Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Menjawab Persoalan Islam dan Sains

Jumat 22 Apr 2016 14:00 WIB

Red:

Judul         : Islamic Science Paradigma, Fakta dan Agenda

Penulis     : Hamid Fahmy Zarkayi, Osman Bakar, Adi Setia, Budi Handrianto, George Saliba, Cemil Akdogan, Sonja Brentjes, Mohammad Ishaq, Paul Lettinck.

Penerbit     : INSISTS

Cetakan     : I, Februari 2016

Tebal         : 204

Beberapa umat Islam mungkin masih ada yang menganggap bahwa Islam dan ilmu pengetahuan atau sains saling bertentangan. Padahal, Islam dan sains mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebab, keduanya sama-sama dapat saling memberikan kontribusi dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan.

Dalam hal ketuhanan, misalnya, bukti-bukti adanya Tuhan bisa kita ketahui dengan cara menguasai ilmu pengetahuan atau sains tersebut. Kemudian, firman-firman Allah SWT dalam Alquran ternyata juga bisa dibuktikan kebenarannya dengan suatu ilmu pengetahuan sehingga semakin menegaskan bahwa Alquran merupakan kitab suci yang pantas dijadikan pedoman bagi umat manusia.

Namun, persoalan tentang Islam dan sains saat ini masih diselimuti berbagai macam kekeliruan. Karena itu, jelaslah bahwa kedua istilah Islam dan sains merupakan hal utama bagi keseluruhan wacana sehingga umat Islam perlu mencoba memahami kembali definisi kedua istilah tersebut.

Buku berjudul Islamic Science ini mencoba untuk menjawab persoalan-persoalan tentang Islam dan sains. Buku ini menawarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, seperti bagaimana kedudukan sains dalam Islam, sejauh mana peran kontribusi orang Islam dalam pengembangan sains, dan di manakah letak perbedaan antara sains yang Islami dan tidak.

Untuk mengetahui jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut, para pembaca harus sedikit mengerutkan dahi dan harus mempunyai waktu khusus untuk membaca buku ini. Beberapa materi akan terasa sulit dipahami bagi kalangan yang masih awan terkait wacana sains Islam karena penulisan dalam buku ini cenderung bergaya akademis.

Kendati demikian, paparan penulis dalam buku ini dapat memberikan pencerahan mengenai definisi, eksistensi, dan kontribusi para ilmuwan Muslim. Karena itu, buku ini dapat memotivasi kaum terpelajar Muslim di dunia kampus untuk melakukan penelitian serius terhadap sains Islam seperti yang dilakukan di berbagai belahan dunia.

Materi-materi buku ini ditulis oleh 10 penulis atau pemikir yang aktif mengkaji persoalan Islam dan sains. Di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Hamid Fahmy Zarkasyi. Dalam buku ini, penulis tersebut memaparkan tentang Islamic worldview sebagai paradigma sains Islam.

Secara umum, worldview atau pandangan hidup sering diartikan filsafat hidup atau prinsip hidup, dan terkadang juga disebut paradigma. Hamid mengatakan, setiap kepercayaan, bangsa, kebudayaan atau peradaban, bahkan setiap orang pasti mempunyai pandangan hidup masing-masing.

Ia menyimpulkan bahwa Islam adalah pandangan hidup yang lahir dari turunnya wahyu yang dijelaskan oleh Nabi dan para sahabat. Dari kandungan wahyu yang sarat dengan konsep-konsep keilmuan itu, lahirlah tradisi intelektual Islam yang berhasil mengembangkan konsep-konsep keilmuan, yang pada akhirnya melahirkan berbagai disiplin ilmu dalam Islam.

Jadi, menurut Hamid, ilmu dalam Islam itu lahir dari pandangan hidup Islam dan bukan dari pandangan hidup atau kebudayaan lain. Sebab, ilmu tidak dapat timbul dan berkembang pada suatu masyarakat dari hasil impor.

Tidak hanya pandangan Hamid, buku ini juga menyajikan pemikiran guru besar sejarah dan filsafat sains Islam, Paul Lettinck. Namun, sajian pemikian Paul dalam buku ini dikemas dengan bentuk wawancara tanya jawab. Dalam wawancara tersebut, paul mengungkapkan tantangan agenda umat Islam terkait sains Islam.

Tulisan ini disajikan kepada para pembaca dalam rangka mengiringi seri kuliah yang digelar Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) dengan tema "Sains Islam hingga Abad ke-15." Kuliah tersebut bertempat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Depok pada awal tahun 2016 lalu.

Buku ini cocok untuk dijadikan referensi atau rujukan untuk memperkaya khazanah keislaman. Karena buku ini mengungkap banyak fakta dan agenda apa yang harus dilakukan umat Islam saat ini.  c39, ed: Hafidz Muftisany

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA