupakan benteng terakhir warga Palestina.Hilangnya Gaza karena Israel maka hilanglah negara Palestina secara keseluruhan, karena hanya Hamas yang berada di Gaza yang keras menentang zionisme Israel.

Bagaimana posisi Gaza, yang telah menjadi saksi sejarah perla wanan kaum beriman melawan kezaliman?

Gaza yang juga bagian dari wilayah Syam pada zaman da hulu merupakan wilayah para nabi menyebarkan ajaran tauhid melawan kezaliman. Secara ter minologi, kata Gaza sendiri ber arti `kota perang'.

Wilayah yang menjadi bagian dari Syam ini lah kisah perjalanan hidup Na bi Ibrahim AS melawan Raja Nam rud, kota dilahirkannya Imam Syafi'i, daerah Nabi Isa AS menjalani masa- masa kecilnya.

Dan wilayah Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dagangnya yang pertama.

Dikisahkan juga, Nabi Muham mad SAW sebelum melakukan Mi kraj ke langit ke tujuh di Baitul Maqdis, mengarahkan pan dang annya ke wilayah ini dan menga takan secara garis besar "ini lah benteng terakhir umat Islam di akhir zaman".

Mengapa Israel berulang kali menyerang Gaza?

Karena Gaza merupakan simbol perlawanan terakhir masyarakat Palestina. Wilayah inilah the real zone yang dimiliki rakyat Pa lestina. Sedangkan wilayah Ramallah dan Jerusalem yang terdapat Masjid al-Aqsa saat ini terus digerogoti Israel hingga wila yah ini lepas dari kepemilikan rak yat Palestina. Namun, yang menjadi perhatian, kenapa Israel berkali- kali menyerang namun tidak berhasil menduduki wilayah ini.

Menurut saya, itu dikarenakan ketidakmampuan Israel mengha dapi keberanian para pejuang Pales tina di Gaza. Mereka mempunyai tank, drone, dan berbagai peralatan perang canggih yang secara logika tidak mungkin kalah dengan lon taran batu. Ini artinya Israel memang memiliki ketakutan untuk melawan semangat jihad yang ber kobar dari para pejuang Palestina secara head to head.

Dan kalau kita lihat sejak 2008, Israel selalu berulang- ulang menyerang Palestina di saat Ramadhan. Mereka menganggap se lama Ramadhan umat Islam lemah tidak berdaya. Namun terbukti, bagi para pejuang Palestina di Gaza hal itu tidak menggentarkan mereka melawan tentara dan mesin perang Israel.

Gaza, pusat Intifada pertama dan kedua, akankah Intifada ketiga berkobar?

Intifada merupakan perlawanan besar pejuang Palestina, di Intifada inilah semua elemen pejuang Palestina bergerak bersama dan memberikan efek perlawanan yang luar biasa bagi Israel. Pada intifada pertama, sekitar 1987 hingga 1993, yang berakhir dengan perjanjian pembentukan otoritas nasional Palestina (PLO). Sedangkan pada intifada kedua terjadi pada 2000 merupakan perlawanan berdarah pejuang Palestina, yang juga berakhir dengan gencatan senjata.Sejarah juga mencatat Intifada juga terjadi pada Ramadhan.Dan serangan Israel ini bisa saja menjadi pemicu Intifada ketiga.

Serangan keji Israel kali ini juga harus menjadi momentum bagi dunia Islam internasional untuk men desak PBB menghentikan ke biadaban Israel tersebut. Dan ini momentum juga bagi dunia Islam untuk melawan kekuatan dukungan ke negara Zionis. Walaupun saya secara pribadi berharap paling tidak serangan keji Israel ini dapat terhenti dengan cepat dahulu atas desakan dunia internasional, ter masuk Indonesia. rep:amri amrullah ed: nashih nashrullah

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA