Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Etimologi Gaza

Ahad 13 Jul 2014 17:00 WIB

Red: operator

Gaza, berasal dari bahasa Ibrani yang diadopsi bangsa Arab, yaitu gazza atau `kuat
- Gaza (Kanaan)
- Gazzat atau Kota Anugerah (Mesir kuno)
- Gazzat Hasyim ( Arab kuno), sebagai penghormatan atas leluhur Muhammad SAW, Hasyim, yang konon dimakamkan di Kota Gaza.

Geografis
- Jalur Gaza berada di pantai timur Laut Tengah, berbatasan dengan Mesir
di sebelah barat daya (11 km) dan Israel di sebelah timur dan utara (51 km/32 mil).
- Luas
Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara
6 sampai 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 kilometer persegi (141 mil²).
- Populasi
Jumlahnya sekira 1,7 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi ke-7 di dunia, yakni 3,2 persen per tahun.

GAZA
Era Modern
- Pada 1918 Gaza menyerah kepada pasukan Inggris dan masuk wilayah "British Mandate of Palestine".
- Pada 1930-an dan 1940-an, Gaza berkembang pesat dengan dibangunnya daerah permukiman.
- Pada 1967, Israel menduduki Gaza selama Perang Enam Hari.
- Sejak 1970-an meletus konfllik antara orang Palestina dan Israel di kota ini.
- Pada 1987, Intifadha Pertama meletus. Gaza menjadi pusat konfrontasi.
- Pada September 1993, Perjanjian Oslo Accords ditandatangani antara Palestina dan Israel.
- Pada Mei 1994, hasil Oslo diterapkan, yakni pemerintahan Palestina di Jalur Gaza (Gaza Strip) dan Kota Yerikho di Tepi Barat. Dan, Palestinian National Authority (PNA) di bawah pimpinan Yassir Arafat memilih Gaza sebagai markas provinsi pertama.
- Pada Maret 1996, Palestinian National Council mengadakan sidang perdananya di Gaza.
- Pada September 2000, Intifadha kedua pecah. Perlawanan rakyat Gaza berkobar.
- Pada 12 September 2005, Israel secara resmi mengakhiri pendudukan militer di Jalur Gaza, tetapi, tetap mempertahankan kontrolnya atas jalur perlintasan masuk dan keluar dari Gaza.

Fase-fase penghunian

Gaza, termasuk salah satu kota tertua di dunia. Jalur utama yang
strategis di Pantai Laut Tengah (Via Maris) antara Afrika Utara dan
Mesopotamia, ini mulai dihuni sekira 5000 tahun silam dan
menjadi jalur perdagangan rempah-rempah ke laut merah

Masa Perunggu
Tell es-Sakan, hunian paling awal. Berupa
benteng Mesir kuno di daerah Kanaan, sebelah
selatan Gaza sekarang dan terdegradasi selama
Zaman Perunggu Muda.

Periode kuno
Ibu kota administrasi kuno, semasa Raja Thutmosis III dan berada di
bawah Mesir selama 350 tahun.

Pada abad ke-12 sebelum Masehi, bangsa Filistin menguasai Gaza dan
menjadi satu dari lima kota utama mereka ("pentapolis")

Gaza mendapatkan kemerdekaan terbatas dan kemakmuran di bawah
Kekaisaran Persia.

Aleksander Agung mengepung Gaza, kota terakhir yang mengadakan
perlawanan sebelum ia memasuki Mesir, selama lima bulan sebelum
merebutnya pada 332 sebelum masehi.

Seleukos I Nicator, penerus Aleksander mengganti nama Gaza menjadi
Seleucia. Budaya Yunani kemudian berakar di sana dan Gaza terkenal
sebagai pusat pelajaran dan filsafat Helenik.

Era Islam
Amru bin al-Ash, memimpin Perang Ajdanin
melawan Kekaisan Bizantium.
Pada 1516, Gaza dengan kondisi yang terpuruk
masuk dalam Kekaisaran Ottoman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA