Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Yo Yo Ayo, Pestanya Belum Usai

Jumat 07 Sep 2018 00:15 WIB

Red: Joko Sadewo

Para atlet para atletik Indonesia berlatih jelang berlaga di Asian Para Games 2018.

Para atlet para atletik Indonesia berlatih jelang berlaga di Asian Para Games 2018.

Foto: REPUBLIKA/Fitriyanto
Dukungan atlet kita di Asian Para Games 2018 juga sangat dibutuhkan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Yudha Manggala P Putra*

Asian Games 2018 memang telah selesai. Seremonial di Stadion Gelora Bung Karno, Ahad kemarin resmi menutup perhelatan yang terbilang sukses secara prestasi maupun penyelenggaraan. Namun tunggu, jangan 'bubar' dahulu. Sebab pesta belum usai. Indonesia masih punya satu perhelatan lagi yang juga patut disemarakkan: Asian Para Games 2018.   

Asian Para Games merupakan pesta olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar kedua di dunia. Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kali. Tidak kalah bersejarah. Menurut catatan Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, sudah tiga ribuan atlet dari 42 negara mendaftar untuk penyelenggaraan di Jakarta, 6-13 Oktober 2018 mendatang.

Melirik jumlah peserta plus jumlah cabang yang dipertandingkan, gelaran kali ini layak diklaim sebagai yang terbesar. Venuenya juga menggunakan standar sama dengan Asian Games seperti Stadion Utama, Istora, Stadion Akuatik, Lapangan Hoki, hingga Jakarta International Velodrome, dan JIExpo.

Sebagian mungkin belum tahu benar soal pesta olahraga ini. Ajang ini baru dua kali diselenggarakan. Pertama kali di Guangzhou, Cina pada 2010. Pesertanya berasal dari negara-negara anggota Asian Paralympic Committee. Sejak menuai banyak respons positif, ajang ini rutin digelar empat tahun sekali setiap usai Asian Games. Perhelatan di Jakarta merupakan yang ketiga, setelah Incheon (Korsel) 2014 silam.

Sama seperti Asian Games, Pesta Olahraga Difabel Asia ini juga mempertandingkan berbagai cabang olahraga. Dari Panahan, Judo, Sepeda, Tenis Meja, Basket, hingga Tenis dan Anggar. Yang membedakan adalah peraturan dan sarana-prasarana yang disesuaikan dengan keterbatasan atletnya.

Turnamen semacam ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Butuh keahlian khusus untuk ikut serta. Juga perlu sportifitas, kemampuan tubuh, mental, determinasi, dan strategi untuk menang. Para peserta pun sama-sama menjalani persiapan atau latihan fisik seperti atlet pada umumnya.

Asal tahu, Indonesia termasuk negara yang memiliki sejumlah atlet berprestasi di ajang olahraga ini. Sebut saja Agus Susanto dan Dian David Mickael Jacobs (tenis meja); Mulyana (renang), Marinus Melianus Yowei (renang); serta Fredy Setiawan, Ukun Rukaendi, Oktila/Setiawan, dan Susanto/Rukaendi (bulu tangkis).

Bagi yang belum kenal, mereka ini sukses menyumbangkan medali emas untuk Indonesia selama gelaran di Incheon empat tahun lalu. Total 38 medali dibawa pulang kontingen Indonesia saat itu.  Perinciannya, 9 medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu. Jumlah ini lebih banyak dari perolehan di ajang sama di Guangzhou: 11 medali (1 medali emas, 5 medali perak, dan 5 medali perunggu).

Jelas prestasi membanggakan bisa mengungguli para peserta lain dalam kompetisi antarnegara. Tidak terkecuali dalam ajang Asian Para Games. Mereka patutlah disejajarkan dengan peraih medali emas Asian Games 2014 macam Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Bulu Tangkis) atau Maria Natalia Londa (Atletik). Sama-sama mengerek Merah Putih berkibar lebih tinggi dari bendera negara lain.

Harapannya tentu prestasi-prestasi tersebut semakin bersinar terang tahun ini. Namun jangan hanya mengandalkan pelatih dan atlet. Peran masyarakat juga dibutuhkan. Minimal untuk menyuntikkan semangat, sama seperti halnya untuk atlet-atlet Asian Games Jakarta dan Palembang kemarin. Mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pesohor, pewarta, hingga warganet yang rajin menggerakan jempol penyemangat di sosial media.

Momen ini sangat spesial bagi para atlet difabel. Kesempatan sangat berharga untuk unjuk gigi dan mempersembahkan prestasi demi negara. Kemenangan mereka tentu menjadi kemenangan kita bersama. Mengutip potongan lirik yang didendangkan pedangdut Via Vallen dalam pembukaan Asian Games kemarin, "Yo yo ayo, kita datang, kita raih, kita menang".

*Penulis adalah Jurnalis Republika.co.id

 

photo
Untuk pertama kalinya Asian Para Games 2018 digelar di Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA