Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi): Berwiraswasta Harus Dimulai Sejak Belia

Senin 20 Apr 2015 16:00 WIB

Red:

Musyawarah Nasional (Munas) XV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang berlangsung awal tahun ini berhasil memilih ketua umum baru menggantikan ketua umum sebelumnya, Raja Sapta Oktohari. Pemegang tongkat estafet kepemimpinan Hipmi kini resmi dipegang Bahlil Lahadalia. Pengusaha muda asal Papua ini menjadi pemimpin pertama Hipmi yang berasal dari kawasan timur Indonesia. Reporter Republika Aldian Wahyu Ramadhan mewawancarai Bahlil yang sudah merasakan pahit getirnya berwirausaha dari level bawah ini. Berikut petikan wawancaranya.

Berapa jumlah anggota Hipmi saat ini?

Anggota Hipmi adalah pengusaha yang berusia maksimal 40 tahun. Kalau ditanya berapa anggota dari 1972 sampai sekarang, itu sudah banyak. Tapi, kalau sudah lebih dari 40 tahun bukan lagi anggota Hipmi, sudah jadi senior Hipmi. Anggota Hipmi aktif sekarang ada sekitar 50 ribu pengusaha. Mereka tersebar di 33 provinsi dan tergabung dalam pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) dan 414 Badan Pengurus Cabang (BPC) di tingkat kabupaten. Itu Hipmi sekarang.

Dari 50 ribu anggota tersebut, berapa persen yang menjadi pelanjut bisnis orang tua?

Kira-kira 20 persen sampai 30 persen. Tapi, yang menjadi fokus saat ini lebih mengarah pada bagaimana meningkatkan gairah pemuda untuk menjadi entrepreneur. Inilah tujuan Hipmi. Hipmi ingin menciptakan generasi muda menjadi pengusaha. Memompa gairah generasi muda agar semakin hari semakin meningkat untuk berusaha. Kalau dilihat angkanya, hal ini sudah bisa dibuktikan. Sepuluh tahun lalu, jumlah pengusaha kita hanya 0,5 persen. Sekarang, sudah 1,3 persen. Walaupun masih jauh dari ideal. Idealnya, sebuah negara maju jumlah pengusahanya dua persen dari total jumlah penduduk. Kalau Singapura tujuh persen dan Malaysia 4,5 persen begitu pun Thailand.

Ini tantangan buat Indonesia?

Ya, jelas. Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha baru. Apalagi, kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Maka, salah satu strategi kita untuk menguasai market lokal adalah bagaimana memperbanyak pengusaha. Karena itu, kita harus bersinergi dengan seluruh instrumen, baik pemerintah maupun perbankan, agar terdorong terciptanya pengusaha baru. Tujuannya untuk menguatkan perekonomian nasional maupun di tingkat daerah.

Dari total jumlah anggota Hipmi, berapa persen pengusaha wanita?

Hanya 15 persen. Perlahan-lahan kita harus berupaya agar kesetaraan gender itu terjadi. Bagian dari edukasi juga ada seminar-seminar untuk para pengusaha wanita. Hipmi juga ingin meningkatkan jumlah pengusaha wanita.

Saat ini, bagaimana sinergitas dari pemerintah dan bank terhadap pengusaha muda?

Mau tidak mau harus ada terobosan regulasi dalam rangka menggairahkan dan menumbuhkembangkan minat pemuda menjadi pengusaha. Di India, salah satu strategi pemerintah untuk menumbuhkembangkan generasi baru menjadi pengusaha, ijazah D-3 atau S-1 bisa dijadikan agunan atau modal kerja. Di Indonesia harus memiliki neraca perusahaan selama tiga tahun dan memiliki aset baru bisa pinjam uang. Cara pandang kita terhadap bank berbeda dengan negara lain. Kalau negara lain, bank menciptakan pengusaha. Di sini, agak miring saya katakan. Bank tidak sungguh-sungguh untuk menciptakan pengusaha, apalagi pengusaha pemula. Alasannya, aset harus 120 persen dan rekening koran tiga tahun ke belakang. Ini kan regulasi yang dianut pada periode 1998-1999. Pada saat itu, Indonesia krisis. Seharusnya mulai sekarang regulasi itu diubah. Karena, posisi bangsa kita saat itu dengan sekarang berbeda. Pertumbuhan ekonomi sudah surplus 5,3 persen. Bahkan, dalam lima tahun ke depan ditargetkan tujuh persen. Jadi, analoginya, jangan disamakan negara yang sedang bertumbuh dengan negara yang sedang minus. Pada 1999, Indonesia kan sedang minus atau krisis moneter.

Bisa Anda gambarkan peran Hipmi mengembangkan kewirausahaan, misalnya, berapa wiraswasta yang dicetak Hipmi setiap tahun?

Kalau kita berbicara seberapa pesat peranan Hipmi dalam menciptakan wiraswasta, hari ini mari kita lihat generasi Hipmi sebelum-sebelumnya. Pelaku ekonomi nasional hampir semua adalah generasi Hipmi. Katakanlah, Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Surya Paloh, Aksa Mahmud, Jusuf Kalla, dan Soetrisno Bachir. Mereka itu generasi senior. Pada generasi tengah, ada Sandiaga Uno, Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Erwin Aksa. Pelaku ekonomi anak negeri hampir semua Hipmi. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana peran kader Hipmi dalam membangun bangsanya. Saya harus jujur, pelaku-pelaku ekonomi yang berada di daerah lebih dominan sekarang.

Misi kepengurusan Anda?

Dalam kepengurusan saya, pemuda dibagi dua variabel, yakni pemuda berbasis kampus dan tidak berbasis kampus. Pendekatan kedua variabel tersebut harus dengan cara yang berbeda. Hipmi perguruan tinggi adalah salah satu instrumen menciptakan pengusaha by design dengan cara sentuhan yang berbeda. Pengusaha di Indonesia saya menyebutknya ada dua jenis, by nasab dan by nasib. By nasab itu adalah keturunan. Pengusaha yang menjalankan hasil usaha keluarganya. Sedangkan, by nasib adalah pengusaha generasi pertama. Nah, yang kita pikirkan ke depan adalah pengusaha by design. Karena itu, menurut data, ada 80 persen sampai 90 persen mahasiswa Indonesia bercita-cita untuk menjadi karyawan. Kita harapkan ke depan para mahasiswa ini berpikir untuk menjadi pengusaha. Apalagi, dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk melakukan moratorium penerimaan pegawai negeri. Suatu saat, kalau tidak dididik sebagai pengusaha, kita akan siap seluruh perguruan tinggi menciptakan pengangguran-pengangguran intelektual.

Kedua, generasi muda yang tidak berbasis kampus. Ada yang putus sekolah, ada yang selesai sekolah. Mulai sekarang kita sudah harus memiliki pendekatan dan pola khusus bahwa mengisi dan mempertahankan kedaulatan Indonesia harus anak muda. Anak muda sebagai agen pembaru dalam segala aspek, termasuk aspek ekonomi. Sekarang ini tidak ada cara lain kalau kita menyayangi bangsa dan ingin merasakan kedaulatan ekonomi negara kita maka wajib menjadi pengusaha.

Pada zaman Abdul Latief, Hipmi sukses mengembangkan pengusaha anak negeri, bagaimana sekarang?

Saat periode 1960-1970, para pendiri Hipmi mengalami kegelisahan sebagai anak muda melihat perkembangan ekonomi bangsa yang dikuasai oleh sebagian masyarakat. Hipmi sebagai representasi anak negeri waktu itu memberikan perimbangan hegemoni kekuasaan itu. Pada prosesnya, gubernur Bank Indonesia saat itu, Rachmat Saleh, memberikan sebuah kebijakan afirmatif dalam bentuk regulasi dan kemudahan pembiayaan untuk mendukung anak-anak negeri supaya bisa berkembang. Dalam kurun sekian puluh tahun kemudian, anak-anak negeri tersebut menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Ke depan, kemampuan memproteksi kebijakan ekonomi harus didorong dengan cara-cara khusus. Negara liberal manapun pemerintahnya selalu memproteksi kepada warga negaranya yang dianggap memenuhi persyaratan untuk mengelola kekayaan negaranya.

Pengusaha pemula identik dengan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM). Apa saja kendala dalam membesarkan UKM di Indonesia?

Pada saat terjadi krisis moneter 1998, usaha yang menyelamatkan perekonomian bangsa adalah UKM. Para investor besar dan miliarder hampir semua guncang. Bahkan, ada yang lari ke luar negeri. Sampai dengan hari ini, jumlah pengusaha terbanyak adalah pengusaha UKM. Ada 98-99 persen masuk dalam UKM. Total jumlah usaha 56 juta. Nah, berapa unit usahakah yang memiliki omzet Rp 50 miliar ke atas dan yang punya aset Rp 20 miliar? Ini yang disebut usaha menengah ke atas hanya sekitar 4.000. Tetapi, mereka ini yang menggunakan penuh sumber daya pembiayaan negara. Mereka diberikan bunga hanya 12-13 persen sedangkan UMKM diberikan bunga 23 persen, seperti kredit usaha rakyat (KUR). Sudah begitu anggarannya diperkecil dari Rp 36 triliun menjadi Rp 20 triliun. Padahal, apabila bank takut kredit macet (NPL) meningkat, tinggal disiasati. Apalagi, bank-bank sekarang menjaminkan ke Askrindo. Artinya, selama membayar premi tidak perlu takut dana tidak akan kembali.

Bagaimana cara Hipmi menarik minat para mahasiswa untuk menjadi pengusaha?

Sekarang, Hipmi sudah memiliki organisasi mahasiswa, Hipmi Perguruan Tinggi sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Di kampus terdapat dua ciri, pertama, mahasiswa dengan indeks prestasi (IP) bagus cenderung diterima sebagai karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Kedua, mahasiswa yang aktif di organisasi cenderung direkrut dalam aktivis politik dan kerja-kerja sosial. Tetapi, belum ada satu laboratorium menggiring mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Karena itu, Hipmi mendirikan Hipmi Perguruan Tinggi sebagai jawaban untuk tempat berkumpulnya mahasiswa. Sekarang sudah di 20 provinsi. Target tahun ini seluruh provinsi.

Apa saja langkah untuk meningkatkan minat mahasiswa menjadi pengusaha?

Pertama, Hipmi akan mengadakan jambore Hipmi Perguruan Tinggi. Jambore tersebut bertujuan meningkatkan wawasan nasionalisme dan integritas terhadap kebangsaan mereka. Alasannya, tidak semua pengusaha cinta Tanah Air. Makanya, kita membutuhkan pengusaha yang cinta negaranya. Kedua, kita akan memberikan pembekalan kepada mereka terkait pentingnya menjadi pengusaha. Karena, mengisi pembangunan dan menjaga negara jawabannya adalah harus menjadi pengusaha. Ketiga, bagaimana mengembangkan jaringan mereka dari Sabang sampai Merauke. Karena, salah satu esensi pengusaha adalah jaringan. Keempat, kita akan ajarkan mereka bagaimana memulai bisnis.

Bagaimana cara Hipmi dalam mencarikan solusi agar para mahasiswa bisa mendapatkan modal?

Kami sedang mengatur konsepnya dengan menteri koperasi. Kita ingin mendirikan koperasi perguruan tinggi. Posisi Hipmi membantu pemerintah dalam menciptakan pengusaha untuk memastikan kepastian rekrutmen tenaga kerja. Tujuan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan. Menciptakan lapangan kerja berarti menciptakan pengusaha. Hipmi dan pemerintah mitra kerja yang strategis.

Dalam konteks permodalan, pemerintah bisa menunjuk bank khusus pengusaha pemula. Misalnya, bank-bank milik pemerintah. Karena, tidak bisa pengusaha pemula disamakan dengan pengusaha yang sudah senior. Itu sama saja menyamakan bayi dengan anak usia 12 tahun.

Hipmi baru saja diundang ke Istana Negara oleh Presiden Jokowi. Bagaimana tanggapan Anda terkait kebijakan Presiden ?

Hipmi sekarang boleh berbangga karena alumni Hipmi menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Sebagai junior terhadap senior, kami akan memberikan saran-saran dan pemikiran untuk memajukan perekonomian bangsa. Semisal, Hipmi diminta untuk menggunakan mata uang rupiah dalam transaksi bisnis. Hipmi telah meneriakkan itu. Bahkan, Hipmi ikut mendorong penggunaan rupiah. Hipmi berpandangan rupiah bukan hanya sebagai alat tukar, melainkan juga sebagai simbol harga diri bangsa. Karena, salah satu persyaratan mendirikan bangsa harus memiliki mata uang. ed: Eh Ismail

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA

Profil Bahlil Lahadalia

Nama Lengkap     : Bahlil Lahadalia

Tangga Lahir     : 7 Agustus 1976

Pendidikan         :

-    S-1 Manajemen Keuangan di Universitas Cendrawasih

Organisasi         :

-    Bendahara Umum PB HMI

-    Pengurus BPC Hipmi

-    Wakil Bendahara BPD Hipmi Papua

-    Ketua BPD Hipmi Papua

-    Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti BPP Hipmi

Usaha            :

-    PT Bersama Papua Unggul

-    PT Dwijati Sukses

-    PT Rifa Capital yang merupakan holding dari beberapa usahanya yang lain, seperti PT Ganda Nusantara (shipping), PT Pandu Selaras (gold mining), dan PT MAP Surveilance (pertambangan nikel)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA