Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Kenapa, Ya, Telinga Anak Berair?

Rabu 19 Feb 2014 08:58 WIB

Red: Indira Rezkisari

Kenapa, Ya, Telinga Anak Berair?

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->REPUBLIKA.CO.ID, Dok,mau bertanya kenapa anak saya (4) telinganya berair lagi? Sebelumnya pernah saat umurnya 2 tahun tapi sudah sembuh. Obat apa untuk mengatasinya? Terima kasih

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> Aang Sugiarto

 

Jawaban:

Halo Pak Aang,

Telinga berair pada anak-anak selain disebabkan infeksi pada liang telinga, biasanya tersering disebabkan karena Otitis Media. Ini merupakan tipe infeksi telinga yang paling umum pada anak, terjadi paling sering antara umur 6 bulan dan 24 bulan.

Sekitar 75 persen dari anak-anak mengembangkan otitis media pada saat mereka berumur 3 tahun. Separuh dari anak-anak ini mendapat tiga kali atau lebih infeksi-infeksi telinga selama waktu ini, menurut National Institutes of Health.

Pada Otitis Media terjadi peradangan dan penumpukan cairan di dalam telinga tengah. Jika terdapat cukup bakteri berkembang di area ini, cairan dapat menjadi terinfeksi.

Bila dibiarkan tak terawat, infeksi telinga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, yaitu pecahnya gendang telinga. Dapat terjadi ketika gendang telinga berlubang disebabkan oleh tekanan cairan di dalam telinga tengah.

Setelah pecah, cairan mengalir keluar dari kanal telinga, membebaskan tekanan dan nyeri di dalam telinga tengah. Gendang telinga yang pecah diharapkan dengan kemampuan tubuh dalam self healing, prosesnya bisa menutup kembali dalam waktu 2 bulan.

Namun bila dalam 2 bulan tidak menutup, kecil kemungkinannya akan menutup spontan tanpa melalui operasi bedah mikro untuk memperbaiki gendang telinga (Tympanoplasty).

Hal ini dikarenakan gendang telinga yang sudah pecah merupakan faktor risiko untuk terjadinya infeksi telinga berulang. Dapat dilakukan pencucian telinga di poli THT dan pemberian antibiotika adekuat yang sesuai dosis dan dihitung berdasarkan berat badan, sehingga nanah berkurang dan diharapkan gendang telinga dapat menutup kembali.

Anak dalam masa pertumbuhan bicara, apabila mengalami infeksi telinga kronis yang tidak teratasi dengan baik akan berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbicaranya.  

Infeksi telinga dalam (labyrinthitis) dapat mempengaruhi keseimbangan dan berakibat pada suatu sensasi pusing berputar (vertigo). Karena itu penting untuk mengobati infeksi telinga dengan segera dan memastikan bahwa cairan di dalam telinga menghilang serta pendengaran kembali normal.

Terlepas dari apapun jenis radang telinga yang anak Anda derita, sebaiknya konsultasi langsung dengan dokter THT untuk dapat dilakukan deteksi dini. Sekaligus pengobatan yang tepat demi mencegah komplikasi yang dapat timbul.

Penanganan yang tepat terutama pada anak-anak dapat mencegah tuli permanen yang tentu mengganggu masa depan mereka. Salam.

dr Selfiyanti Bimantara Mkes, SpTHT-KL

Spesialis THT di RS Meilia Cibubur

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA