Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Tema Ultah Fred Perry 60 Tahun: Subkultur

Rabu 12 Dec 2012 23:36 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Perayaan ultah Fred Perry

Perayaan ultah Fred Perry

Foto: warriors

REPUBLIKA.CO.ID,Tepat pada 28 November 2012 lalu, Fred Perry merayakan 60 tahun perjalanan label fashion mereka. Tema ulang tahun kali ini adalah “60 Years of Rebellion”.  

Fred Perry merupakan sebuah label fashion yang lahir di negeri Inggris. Fred Perry bukanlah sekedar label biasa seperti brand lain. Label fashion ini memiliki latar belakang histori subkultur yang sangat kuat di negeri asalnya hingga mewabah ke hampir belahan dunia.

Awal label ini berdiri bermula dari sebuah penemuan karet pergelangan lengan polo shirt untuk mencegah keringat turun ke lengan. Saat itu penemuan karet ini merupakan inovasi dalam kostum olah raga tennis.

Fred Perry diambil dari nama petenis lapangan dan tenis meja legendaris Inggris yang banyak meraih prestasi dalam sejarah tenis Inggris, mulai dari Grandslam hingga Wimbledon yang kemudian diabadikan sebagai label busana oleh seseorang yang sangat mengagumi Fred.

Pada tahun 60an Fred Perry banyak dipakai oleh pemuda kelas pekerja yang menamakan jati diri mereka sebagai Modness yang kini lebih familiar dengan nama Mods yang digunakan untuk mengidentifikasikan Modernisme pada saat itu.

Mereka merupakan pengendara skuter buatan Italia seperti Vespa dan Lambretta yang sangat memperhatikan penampilan mereka. Atas dasar permintaan masif akan polo shirt Fred Perry, label busana inipun semakin menjawab permintaan akan warna dan desain yang lebih variatif.

Button-down shirt, knitwear, Harrington jacket hingga sepatu Fred Perry memiliki desain yang sangat khas dan tidak pernah habis dimakan waktu. Perjalanan Fred Perry bersama subkultur pemuda di Inggris pun dimulai dan terus berkembang seiring jalannya waktu hingga menjadi salah satu brand fashion yang sangat penuh prestige dan pride bagi secnester dan hipster kaum urban.

Malam itu di Lucy in The Sky yang terletak dikawasan SCBD dari berbagai kalangan yang hampir semua sangat mengerti latar belakang Fred Perry hadir berdasarkan undangan. Venue dengan art dekorasi yang minimalis ini sangat menonjolkan karakter khas Fred Perry dan disediakan sebuah meja pingpong yang berlogokan karangan bunga laurel khas Fred Perry.

Undangan dihadiri artis-artis ibukota, musisi, fashion desainer, model, media, bahkan scenester ibukota termasuk Warriors Jakarta. Hiburan yang dibuka oleh lantunan musik Northern Soul, Mod Tunes, 60s Reggae menyambut hadirnya para undangan yang semakin malam makin meramaikan venue.

Movie screening dari film dokumenter tentang subkultur Inggris pun membuat para undangan fokus memperhatikan sejarah dimulainya subkultur Inggris yang terus melekat dengan Fred Perry. Mulai dari era Teddy Boys, Mods, Skinheads, Rude Boys, Punk Rock, hingga era Brit pop invasion.  Dilanjut dengan penampilan The Authentics yang menyuguhkan beat Ska-rocksteady sanggup membuat para undangan untuk berdansa hingga bermoshing ria.

The Citizens sebuah band indie rock asal Inggris pun turut meramaikan acara tersebut. Band ini merupakan brand ambassador dari Fred Perry.

Meskipun lagu-lagu dari The Citizens ini belum cukup familiar di kuping para pengunjung namun permainan dan penampilan rapih mereka plus sound system yang sangat mereka kuasai mampu membius para undangan untuk menggerakkan kaki dan kepala mereka.

Klimaks dari perayaan “60 Years of Rebellion - Fred Perry” ini adalah penampilan dari DJ Anton Wirjono dari Future 10 dengan set list lagu dan musik Ska, Brit pop, Indie, 60s Mod Rocks, Brit Rave Anthems yang diputar sangat mewakili masing-masing era subkultur ini dan menutup dengan indah pesta 60 Tahun perjalanan Fred Perry bersama Subkultur.

Oleh : Ukien Bstrd

Sumber : Warriors
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA