Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Komma Tanam Mangrove di Hari Peduli Sampah Nasional

Rabu 22 Feb 2017 20:24 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Hazliansyah

Kawasan wisata mangrove.

Kawasan wisata mangrove.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 21 Februari 2005, publik di negeri ini sempat dihebohkan oleh tragedi longsor sampah yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Kota Cimahi, Jawa Barat. Menurut catatan, ada 156 korban yang tewas akibat insiden tersebut. Berangkat dari peristiwa 12 tahun silam itulah, pemerintah kemudian menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Tahun ini, ada berbagai macam cara yang dilakukan masyarakat Ibu Kota untuk memperingati HPSN 2017. Salah satunya lewat aksi menanam 5.000 bibit mangrove di salah satu kawasan pesisir utara Jakarta, Selasa (21/2) kemarin. Aksi yang melibatkan ratusan peserta itu diprakarsai oleh Komunitas Mangrove Muara Angke (Komma), bekerja sama dengan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) Unit Muara Karang.

Pendiri Komma, Noviansyah mengatakan, kegiatan menaman bibit mangrove dilakukan di pinggir pantai Muara Angke Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Aksi tersebut melibatkan 200 peserta lebih.

"Sebanyak 120 orang di antaranya adalah siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Nurul Bahri Muara Angke," ujarnya kepada Republika.co,id, Selasa (21/2).

Noviansyah menuturkan, aksi diawali dengan membersihkan sampah di kawasan pinggir laut Muara Angke pada pagi hari. Beberapa lembaga pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat pun turut diundang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Karang Taruna Kelurahan Pluit, Lurah Pluit, Camat Penjaringan, serta Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta.

Setelah selesai membersihkan pantai, barulah kegiatan dilanjutkan dengan menanam 5.000 bibit mangrove di lokasi yang sama. Menurut Noviansyah, tujuan aksi kali ini memang untuk menyelamatkan ekosistem di Muara Angke. Pasalnya, selama ini Muara Angke termasuk salah satu kawasan yang paling sering terdampak arus sampah dari berbagai penjuru yang bermuara di laut Jakarta.

"Meski penanaman mangrove kemarin berlangsung di bawah guyuran hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat kami. Harapan kami malah semakin besar bahwa ekosistem Muara Angke bisa dipulihkan tanpa harus melakukan reklamasi di kawasan Teluk Jakarta," kata Noviansyah.

Dia menjelaskan, aksi menanam bibit mangrove sendiri sebenarnya telah dilakukan Komma bersama PT PJB Unit Muara Karang sejak 2014. Menurut catatan, ada 12 ribu bibit mangrove dari berbagai jenis yang sudah mereka tanam di kawasan Muara Angke sampai saat ini.

General Manager PT PJB Unit Muara Karang, Didik Triwanto mengatakan, penanaman 5.000 bibit mangrove pada HPSN tahun ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang ia pimpin terhadap kelangsungan ekosistem di Muara Angke. Dia pun menegaskan, sebagai BUMN yang selama ini menyuplai pasokan listrik untuk warga Jakarta, PT PJB selalu berupaya mendukung kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional mereka.

"Kami menginginkan masyarakat Ibu Kota tidak hanya merasakan manfaat dari pembangkit yang kami sediakan, tetapi juga manfaat dari lingkungan yang terjaga kelestariannya," ujar Didik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA