Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Tatyana Akman Ogah Jadi Model, tapi…

Selasa 12 Apr 2016 11:00 WIB

Red:

"Dunia model cuma modal jual tampang." Begitulah dulu persepsi seorang Tatyana Akman tentang dunia para model. Di mata perempuan yang biasa disapa Tat itu, model ibarat sebuah produk. Mereka bakal dipertontonkan dan ketika sudah melebihi usia, maka akan digantikan secara mudah dengan model lain yang lebih muda dan segar.

Namun, rupanya seperti pepatah yang mengingatkan agar berhati-hati pada segala sesuatu yang kita ucapkan, cerita Tatyana pun berubah ketika perlahan-lahan dunia model mulai menyambangi hidupnya.

Pertama, lantaran membantu senior di kampus, dia menjadi model yang memeragakan busana. Bermodal tinggi badan 175 cm, berkulit cokelat terang, serta rambut ikal, Tatyana pun dianggap mampu menjadi representasi produk yang dibawakannya.

Setelah itu dia juga menang dalam salah satu ajang pencarian wajah baru sampul majalah. Meski begitu, kemenangan tersebut tidak serta-merta membuat gadis berusia 22 tahun ini dengan senang hati memasuki dunia model.

Butuh waktu hingga satu tahun hingga akhirnya dia menerima tawaran bergabung dengan manajemennya sekarang ini. "Awalnya nggak mau jadi model, nggak suka aja gitu. Ini karena mindset yang belum benar-benar ingin terjun langsung, tapi lama-lama akhirnya mau coba dan ya udah," ujar perempuan keturunan Sunda-Batak ini.

Setelah terjun langsung dalam dunia model sekitar tahun 2013, Tatyana mulai mengerti ternyata dunia model tidak sedangkal pemikirannya. Apalagi, perempuan yang biasa disapa Tat itu berada dalam lingkungan agensi yang memang bisa memahami karakter dan kebutuhan sehingga mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Bandung ini merasa diperlakukan seperti manusia, bukan sebuah produk.

Setelah mencoba dunia model hingga dua tahun dan membintangi iklan, Tat ingin mencoba hal baru lagi dalam hidupnya. Dia ingin membuka segala kemungkinan yang bisa dikembangkan, termasuk ikut terlibat dalam seni peran. Kesempatan pertama pun terbuka dengan dilibatkan sebagai cameo film Ada Apa dengan Cinta 2.

Film arahan Riri Riza ini membuat Tat mendapatkan pengalaman baru yang membuatnya tertarik mencoba memerankan karakter yang berbeda dengan sosok asli dirinya.

Tat mendapatkan kesempatan lebih besar lagi ketika dia berhasil lolos audisi "Mencari Tiga Dara" yang dilakukan Nia Dinata untuk menemukan sosok Bebe sebagai anak terakhir melengkapi film Ini Kisah Tiga Dara. Tat mengaku tidak menyangka bakal mampu mengalahkan delapan pesaing lainnya.

Dengan modal ingin belajar hal baru tanpa takut melakukan kesalahan, Tat berhasil menunjukkan potensi diri tidak hanya dalam seni peran, bahkan tarik suara. Sebab, film Ini Kisah Tiga Dara menuntut perempuan kelahiran 7 Maret 1994 ini menyanyi, bahkan juga menari.

"Ini kan pakai suara asli, padahal belum pernah nyanyi, dan sebelumnya kalau suruh nyanyi aja nggak mau. Dan kalau nari, paling dulu pernah dance hip hop aja," kata lawan main Dian Sastrowardoyo dalam film Ada Apa dengan Cinta 2.

Mendapatkan tantangan yang sebelumnya tidak pernah dia jalani, justru membuat Tat merasa lebih hidup. Tat bahkan sengaja mengambil cuti kuliah di semester akhir untuk bisa fokus terlibat dalam penggarapan film yang mengambil adegan di Maumere, Nusa Tenggara Timur, ini.

 

Meski meninggalkan kuliah satu semester, perempuan yang hobi berenang ini mengaku akan menyelesaikan studi di bidang tekstil pada semester depan. Untuk Tat, menyelesaikan kuliah merupakan tanggung jawab dia kepada orang tua yang sudah memberi kepercayaan dan restu kepada Tat terlibat dalam dunia hiburan.

c27, ed: Endah Hapsari

***

Jati Diri di Maumere

Mengunjungi Indonesia bagian timur merupakan berkah yang sangat luar biasa bagi Tatyana Akman. Berkat film Ini Kisah Tiga Dara, perempuan berambut ikal ini bisa menikmati panorama laut biru, langit bersih, dan udara segar di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Tatyana mengaku menemukan jati dirinya ketika dia menjalani proses syuting yang cukup panjang di Maumere. Awalnya dia tidak pernah sadar menyukai tampat-tempat dengan alam yang memikat. Dia pikir, selama ini hanya tertarik dengan suasana kota dan tidak suka jalan-jalan, serta menikmati jalan-jalan bersama keluarga ketika masa libur datang.

Maumere seolah menjadi gerbang dia jatuh cinta pada alam Indonesia. Terlebih lagi, Maumere terbilang jarang dikunjungi wisatawan. Lepas pantainya masih sangat "perawan", pasir putih, air yang bening, dan suasana yang tenang, tanpa ada orang yang sering kali justru membuatnya ternoda dengan sampah. "Aku baru tahu kalau aku lebih hidup dan bebas ketika berada di alam. Aku seperti lepas aja gitu," ujar Tat, panggilan akrab Tatyana.

Menikmati lepas pantai Maumere akhirnya membuat Tat ingin terus kembali menjelajahi alam Indonesia, terutama daerah-daerah yang masih jarang dikunjungi orang. Dia merencanakan akan kembali ke pantai-pantai tersembunyi untuk kembali merasakan sensasi berenang dengan bebas di bibir laut.

Di samping terpikat dengan alam, Maumere juga memberikan inspirasi baginya untuk penggarapan tugas akhir (TA) perkuliahan. Sebagai mahasiswa tingkat akhir jurusan tekstil di Institut Teknologi Bandung, dia harus segera menentukan objek apa yang akan digarap. Meski gara-gara syuting film Ini Kisah Tiga Dara dia harus mengambil cuti kuliah satu semester, ternyata cuti tersebut tidak hanya terbuang sia-sia.

Selain syuting dan menikmati keindahan dan keramahan Maumere, Tat juga mengambil kesempatan untuk observasi tentang kain-kain khas sana. Di sela-sela waktu syuting, dia menyempatkan diri mengunjungi perajin kain yang menurutnya penuh ketelatenan dan tetap menjaga alam. "Satu kain bisa berbulan-bulan dan semua pewarna berasal dari alam. Pas tanya warna ini dari mana, eh dia langsung menunjuk pohon yang ada di pekarangannya," ujar Tat.

Dengan melakukan interaksi langsung dengan perajin kain di Maumere, Tat mendapatkan ilmu secara langsung tentang kain tradisional. Ini akan menjadi bahan yang berharga untuk disetorkan kepada dosen pembimbingnya ketika dia mulai kembali ke bangku kuliah selepas cuti berakhir. c27, ed: Endah Hapsari

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA