Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

DD Buka Institut Kemandirian di Depok

Jumat 03 June 2016 17:00 WIB

Red:

Lembaga pelatihan keterampilan dan kewirausahaan milik Dompet Dhuafa, Institut Kemandirian (IK), kini membuka satelit baru di Depok, Jawa Barat. Ini bertujuan memperluas akses dan mendekatkan masyarakat kurang mampu terhadap akses tempat pelatihan.

"Satelit itu kaya cabang. Pusatnya di Karawaci," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini di Depok, Sabtu (28/5).

Menurut Ahmad, pendirian satelit di Depok merupakan solusi karena kantor pusat di Karawaci tidak mampu lagi menampung jumlah peminat yang semakin banyak. Para peserta dari wilayah Depok dan sekitarnya juga mengeluhkan tingginya biaya untuk dapat mengakses pelatihan. Satelit IK Depok dapat memenuhi kebutuhan mereka. Program ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan model penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia dengan membentuk generasi mandiri dan berkarakter.

Satelit IK Depok berlokasi di Jalan Nanas VI, Perumnas Depok 1, Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok. Sebelumnya, Dompet Dhuafa telah memiliki satelit IK di Karawang sebagai hasil kerja sama dengan Baitul Maal Pupuk Kajang. IK juga dikembangkan di sejumlah daerah, seperti Semarang, Yogyakarta, Bandung, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan berbagai daerah lain.

Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi mengatakan, kemandirian sejatinya tak lepas dari saling ketergantungan. Kemandirian merupakan sikap tidak mau bergantung kepada orang lain. Tapi, tuntutan sebagai manusia sosial membuat manusia tetap harus berhubungan dengan orang lain.

"Kalau saya bilang ke penerima bantuan, doanya, hari ini kami memberi bantuan, semoga nanti bapak atau ibu bisa memberi bantuan kepada orang lain," ujar dia.

Kemandirian diawali dengan niat untuk ingin melepaskan ketergantungkan, kemudian diwujudkan dalam tekad yang kuat. Setelah itu, harus ada dorongan untuk mengubah tekad menjadi upaya yang nyata.

Sejak berdiri pada 2005, IK telah meluluskan 5.605 peserta. Mereka saat ini tersebar di berbagai bidang pekerjaan. Adapun pelatihan yang digelar dalam program IK, antara lain, teknisi handphone, teknisi sepeda motor, mengemudi, salon Muslimah, fashion dan menjahit, ilmu komputer, pelayaran, teknik pengelasan kapal, tata boga dan pengolahan pangan, serta program diaspora development (kuliah dan kerja ke luar negeri).

Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Zainal Abidin Zainal mengatakan, program ini merupakan bukti pendayagunaan dana zakat. Pengangguran dan kemiskinan dianggap sebagai dua masalah bangsa yang tak kunjung selesai. Program ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan dengan efektivitas yang tinggi.

Hingga kini, telah ada 23 peserta yang aktif dalam kegiatan pelatihan di Satelit IK Depok. Mereka mendapatkan fasilitas berupa alat, bahan, diktat, dan modul gratis. Untuk dapat bergabung dalam program ini, masyarakat bisa datang langsung ke lokasi satelit sambil membawa kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan kesehatan, atau keterangan RT/RW setempat. Pembukaan dibuka sepanjang tahun.

"Seleksi tidak terlalu ketat. Tapi, karena peminatnya banyak, yang tidak masuk di angkatan awal dilanjutkan angkatan berikutnya. Kami menghindari menolak," kata Zainal. Oleh sri handayani ed: Hafidz Muftisany

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA