Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

PPI Belanda Dukung KPK

Rabu 17 Oct 2012 12:21 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

 Aktivis dari berbagai LSM mendatangi KPK menyatakan dukungannya kepada KPK, Jakarta, Jumat (5/10) malam.

Aktivis dari berbagai LSM mendatangi KPK menyatakan dukungannya kepada KPK, Jakarta, Jumat (5/10) malam.

Foto: Widodo S.Jusuf/Antara

REPUBLIKA.CO.ID,DEN HAAG -- Sekjen Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda 2012-2013, mengeluarkan pernyataan sikap. PPI Belanda mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lembaga yang didirikan dari perjuangan reformasi ini memiliki legitimasi yang kuat dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Dukungan yang diberikan kepada KPK ini merupakan bentuk aksi moral yang juga akan menguatkan aksi-aksi moral terhadap KPK di Indonesia. Pada pertemuan tersebut sekitar 60 mahasiswa Indonesia di Belanda yang berasal dari 14 PPI Kota di Belanda berkumpul dan menyuarakan dukungannya dalam bentuk video.

Video berdurasi 1 menit 27 detik dan telah dilihat oleh lebih dari 1400 pengunjung ini dapat dilihat pada tautan berikut : http://www.youtube.com/watch?v=n16cDUopfB0

Dalam video ini, puluhan mahasiswa Indonesia di Belanda menyanyikan lagu "maju tak gentar" sebagai simbol atas dukungan perjuangan melawan korupsi. PPI Belanda akan selalu berada dalam lingkaran perjuangan melawan korupsi, dan kita selalu maju tak gentar membela kebenaran.

PPI Belanda juga menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap KPK sebagai institusi maupun anggota KPK dan mendesak Presiden untuk tegas dalam perjuangan melawan korupsi sebagaimana komitmen yang telah beliau utarakan di tahun 2009.

Dukungan PPI Belanda ini mewakili 1500 mahasiswa Indonesia di Belanda serta suara masyarakat Indonesia di Belanda. Selamatkan KPK, Selamatkan Indonesia



Rubrik ini bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia

sumber : ppi
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA