Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Mencerdaskan Bangsa Melalui Buku

Rabu 03 June 2015 18:00 WIB

Red:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buku merupakan jendela dunia. Buku yang berkualitas akan mampu menjadi teman imajinasi dan meningkatkan kreativitas anak.  Sayang, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk memperoleh buku yang berkualitas. Masih banyaknya anak yang memiliki keterbatasan dalam membaca buku berkualitas mendorong  PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mendonasikan buku dan mainan edukatif kepada taman bacaan yang berada di bawah Yayasan 1001 Buku.

Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja mengatakan, taman bacaan merupakan oase di tengah gersangnya kehidupan. Taman bacaan ini, menurutnya, menjadi akses bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh buku berkualitas.

Untuk membangkitkan minat baca anak-anak Indonesia, NMI melalui program Datsun Rising Hope yang diluncurkan pada 29 Januari lalu berhasil mengumpulkan 6.133 buku bacaan anak dan 186 mainan edukatif dari masyarakat di wilayah Jabodetabek. Pengumpulan buku dilakukan di seluruh diler NMI dan melalui kunjungan ke beberapa kampus di Jakarta.

Menurutnya, jenis buku yang dikumpulkan ialah buku buku cerita yang mendidik bagi anak-anak. Selain buku, NMI juga mendonasikan dua unit mobil Datsun GO+ Panca yang telah dimodifikasi menjadi mobil perpustakaan keliling kepada Yayasan 1001 Buku.

Mobil keliling tersebut menurutnya akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional dalam pendistribusian donasi dan mengunjungi sekitar 90 taman bacaan di Jabodetabek. Ia menambahkan, program Datsun Rising Hope akan berlanjut dan diperluas ke wilayah lainnya.

"Datsun Rising Hope berperan dalam memberikan akses sehingga anak-anak bisa lebih mudah memperoleh buku," kata Indriani dalam penyerahan donasi secara simbolis kepada Yayasan 1001 Buku di Jakarta, Selasa (26/5).

Sementara itu, founder Yayasan 1001 Buku, Dwi Andayani, mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan melalui program penyerahan donasi buku dan mainan edukatif ini. Buku yang diperoleh, menurutnya, akan disebar ke 90 taman bacaan di bawah Yayasan 1001 Buku yang ada di wilayah Jabodetabek.

Yayasan yang berdiri pada 2002 ini merupakan organisasi kerelawanan pengelola perpustakaan anak dengan 370 taman bacaan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Ia mengungkapkan, pihaknya telah sering bekerja sama dengan berbagai pihak. Akan tetapi, donasi dua unit mobil baru kali ini diterima dari NMI.

Ke depan, mobil keliling itu akan mendistribusikan buku setidaknya sebulan sekali untuk 20-30 taman bacaan di Jabodetabek. Masing-masing akan mengantarkan sekitar 150-200 buku.

Selain NMI, program CSR dengan mendonasikan buku juga dilakukan oleh PT Trans Retail Indonesia (Transmart Carrefour). Transmart bekerja sama dengan Yayasan Yatim Mandiri untuk memberikan 1 juta buku dalam program Sejuta Buku untuk Yatim Dhuafa Indonesia.

Terhitung sejak 1-20 April lalu, Transmart berhasil mengumpulkan buku dari lima kota besar di Indonesia sebanyak 16 ribu buku. Dalam proses pengumpulan buku, seluruh konsumen Carrefour yang berkunjung ke toko dapat menyumbangkan buku untuk disalurkan kepada para kaum dhuafa. Dalam hal ini, Carrefour bergerak dalam bentuk pengumpulan buku dan mengedukasi para konsumen Transmart.

Menurut Corporate Communication General Manager PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid, kehadiran gerakan ini bertujuan untuk memberikan akses pada anak-anak, khususnya yatim dhuafa, pada bacaan yang berkualitas. "Transmart akan terlibat aktif dalam upaya positif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari," ujar Satria.

Perlu uji keterbacaan

Menanggapi berbagai program CSR dalam pengembangan minat baca, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman mengungkapkan dukungannya. Menurutnya, hal ini merupakan hal yang positif, dengan catatan, jenis buku tersebut harus tepat sasaran, yaitu sesuai target usia dan memiliki konten yang baik dan mendidik. "Buku harus sesuai dengan target grup dan merupakan buku yang dapat menginspirasi kreativitas anak," jelas Arie.

Ke depan, ia menyarankan agar perusahaan berkoordinasi dengan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah yang kompeten dalam mendistribusikan buku ke daerah pinggiran di Jakata. Ia menambahkan, kebutuhan terkait pendidikan tidak hanya buku, tetapi juga bisa melalui pelatihan guru dan pengembangan IT.

Sementara itu, Kasubdit Pembelajaran pada Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Agung Budi Susanto mengatakan, program CSR perusahaan yang bertujuan mencerdaskan bangsa dapat dilakukan melalui pemberian fasilitas pendidikan.

Namun, menurutnya, pemberian buku di taman bacaan ini harus terukur antara hasil dan tujuan. Selain itu, ia juga mengimbau agar buku bacaan telah lolos dari proses uji keterbacaan dari institusi terkait. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, jika buku bacaan tersebut diberikan kepada anak-anak. c37 ed: Setyanavidita Livikacansera

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA