Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Upaya UI Menuju World Class University

Kamis 08 February 2018 01:00 WIB

Red: Agus Yulianto

Kampus Universitas Indonesia (UI)

Kampus Universitas Indonesia (UI)

Foto: id.wikipedia.org
Pemeringkatan UI GreenMetric of World University Rankings dilandasi tiga filosofi.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Feru Lantara *)

Universitas Indonesia (UI) bertekad terus untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang mumpuni di asia maupun tingkat dunia dengan melakukan berbagai upaya peningkatan berbagai bidang. Langkah itu pun sudah ditunjukkan UI yang pada 2017, peringkatnya naik ke posisi 277 di jenjang dunia. Padahal, pada 2016 masih berada pada peringkat 325, atau naik sebanyak 48 poin. Peringkat ini berdasarkan penemuan lembaga pemeringkat bergengsi dunia Quacquarelli Symonds (QS).

Untuk tingkat Asia, posisi UI juga meningkat 13 poin dalam jajaran top 100 Asia dengan menduduki peringkat ke-54 pada 2017 atau naik dari peringkat ke-67 pada tahun 2016. Secara nasional kampus berjuluk 'We Are The Yellow Jacket' ini, pada 2017, berhasil mempertahankan posisinya menjadi universitas terbaik di Indonesia selama enam tahun berturut-turut dari lembaga pemeringkat bergengsi dunia Quacquarelli Symonds (QS) tersebut.

Hasil pemeringkatan ini menegaskan kembali akan pengalaman atau expertise UI sebagai Universitas terbaik bangsa pada bidang Sosial Humaniora, Kesehatan dan Sains Teknologi. Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, pencapaian UI merupakan hasil kerja keras segenap sivitas akademika UI.

Pemeringkatan ini sangat baik dalam mendukung langkah perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan reputasi semata. Melainkan juga, berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang bermutu dan relevan dengan tantangan nasional serta global.

"Idealnya perguruan tinggi memiliki tanggung jawab utama adalah membentuk sumber daya manusia berintelektualitas tinggi, berbudi luhur dan mampu bersaing secara global," kata Rektor.

UI tetap menggencarkan pelaksanaan konferensi internasional guna memacu pengembangan budaya riset dan inovasi serta meningkatkan jumlah publikasi jurnal ilmiah internasional. UI juga fokus pada pengembangan riset dan inovasi yang berbasis pada pemberian solusi atas permasalahan bangsa.

Pada perhitungan yang dilakukan oleh tim QS, pada 2017, UI mengalami peningkatan signifikan pada performa International Faculty. Sedangkan dalam upaya internasionalisasi, UI menambah jumlah dosen asing dan peneliti asing untuk dapat memberikan pendidikan kepada mahasiswa UI serta memberikan pengalaman kepada dosen UI untuk mengajar di universitas asing mitra UI di luar negeri.

Setidaknya hingga pertengahan 2017, terdapat 1.588 tenaga akademisi yang pernah hadir ke UI untuk menjadi dosen, dosen tamu, peneliti tamu dalam rangka berbagi wawasan (sharing knowledge) kepada sivitas akademika UI.

UI akan gencar melakukan peningkatan mutu pengajaran, pengabdian masyarakat serta terlibat dalam penelitian mutakhir untuk turut berperan menghasilkan lulusan unggul untuk menciptakan nilai kompetitif dan keunggulan bangsa ini. Berdasarkan survei yang telah dilakukan tim intellegence unit QS terhadap para pimpinan perusahaan, lulusan UI berkompeten, inovatif serta efektif di dalam bekerja dan mengimplementasikan keilmuannya.

Pemeringkatan dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2017/2018 terhadap lebih dari 959 perguruan tinggi di 84 negara yang diumumkan pada Kamis (8/6) melalui situs https://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2018. Pada perhitungan yang dilakukan oleh tim QS, UI memiliki sejumlah keunggulan pada reputasi lulusan universitas dan reputasi akademik.

QS University Ranking merupakan pemeringkatan resmi yang dijadikan acuan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mengukur kualitas kelembagaan Perguruan Tinggi di Indonesia menuju World Class University.

Untuk terus menjaga mutu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, maka UI turut berperan dalam menghasilkan lulusan unggul yang dapat bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Karena pendidikan tinggi mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk percepatan agenda pembangunan Indonesia.

Perguruan tinggi bukan hanya sekedar ruang untuk kegiatan pengajaran. Melainkan lebih dari itu, perguruan tinggi juga mampu berperan dalam memutus rantai kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan kesenjangan sosial dengan mencetak SDM yang terampil dan inovatif.

Fokus

Untuk itu UI memfokuskan diri pada peningkatan kapabilitas riset, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia. Ketiga poin utama tersebut menjadi nadi utama rencana strategis universitas untuk berlari membawa nama bangsa dalam kancah pendidikan tinggi di dunia.

Namun, Anis menegaskan, mengejar peringkat tentunya bukan menjadi tujuan utama, melainkan UI bertekad meningkatkan mutu pendidikan universitas. Salah satunya, melalui upaya pemenuhan indikator yang digunakan oleh lembaga pemeringkatan bergengsi dunia tersebut.

Jadi, tidak melihat pemeringkatan itu sesuatu target, tetapi hanya dijadikan sebagai sarana untuk warga UI tahu berada dimana. Karena akhir tujuan utama pendidikan agar anak bangsa menjadi cerdas dan mempunyai Imtak yang kuat.

Riset apa pun yang dilakukan tak bisa sendiri tapi harus bekerja sama berbagai pihak dengan membuka berbagai network. Network itu penting sehingga apa yang menjadi fokus selalu jaringan yang diperhatikan.

Setiap lima tahun renstra yang dibuat memperhatikan jaringan/ network. Karena tidak mungkin orang UI kerja sendiri bisa menjadi hebat. Tetapi bukan sekedar kerjasa sama saja harus ada mitra strategis. Bagaimana kerja sama itu kedua pihak mengalami peningkatan kualitas maupun jumlah publikasi internasionalnya. Selama tahun 2017, para mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil menorehkan sebanyak 564 prestasi baik tingkat nasional maupun internasional.

Perguruan tinggi memang dituntut untuk dapat menciptakan SDM yang kreatif, handal, tangguh, dan responsif dengan perubahan era ini. Oleh karena itu, perubahan dan inovasi di perguruan tinggi menjadi suatu keniscayaan. Inovasi menjadi suatu kata kunci dalam perkembangan perguruan tinggi di Indonesia.

Para mahasiswa program sarjana UI telah banyak menghasilkan inovasi penelitian-penelitian berkualitas yang diharapkan dapat berkontribusi memecahkan permasalahan bangsa. Misalnya, Juara Umum Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik), dan penghargaan yang diraih Tim FTUI pada ajang Shell Eco Marathon adalah salah satu prestasi yang berhasil diraih UI di tahun ini.

Selain itu adalah riset tentang minyak ikan yang diberi nama Aspergyomega yang berhasil menjadikan limbah ampas tahu menjadi kapsul bernutrisi. Ada juga alat pengukur risiko diabetes dan jantung koroner real time, alat pengolah limbah batik portabel, serta Konekin, sebuah aplikasi uuntuk membantu para wirausahawan pemula membangun jejaring adalah salah satu dari beberapa penelitian yang dapat dibanggakan UI.

UI juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang kini erat dengan perkembangan teknologi informasi. UI saat ini menawarkan beberapa mata kuliah yang membahas digital dan big data analysis.

Saat ini, UI mengintensifkan kegiatan perkuliahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang diharapkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa dari berbagai lapisan masyarakat untuk dapat menikmati pembelajaran di UI.

Diharapkan dengan adanya program-program tersebut lulusan-lulusan UI dapat menjadi individu-individu yang dapat bersaing di kancah nasional maupun global, namun tetap berperan nyata dalam membangun bangsa. Di masa mendatang, UI tetap akan meningkatkan prestasi agar mampu berperan dalam menjawab permasalahan dan tantangan bangsa di tingkat nasional dan global.

Perguruan tinggi asing

Pemerintah yang berencana memberikan peluang kepada perguruan tinggi asing untuk hadir di Indonesia dinilai pihak UI bukan sebagai ancaman karena ini merupakan konsekuensi dari penandatanganan perjanjaian era globalisasi. Karena it, kata Muhammad Anis, tak ada jalan lain UI harus berkompetisi. Jadikan keberadaan mereka adalah sebagai trigger atau pemicu untuk memperbaiki diri dan melakukan evaluasi mana yang perlu ditingkatkan dan sebagainya.

"Kalau mengenai pilihan biar masyarakat yang memilih. Dia mau kesana ataupun UI atau universitas lain karena itu sudah globalisasi ya itu sudah borderless (tanpa batas,red)," katanya.

Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi, Rosari Saleh menyatakan, kecenderungan/tren global sekarang, universitas kelas dunia sudah bertransformasi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan riset, melainkan juga sebagai lembaga enterpreuner.

Lembaga universitas generasi ketiga menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bisnis inti dan tujuan utama selain pendidikan dan riset. Untuk bisa bertransformasi menjadi universitas generasi ketiga, sebuah universitas tentu harus memperbaiki kualitas yang ditandai dengan perbaikan peringkatnya.

UI akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk menulis publikasi yang terindeks dengan memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam menyusun penelitian dan menerbitkannya dalam bentuk publikasi terindeks di Scopus maupun Web of Science.

Setiap tahun, fakultas didorong untuk melakukan konferensi postgraduate dan konferensi untuk undergraduate. Untuk menciptakan iklim penelitian dan penulisan publikasi di kalangan mahasiswa sedini mungkin.

GreenMetric

Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-23 sebagai kampus terhijau dunia versi UI GreenMetric World University Rankings 2017, atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (2016) yang berada pada peringkat ke-31 dunia.

UI GreenMetric konsisten mempertahankan kepeloporannya dalam pemeringkatan sustainabilitas perguruan tinggi melalui pengembangan alat ukur kampus hijau yang kini telah banyak diadopsi oleh universitas di dunia.

Rektor UI Muhammad Anis berbangga hati dapat mengambil peran dalam mendukung pencapaian pengembangan infrastruktur kampus hijau di dunia sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan keberlanjutan lingkungan hidup. Melalui pemeringkatan oleh GreenMetric ini, Perguruan Tinggi se-dunia mampu mengambil bagian pada upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahan iklim.

UI terus berupaya untuk membangun generasi yang ramah lingkungan serta menjadi trendsetter dalam pemeringkatan di bidang keberlanjutan dan lingkungan hidup di tingkat dunia.

Ketua UI GreenMetric Prof Riri Fitri Sari mengatakan, secara nasional posisi UI GreenMetric World University menduduki peringkat pertama sebagai kampus terhijau di Indonesia. Sedangkan pada peringkat ke-2 adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) berada pada peringkat ke-3.

UI GreenMetric merupakan inovasi UI yang telah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus.

Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau ini. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan jumlah peserta UI GreenMetric sebanyak 101 universitas dari tahun 2016.

Peserta dari Indonesia, juga meningkat menjadi 58 universitas dan sedang mengupayakan kualitas kampusnya melalui pemenuhan indikator UI GreenMetric. UI GreenMetric merupakan lembaga pemeringkatan yang telah diterima sebagai anggota IREG Observatory (International Ranking Expert Group) secara resmi pada Konferensi IREG-6 bulan April 2012 di Taipei.

Pemeringkatan UI GreenMetric of World University Rankings dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Environment, Economic, dan Equity (3Es). Beberapa perbaikan pada metodologi dan survei terus dilakukan oleh Tim UI GreenMetric guna menghasilkan pemeringkatan yang komprehensif.

Salah satunya dengan mengembangkan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15 persen), Energi dan Perubahan Iklim (21 persen), Pengelolaan Sampah (18 persen), Penggunaan Air (10 persen), Transportasi (18 persen), dan Pendidikan (18 persen).

Tahun ini adalah pengumuman ke-8 sejak dimulainya pemeringkatan universitas sedunia berdasar kampus hijau pada 2010. Data pemeringkatan selengkapnya dapat dilihat pada tautan http://greenmetric.ui.ac.id/overall-ranking-2017.

*) Pewarta Antara

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB