Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Menjaga Alam Melalui Aplikasi

Selasa 25 Oct 2016 14:00 WIB

Red:

Bagi teknologi, tak ada batasan di mana ia bisa diaplikasikan. Pada era internet seperti saat ini, tak hanya telekomunikasi yang mengalami revolusi, tapi juga transportasi, keuangan, tak ketinggalan pula pelestarian lingkungan.

Environment Pollution Control Authority (EPCA) dari India meluncurkan aplikasi pemantau kebersihan udara, Jumat pekan lalu. Laman Gizbot.com mengabarkan, aplikasi bernama Hawa Badlo tersebut bisa membersihkan udara dengan konsep crowdsourcing atau kontribusi dari masyarakat.

Hawa Badlo dikembangkan EPCA untuk beberapa daerah di India, seperti Uttar Pradesh, Delhi, dan Haryana. Masyarakat bisa menggunakan aplikasi untuk melaporkan kondisi udara di lingkungannya masing-masing, khususnya polusi udara yang disebabkan kesengajaan.

EPCA akan menampung klaim tersebut. "Aplikasi bisa menjadi platform laporan warga terkait polusi udara akibat pembakaran sampah," kata Pimpinan EPCA, Bhure Lal.

Masyarakat juga bisa melaporkan kondisi polusi udara yang terkait debu konstruksi atau limbah pabrik. Publik akan menjadi penilai atas racun di sekitar mereka dan berpartisipasi mengatasinya.

Aplikasi tersebut memfasilitasi kasus terkait polusi udara. Pengguna bisa mengirimkan laporan dengan menandai lokasi berpolusi melalui GPS, kemudian mengirimkan gambar dari lokasi tersebut. Laporan tersebut akan terintegrasi dengan Supreme Court, institusi yang menindaklanjuti perkara polusi.

Menyentuh berbagai aspek

Menjaga lingkungan memang tak semata bersih dari sampah. Memperhatikan konsumsi makanan sehari-hari hingga menggunakan perkakas rumah tangga juga termasuk bagian dari upaya membantu menjaga lingkungan.

Saat ini, ada berbagai aplikasi yang bisa membantu manusia untuk mendata tiap langkah kecil yang dilakukan terhadap alam sekitar. Laman Cheatsheet merangkum beberapa aplikasi global yang digunakan untuk memantau perilaku manusia terhadap bumi.

Di antaranya, Carma Carpooling yang merupakan aplikasi untuk membantu manusia menekan polusi udara dari emisi gas kendaraan. Beberapa kota di Amerika Serikat (AS), seperti Austin, Chicago, Houston, Los Angeles, New York, San Fransisco, dan Seattle sudah menggunakan aplikasi tersebut.

Carma Carpooling tersedia dalam platform Android dan iOS. Aplikasi ini bekerja bukan mengukur polusi pada udara. Namun, ditujukan untuk pengguna yang memiliki kendaraan bisa membagi kursinya dengan orang lain.

Pengguna bisa menemukan orang lain yang ingin pergi ke tujuan searah. Dengan berbagi kursi bersama orang lain, tentunya akan mengurangi jumlah kendaraan pribadi.

Product Manager Carma Carpooling, Emmett Murphy, menjelaskan, karena pengguna Carma hanya menggunakannya dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja, pengendara tidak bisa mengantar orang ke tujuan berbeda.

Udara tidak hanya menjadi lebih bersih, tapi juga bisa menekan kemacetan. Para pemilik kendaraan tidak hanya dapat menyelamatkan bumi, tapi juga menerima pemasukan tambahan dari orang yang ikut menumpang.

Selain itu, ada pula aplikasi climate dan Oroeco. Di dalam aplikasi climate, pengguna bisa membuat profil mengenai aksinya terhadap lingkungan untuk menekan perubahan iklim. Profil tersebut berisi gerakan atau kegiatan yang menjadi minat dari pembuatnya.

Pengguna bisa membaginya melalui platform Facebook, Twitter, Google Plus, dan Tumblr. Melalui aplikasi yang baru hadir di Ios ini, pengguna juga bisa mengukur progres aktivitasnya.

Sementara, Oroeco tidak jauh berbeda. Oroeco mengajak pengguna memilih gaya hidup demi menyelamatkan bumi, baik dalam memilih makanan, transportasi, maupun barang-barang yang dibeli.

Pengguna juga bisa menghitung total uang yang disimpan demi lingkungan. Oroeco juga menjadi platform 'the world's most powerful carbon footprint calculator'.

Mirip dengan Oroeco, GoodGuide sudah tak asing lagi sebagai platform pendukung gerakan cinta lingkungan. Aplikasi ini memberikan kemudahan penggunanya dalam menemukan aneka jenis barang yang dibuat ramah lingkungan, termasuk makanan.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 250 ribu produk ramah lingkungan di dalam database GoodGuide. Tiap-tiap produk memiliki peringkat mulai dari nol hingga 10 tergantung tingkat keramahannya.

Sementara, aplikasi Farmstand membantu para petani lokal untuk lebih dekat dengan konsumen. Pembeli bisa mengetahui lebih dari 8.700 pasar petani di seluruh dunia dengan produk lokal.

Jarak serta jenis produk bisa diketahui melalui aplikasi. Bahkan, pengguna bisa menambahkan lokasi pasar terdekat dan favoritnya. Hanya saja, Farmstand baru bisa diunduh perangkat iOS.  rep: Nora Azizah, ed: Setyanavidita Livikacansera 

***

Mengendalikan Masa Depan Air

Untuk urusan menghemat air, aplikasi Dropcountr bisa menjadi aplikasi andalan. Perusahaan air akan memberikan semacam pesan untuk mengatur penggunaan air bersih melalui aplikasi.

Pengguna juga bisa mengukur jumlah air yang digunakan sebelum dan sesudah memakai Dropcountr. Aplikasi ini juga memberikan fasilitas untuk melihat konsumsi air per hari, minggu, dan bulan.

Data tersebut bisa digunakan untuk penghematan pengeluaran. Dropcountr dapat diunduh pengguna Android dan iOS.

Aplikasi lain yang membantu manusia menghemar air, yakni Ecoviate. Bahkan, tidak hanya air, tapi juga gerakan lain demi menyelamatkan bumi. Aplikasi ini membuat para penggunanya seakan berlomba-lomba dalam melakukan gerakan cinta lingkungan. Perusahaan pembuat Ecoviate bahkan menggalakkan penanaman pohon sebanyak total unduhan.    ed: Setyanavidita Livikacansera 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA