Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Bara Semangat Sumpah Pemuda dari Kuala Lumpur

Selasa 30 Oct 2012 11:36 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

ppi

ppi

Foto: ppi

REPUBLIKA.CO.ID,KUALALUMPUR -- Indonesia Raya bergemuruh dari salah satu sudut Kuala Lumpur, Ahad (28/10) pagi waktu Malaysia. Sekitar seratus pelajar Indonesia di Malaysia menyanyikannya dengan khidmat. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menitikkan air mata.

Pagi itu, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Perhimpunan Pelajar Indonesia di International Islamic University Malaysia (PPI IIUM) mengadakan upacara pelantikan pengurus untuk masa jabatan 2012/2013 di Aula Hassanudin, KBRI Kuala Lumpur. Dilantik dalam upacara ini, Zulhilmi bin Zulkifli – Ketua PPI IIUM terpilih beserta jajarannya.

Acara dihadiri langsung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, Prof Rusdi. Dalam sambutannya, Prof Rusdi menegaskan, “Peran pelajar Indonesia di luar negeri sangatlah krusial. Apa yang mereka lakukan, itulah yang akan menjadi citra bangsa Indonesia. Sehingga sebuah keharusan bagi pelajar Indonesia di seluruh dunia untuk berperan aktif dan positif, mengharumkan nama Indonesia.”

Disebutkan pula, pelajar dan pemuda Indonesia di Malaysia sejauh ini sudah berpartisipasi dalam proses tersebut. Tercatat, ratusan putra bangsa yang berprestasi sebagai mahasiswa maupun dosen dan peneliti di sepenjuru Malaysia. Di bidang sosial mereka juga berperan, salah satunya melalui pelatihan bahasa Inggris dan komputer kepada para TKI. Diharapkan, kerja cemerlang tersebut semakin lengkap dengan kontribusi PPI. “Jangan salah, pelajar Indonesia itu pelajar paling berani sedunia. Pelajar Malaysia misal, mana mau mereka kuliah di luar negeri jika tanpa beasiswa. Pelajar kita? Yang penting bisa masuk dulu, urusan biaya urusan belakangan. Makanya banyak pelajar Indonesia yang nyambi ngajar ngaji, jualan makanan, bahkan nyopir taksi, jadi harus berprestasi lah!” kelakar Prof Rusdi, disambut tawa khalayak yang hadir.

Acara terasa lebih monumental dengan turut diikrarkannya Sumpah Pemuda PPI se-Dunia  oleh Sekjen PPI Malaysia, Stevadi Zaki Halim, di penghujung acara. Sumpah itu sendiri bukan upaya mengubah Sumpah Pemuda yang pernah dibacakan di Jakarta 28 Oktober 1928, tetapi upaya pelajar Indonesia sedunia mengkritisi kondisi bangsa.

penulis: Bastian Hidayat (Pengurus PPI IIUM 2012/2013)

Rubrik ini bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA