Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Kopi Putih dan Kopi Hitam, Sehat Mana?

Kamis 30 Apr 2015 14:00 WIB

Red:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secangkir kopi bagi sebagian orang menjadi kebutuhan primer. Kopi menjadi teman untuk mengawali dan mengakhiri aktivitas sehari-hari. Saat ini bahkan banyak orang yang rela tidak makan asal bisa minum kopi.

Akhir-akhir ini beberapa varian kopi muncul. Selain kopi hitam, kini muncul kopi putih atau white coffee yang digemari masyarakat. Sebagian beralasan, mengonsumsi kopi putih lebih aman bagi lambung dan kesehatan. Benarkah pendapat tersebut?

Kopi sendiri pada dasarnya halal karena dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan. Namun, dari sisi tayib bagi tubuh, baiknya perlu membatasi konsumsi minum kopi. Baik kopi hitam maupun kopi putih.

Pakar gizi dari Politeknik Kesehatan Jakarta, dr Marzuki, menerangkan, proses pembuatan kopi putih dan hitam berbeda sehingga kadar kafeinnya pun tak sama

"Kalau kopi putih itu biji kopinya disangrai tapi tidak sampai matang," kata dr Marzuki kepada Republika, Senin (27/4). Warna biji kopi putih tidak cokelat dan masih ada warna keputih-putihan. Sementara, kopi hitam disangrai sampai matang sehingga warnanya kehitam-hitaman.

"Kopi putih itu sangat keras karena belum matang sehingga perlu digerus sampai hancur dan menjadi bubuk," ujarnya.

Akibatnya, papar Marzuki, kandungan kafein di kopi putih belum begitu matang. "Kandungan kafein di kopi putih lebih banyak dari kopi hitam," kata dr Marzuki memaparkan.

Meski berbeda kadar kafeinnya, dokter Marzuki menyarankan, kopi baiknya dikonsumsi sehari sekali. "Jadi tidak boleh lebih, baik kopi putih maupun kopi hitam," katanya.

Marzuki menerangkan, mengonsumsi dua cangkir kopi setiap hari akan mengganggu kesehatan. "Kalau minum kopi juga jangan banyak gula terutama yang diabetes," kata dr Marzuki.

Dokter Marzuki menyebut, siapa saja boleh meminum kopi putih, akan tetapi tetap harus ada batasan bagi orang-orang tertentu. Misalnya untuk yang sakit jantung. "Baik itu kopi hitam maupun kopi putih," katanya. Anak-anak di bawah usia 14 tahun juga disarankan menghindari kopi.

Ahli gizi dari RS Medistra dr Cindiawaty Josito Pudjiadi MS SpGK menerangkan, kopi hitam maupun putih memiliki manfaat. Kopi bisa menangkal radikal bebas dengan catatan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"White coffee yang saya ketahui adalah kopi hitam yang ditambahkan susu atau creamer," kata dr Cindiawaty saat dihubungi Republika, Selasa (28/4).

Selain itu, kopi juga mengandung magnesium dan kromium. Kromium di beberapa penelitian diketahui dapat membantu dalam mengontrol gula darah.

Cindi menyarankan, jika ingin mengonsumsi white coffee jangan ditambahkan susu karena akan menyebabkan gangguan dalam pencernaan. "Jadi sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsinya," kata dr Cindiawaty menyarankan.

Jika mengonsumsi white coffee atau kopi hitam secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya kenaikan tekanan darah, denyut jantung, dan lain-lain.  c62 ed: Hafidz Muftisany

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA