Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Solusi KPR Bagi Pelaut

Selasa 02 September 2014 08:20 WIB

Red: Indira Rezkisari

Rumah KPR

Rumah KPR

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, Selamat pagi, saya seorang pelaut. Umur saya 33 tahun. Gaji saya sekitar Rp 12 juta. Saya pernah dua kali mengajukan KPR tapi ditolak. 

Saya banyak mendengar cerita beberapa teman yang sama-sama pelaut juga ditolak pengajuan KPR-nya. Pertanyaan saya, apakah penolakan KPR tersebut karena alasannya saya berprofesi sebagai pelaut?

Mohon solusinya, Pak. 

Terimakasih.

Azhar Fauzi  

Jawaban WF 19

Selamat Pagi juga Pak Azhar Fauzi,

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah salah satu produk dari perbankan yang hari ini menjadi solusi bagi orang-orang yang belum punya dana cukup untuk membeli rumah secara tunai (cash). Karena kemudahan dari syarat-syaratnya, maka pihak bank makin selektif untuk menyetujui suatu pinjaman.

Jika saya ibaratkan seperti orang yang mau melamar suatu pekerjaan, maka ada dua sisi cara pandangnya. Sisi si pelamar dan sisi si penerima lamaran, dalam hal ini pihak bank sebagai lembaga yang memiliki dana.

Jika melamar pekerjaan dilihat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang memiliki rekam jejak bagus, maka dalam mengajukan kredit, yang dilihat adalah rekam jejak keuangan Anda yang diperhatikan. Riwayat keuangan inilah yang menjadi dasar kepada bank, apakah akan mengabulkan permintaan kredit atau tidak.

Standar umum yang digunakan pihak bank, sejak saya berkarier di dunia perbankan dari tahun 2002 hingga sekarang saya menjadi Motivator Keuangan, adalah 5 C’s of credit, yakni :

1.    Character

Karakter adalah bagaimana perilaku Anda sebagai seorang peminjam.  Informasi standarnya ada di Sistem Informasi Debitur yang dikelola oleh Bank Indonesia.  Di kalangan perbankan lebih dikenal sebagai Proses BI Checking. Jadi seluruh riwayat atau catatan Anda yang terkait dengan dunia perbankan akan dilihat sebagai pengecekan awal, apakah Anda termasuk orang yang punya itikad baik untuk membayar pinjaman atau tidak.

2.    Capacity

Jika ingin melihat isi kantong dari seseorang dalam keluarga, lihatlah dari alokasi utangnya.  Jika total semua utang (utang rumah, utang kartu kredit, utang kendaraan, uutang telepon genggam dan lainnya) melebihi batas 35 persen dari satu pendapatan rutin saja, maka bisa dipastikan pinjaman Anda akan di tolak.

3.    Collateral

Semakin tinggi nilai agunan yang Anda berikan untuk sebuah pinjaman, maka semakin besar poin penilaian untuk Anda.  Karena pada dasarnya, pihak bank tidak mau rugi dengan uang yang dipinjamkannya.

4.    Conditions

Kondisi dan syarat disini menyangkut kebijakan dari masing-masing bank. Antara satu bank dengan bank lainnya biasanya berbeda.  Tetapi minimal ada tiga pokok yang sama, yaitu tenor maksimal yang bisa dipinjamkan, Usia minimal untuk mendapatkan kredit dan jumlah pinjaman minimal.

5.    Capital

Selain kemampuan untuk membayar, berapa jumlah aset investasi yang telah dimiliki saat ini juga menjadi faktor penentu.  Semakin banyak saldo tabungan, deposito dan aset Investasi lainnya akan memperbesar kemungkinan Anda mendapatkan fasilitas pinjaman.

Nah, sekarang terkait pertanyaan Anda, “Apakah karena alasan pelaut pengajuan KPR di tolak?"

 

Seluruh proses pengajuan pinjaman, setelah melihat kelengkapan dan terpenuhinya syarat oleh pihak bank, akan masuk ke bagian Credit Analyst (analis kredit), merekalah yang menjadi ‘penentu’ lolos tidaknya suatu kredit. Selain memiliki pengetahuan tentang pekerjaannya, mereka juga dibekali keterampilan menganalis suatu kondisi, yang dinamakan Risk Management dari suatu proposal.

Seperti :

1.    Mampu, tapi tidak bankable, yaitu kuat secara finansial tapi pernah lalai mencicil utang di suatu bank atau objek kredit lainnya

2.    Mampu, tapi berada di luar wilayah Republik Indonesia. Misalnya karena berbisnis atau bekerja di luar negeri dalam jangka waktu yang lama

3.    Mampu, tapi tidak disiplin menyisihkan dana untuk DP dan angsuran KPR.  Dan secara jangka waktu yang cukup lama, penghasilannya tidak bisa diprediksi (apakah karena outsourcing/kontrak atau jenis resiko pekerjaannya)

4.    Mampu tapi tidak siap secara dokumen lengkap yang diminta pihak bank

5.    Mampu tapi masuk kategori pekerjaan atau usaha yang menurut pihak bank terlalu beresiko jika bank mengucurkan kreditnya.

Dikarenakan setiap bank memiliki kebijakan berbeda-beda, maka paling tidak Anda harus mampu dan memenuhi syarat yang ditentukan.

Berikut 6 tips terkait agar pinjaman Anda disetujui oleh bank :

1.    Aktifkan kembali rekening tabungan dan giro Anda

Untuk Anda yang berpenghasilan tetap dan sudah terkoneksi dengan sistem perbankan, isi rekening Anda mencerminkan perilaku Anda. 

Bagi Anda yang tidak tetap penghasilannya dan malas menyetorkan penghasilan atau gaji ke bank, mulai sekarang harus rajin untuk menyetorkan ke bank.  Pada dasarnya, transaksi debit atau kredit di rekening bank merupakan dasar dan bukti kuat bagi bank dalam memverifikasi dan menganalisis kondisi keuangan Anda sebenarnya.

Di sinilah fungsi Check and Balance dari pihak bank.

Kejujuran Anda disini menjadi parameter kesuksesan Anda dalam mengatur dan mengelola keuangan Anda.

2.    Periksa kembali kelancaran utang-utang Anda saat ini

Jika Anda memiliki sejarah kredit macet di suatu bank di masa lalu, baik pinjaman atau kartu kredit, maka pastikan bahwa masalahnya telah selesai. Yang tentunya bisa dibuktikan dengan dokumen tertulis.

3.    Memperkecil utang Anda

Semakin kecil utang Anda, maka tingkat disetujuinya pinjaman Anda semakin besar

4.    Mempersiapkan data-data pendukung

Siapkan semua data utama dan pendukung serta persyaratan yang diinginkan oleh pihak bank.

5.    Menggunakan nama isteri yang bekerja dan mendapatkan penghasilan secara rutin

Jika Anda tidak layak menurut pihak bank, coba dengan menggunakan nama isteri.  Cicilan dan DP (Down Payment)-nya mungkin akan lebih besar (yang penting sesuaikan kemampuan) tetapi menjadi nilai plus di mata pihak bank

6.    Gunakan emas logam mulia sebagai penghancur utang

Jika rata-rata kenaikan normal emas logam mulai antara 15-25 persen per tahun (2 tahun terakhir kondisinya tidak terlalu baik), sementara bunga KPR berkisar 9-11 persen (bank syariah) dan tergantung bentuk bunganya : KPR bunga floating, KPR bunga fixed jangka pendek-umumnya hingga 3 tahun lalu floating, KPR bunga fixed maksimal 15 tahun atau KPR multiguna), maka  emas sebagai penghancur utang, dengan selisih kenaikan normal bisa diambil alternatifnya.

Untuk KPR seperti tips di atas, sebaiknya Anda juga menanyakan apakah saya bisa melakukan pelunasan sebagian atau pelunasan 100 persen dipercepat tanpa terkena pinalti?

Jawabannya harus ‘BISA’, karena itu adalah hak Anda agar bisa punya niat untuk bebas hutang (DEBT FREE).

Di luar dari KPR, ada baiknya Anda mencari investor yang mau membiayai atau menalangi calon rumah Anda tanpa harus menambah pokok pinjaman.

Selamat mendapatkan rumah idaman!

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

twitter.com/h4r1soulputra

www.p3kcheckup.com

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA