Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Punya Banyak Utang, Wajibkah Berzakat Mal?

Rabu 02 Jan 2013 15:08 WIB

Red: Miftahul Falah

Punya Banyak Utang, Wajibkah Berzakat Mal?

 

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya ingin tanya mengenai kewajiban zakat mal, jika seseorang menerima uang lebih dari nisab zakat sebesar 83g emas, akan tetapi orang tersebut masih mempunyai kewajiban membayar sejumlah utang. Pertanyaannya, berapa jumlah zakat mal yang harus dibayarkan? 2,5% dari penerimaan uang sebelum dipotong untuk membayar utang-utang? Atau 2,5% setelah dipotong untuk membayar utang (belum mencapai nisab zakat sebesar 83g emas)? Demikian, pertanyaan saya. Mohon penjelasannya. Terima kasih atas perhatiannya.


Salam


Aryo Wicaksono



Jawaban:

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Mas Aryo yang dirahmati Allah, terdapat beberapa kemungkinan jawaban dari pertanyaan Bapak terkait utang yang dimaksud. Terdapat dua jenis utang: Pertama, utang pokok yaitu utang yang dibutuhkan oleh kita dan keluarga. Jika tidak berutang, maka akan membahayakan diri dan keluarga. Misalnya, utang untuk berobat atau operasi, memperbaiki rumah yang akan rubuh dan membahayakan.

Kedua, utang non pokok adalah utang yang sebenarnya. Yaitu, jika tidak berutang tidak sampai membahayakan diri dan keluarga serta masih ada alternatif solusi jika tidak berutang. Misalnya, utang untuk membeli rumah mewah yang berlebihan dari keperluannya. Namun, ada yang mengategorikan berutang untuk membeli rumah pertama termasuk utang pokok, sementara pembelian rumah kedua, atau untuk investasi termasuk utang non pokok. Akan tetapi, pendapat ini dapat disalahgunakan seseorang yang sengaja membeli rumah pertama dengan berutang milyaran rupiah padahal jumlah anggota keluarga hanya tiga orang saja.

Utang pokok dapat mengurangi objek harta yang terkena zakat, sementara non pokok tidak. Dengan demikian, objek harta yang terkena zakat setelah dikurangi utang pokok dan tidak mencapai syarat nisab maka tidak perlu dikeluarkan zakat.

Sementara, jika utangnya berupa utang non pokok, maka tetap harus dikeluarkan zakatnya, karena dianggap tidak menjadi pengurang. Insya Allah, dengan izin dan atas kuasa Allah, Ia akan memudahkan pelunasannya. Zakat yang dikeluarkan adalah sebesar 2,5% dan mencapai nisab setara 85g emas, bukan 83g. Wallahua'lam bishshowab.


Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.


Laily Dwi Arsyianti
Program Studi Ekonomi Syariah Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB

 Diasuh oleh Program Studi Ekonomi Syariah Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPBFakultas Ekonomi Manajemen IPB 
Kirimkan pertanyaan Anda ke syariah@rol.republika.co.id

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA