Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

Tuesday, 13 Rabiul Awwal 1443 / 19 October 2021

80 Persen Penduduk Indonesia Belum Melek Finansial

Jumat 04 Aug 2017 16:35 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Tabungan.

Tabungan.

Foto: Flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tema seputar keuangan masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan di tengah keluarga Indonesia. Padahal, keterbukaan dalam berbicara mengenai keuangan dapat mendorong terjadinya edukasi finansial yang memang diperlukan sejak dini.

"80 persen penduduk Indonesia belum sadar mengenai keuangan," terang Direktur Retail Banking Permata Bank Bianto Surodjo saat ditemui dalam Wealth Wisdom: 3 Seasons of Wealth di Jakarta.

Salah satu cerminan dari rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap masalah keuangan dapat terlihat pada rendahnya angka generasi muda yang memiliki rekening tabungan di bank. Survei menunjukkan hanya 19 persen dari generasi muda di Indonesia yang sudah memiliki rekening tabungan.

Kesadaran keuangan yang rendah juga tercermin dalam kecenderungan masyarakat mengelola uang mereka. Survei menunjukkan bahwa 57 persen orangtua menghabiskan uang untuk membelikan anak mereka hal-hal yang sebetulnya tidak diperlukan.

Melihat kecenderungan ini, Bianto mengatakan kesadaran akan keuangan dan pengelolaan kekayaan perlu dimiliki oleh tiga kelompok usia paling krusial di Indonesia. Ketiga kelompok tersebut adalah Millennials (18-30 tahun), Dreamers (30-50 tahun) dan Legacy (di atas 50 tahun).

Masing-masing kelompok usia ini memiliki kebutuhan dan tantangan pengelolaan keuangan yang juga berbeda. Pada kelompok Millennials misalnya, fokus dan kebutuhan mereka masih lebih kepada eksistensi dan penerimaan sosial. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, kelompok Millennials dihadapkan pada pendapatan yang masih terbatas karena mereka baru memasuki dunia pekerjaan.

Pada kelompok Dreamers, fokus dan kebutuhan mereka sudah mencakup hal yang lebih luas, seperti mencukupi kebutuhan keluarga dan meningkatkan standar hidup. Secara umum, kelompok ini sudah memiliki pendapatan yang jauh lebih baik akan tetapi mereka juga dihadapkan pada pengeluaran yang lebih banyak.

"Punya tantangan, gaji meningkat tapi cicilan juga," sambung Bianto.

Sedangkan kelompok Legacy cenderung lebih fokus terhadap apa yang bisa mereka wariskan untuk keturunan mereka di masa mendatang. Pengelolaan keuangan yang baik harus diterapkan sejak dini agar di masa ini mereka memiliki kemampuan finansial yang baik dan sesuatu yang bisa diwariskan untuk generasi selanjutnya.

Untuk memberi pemahaman pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi ketiga kelompok usia ini, Permata Bank menggelar Wealth Wisdom keempat dengan mengangkat tema 3 Seasons of Wealth. Dalam konferensi yang digelar pada 2-3 Agustus di Ritz Carlton Pacific Place ini, Permata Bank memberi edukasi mengenai pemahaman akan makna kekayaan yang tak hanya berkutat pada materi saja.

Dalam konferensi ini, ada 20 seminar yang akan digelar dengan melibatkan 45 pembicara dari berbagai bidang profesi. Seluruh pembicara akan membahas beragam isu yang relevan untuk tiap generasi. Beberapa pembicara tersebut di antaranya adalah Billy Boen, Najwa dan Quraish Shihab, Ernest Prakasa, Hamish Daud hingga Michael Essien.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA