Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

CLC Purbalingga Gelar Pelatihan Video Dokumenter Warga

Selasa 26 December 2017 19:39 WIB

Red: Hazliansyah

Pelatihan video dokumenter warga oleh CLC Purbalingga

Pelatihan video dokumenter warga oleh CLC Purbalingga

Foto: dok: CLC Purbalingga

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Gadis desa berparas cantik itu memilih repot mengangkat tripod dan kamera kesana-kemari kemudian menempatkan tripod dan kamera  demi mendapatkan hasil gambar yang baik. Biasanya, menjadi seorang kamerawan merupakan pilihan kaum lelaki.

 

“Saya memang suka di depan kamera, karenanya dalam kesempatan pelatihan membuat video ini, saya ingin ada di belakang kamera, agar tahu bagaimana cara menghasilkan gambar yang bagus. Ternyata tidak mudah, butuh berlatih serius dan terus menerus,” ujar Yuke Septiana Ida Lidiawati.

 

Selama dua hari, Sabtu-Ahad, 23-24 Desember 2017, Yuke dan teman-teman sesama anak muda Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga mengikuti Pelatihan Video Dokumenter Warga terkait potensi desa dengan fasilitasi CLC Purbalingga. Pelatihan itu dalam rangkaian Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa dan Masyarakat.

 

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Desa Bumisari sekaligus Ketua Panitia Pelatihan, Puji Kuat Pambudi mengatakan, masuknya internet ke desa mempermudah warga mengakses video-video potensi desa lain yang bisa dikembangkan dan dikabarkan kepada warga secara lebih luas.

“Untuk itu, kami menilai penting dan perlu melatih warga desa terutama pemuda membuat video potensi desa kami,” terangnya.

 

Pada hari pertama pelatihan video, teori memproduksi video dokumenter diberikan hingga peserta yang berjumlah sekitar 15 pemuda dibagi menjadi tiga kelas. Tiga kelas yaitu, kelas penulisan skrip dan manajemen produksi, kelas tata kamera, dan kelas tata gambar atau editor.

 

Hari kedua, mulai materi praktik pengambilan gambar berdasarkan skrip yang dihasilkan peserta pada kelas penulisan skrip. Ada tiga skrip potensi desa yang dihasilkan yaitu tentang produk Mini Nopia, Curug Dhuwur, dan Dames.

 

Kepala Desa Bumisari Susilo Wardoyo mengatakan, pihak pemerintah desa sangat mendukung dan mengapresiasi adanya pelatihan video dokumenter ini.

“Dengan banyaknya dana desa sekarang ini, harapannya mampu digunakan sebaik-baiknya terlebih melibatkan peran serta anak muda agar dapat turut serta dalam pembangunan desanya,” jelasnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA