Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Gol Salto CR7, Fan Juve, dan Sepak Bola Indah

Jumat 06 April 2018 15:17 WIB

Red: Endro Yuwanto

Gol spektakuler Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus pada  leg pertama perempat final Champions League Eropa antara Juventus and Real Madrid, di Juventus Stadium, Turin, Itali, Rabu (4/3) dini hari.

Gol spektakuler Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus pada leg pertama perempat final Champions League Eropa antara Juventus and Real Madrid, di Juventus Stadium, Turin, Itali, Rabu (4/3) dini hari.

Foto: Andrea Di Marco/EPA
Sepak bola adalah pertunjukan dan saat ada momen indah, tepat rasanya diapresiasi.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Endro Yuwanto *)

Cristiano Ronaldo menjadi bintang kemenangan Real Madrid atas Juventus pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu 4 April 2018 dini hari WIB. Pemain asal Portugal itu juga mencetak satu gol yang membuat kubu lawan memujinya.

Bertandang di Allianz Stadium, Ronaldo langsung menggetarkan gawang Juventus kala laga baru berjalan tiga menit. Gol itu membuat Madrid unggul 1-0 hingga turun minum.

Di babak kedua, Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian karena gol indahnya di menit ke-64. Mendapat umpan dari Dani Carvajal, mantan gelandang Manchester United itu langsung melepaskan tendangan salto spektakuler. Bola pun langsung menghujam ke gawang Juventus yang dikawal kiper veteran Gianluigi Buffon.

Wajar bila gol CR7, julukan Ronaldo, disambut gegap gempita para penggemar Real Madrid. Namun menjadi hal yang menarik ketika ternyata para fan tuan rumah yang notabene adalah lawan CR7 sekaligus penggemar Juve juga memberikan apresiasi. Fan juve memberikan tepuk tangan yang bergemuruh memenuhi stadion.

Madrid akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-0. Gol terakhir Los Blancos dicetak oleh Marcelo berkat assist Ronaldo.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri memuji penampilan Ronaldo yang memporak-porandakan tim asuhannya. Ia juga menyambut gembira aksi suporter Juventus yang memberi tepuk tangan kepada Ronaldo yang mempersembahkan gol indah. Bagi Allegri, yang ditunjukkan oleh fan Juventus sangat berkelas.

Menurut Allegri, sepak bola adalah pertunjukan dan saat ada kejadian seperti itu, tepat rasanya untuk bertepuk tangan. Allegri berpendapat, Real Madrid dan Barcelona adalah tim terbaik di dunia saat ini karena salah satu dari mereka memiliki Ronaldo dan tim satunya memiliki Lionel Messi. Keuntungan besar memiliki pemain seperti mereka yang bisa melahirkan keindahan sepak bola kapan saja.

Sepak bola memang merupakan seni indah yang bisa dinikmati siapa saja. Di sana ada keindahan, kegembiraan, dan sportivitas, sehingga hampir tiap pekan jutaan orang di belahan dunia rela menyaksikan pertandingan sepak bola.

Mungkin kita sudah pernah memainkan sepak bola, ratusan kali atau pernah menyaksikan sepak bola ribuan kali. Pernahkah menyaksikan ada suatu pertandingan sepak bola yang sama persis dengan laga-laga sebelumnya? Itulah seni sepak bola. Keindahan sepak bola. Selalu saja ada hal yang baru, sesuatu yang sering mengejutkan dan menghibur para penontonnya.

Aksi para seniman bola seakan menggoreskan lukisan keindahan tiada tara. Lihat saja aksi-aksi para seniman sepak bola. seperti Pele, Maradona, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan Messi. Setiap sentuhannya pada bola merupakan suatu keindahan.

Tengok pula tim nasional Brasil yang selama ini terkenal dengan permainan indah hasil dari kemampuan luar biasa individu-individunya. Sejak dahulu, Brasil sangat produktif dalam menghasilkan pemain-pemain bertalenta, mulai dari nama-nama seperti Pele, Socrates, Ronaldo, Ronaldinho, hingga Kaka. Saat ini, kita tentu mengenal nama Neymar, Marcelo, atau Coutinho. Permainan indah Brasil yang dihasilkan oleh skill individu pemain-pemainnya dijuluki dengan sebutan jogo bonito.

Kelahiran pemain-pemain dengan talenta hebat di Brasil, tak terlepas dari kenyataan bahwa sepak bola memang sudah sangat membudaya di Brasil. Kota-kota di Brasil yang memiliki banyak favela dan tanah-tanah lapang, kerap dijadikan tempat bocah-bocah Brasil bermain sepak bola, sedikit-banyaknya telah berperan dalam melahirkan talenta-talenta emas pesepak bola Negeri Samba.

Ketika semua pemain talenta itu terhimpun dalam satu kesebelasan, maka terciptalah apa yang disebut dengan jogo bonito. Menurut bahasa Portugis, jogo bonito memang berarti permainan indah. Jogo bonito adalah gaya permainan sepak bola indah yang memadukan unsur skill individu dan kerja sama para pemain. Dalam gaya permainan ini, tidak jarang kita melihat tubuh para pemain bergerak lincah seperti menari-nari di lapangan.

Era jogo bonito yang paling terkenal tentu di Piala Dunia 1982. Walaupun pada akhirnya, Socrates dan rekan-rekannya terpaksa harus mengakui kemenangan Italia di partai puncak--padahal saat itu Italia tidak banyak diunggulkan dibandingkan Brasil.

Tele Santana, pelatih Brasil di tahun keemasan jogo bonito, usai dikalahkan Italia di Piala Dunia 1982 pernah mengatakan pada pasukannya bahwa Brasil tak perlu kecewa dengan hasil itu karena mereka telah menghibur dunia dengan cara bermain indah nan atraktif.

Kemunculan gaya permainan jogo bonito ini memang banyak dipengaruhi oleh tarian tradisional asal Brasil yang bernama samba. Seorang sosiolog Brasil, Gilberto Freyre, dalam bukunya yang terbit tahun 1959 menyebutkan, “Sudah menjadi kebiasaan orang Brasil memainkan tarian untuk mengurangi beban pikiran dalam pekerjaan atau kehidupan keseharian. Itu sebabnya, orang Brasil bermain bola seolah-olah itu tarian”. Jogo bonito mulai dikenal publik sekitar akhir 1950-an dengan ditandai oleh pencapaian emas Brasil di ajang Piala Dunia.

Hingga kini, menyebut sepak bola Brasil tidak bisa dilepaskan dari trik-trik memukau pemain-pemainnya. Menggiring bola dengan cara indah penuh aksi ala freestyle merupakan ciri khas pesepak bola Brasil. Sampai-sampai, hingga kini, permainan indah selalu identik dengan Brasil.

Sebutan tersebut memang beralasan. Dulu, mudah ditemukan pesepak bola asal Brasil yang piawai melakukan trik dengan bola. Kemampuan itu bahkan menjadi andalan ketika bermain di atas lapangan. Publik Negeri Samba memang dikenal menyukai pemain yang mampu menampilkan aksi menghibur di atas lapangan. Pemain seperti itulah yang lebih mendapat apresiasi dari mereka.

Hingga kini, ketertarikan pada sepak bola indah sudah menjalar ke seluruh sudut dunia. Siapapun pemain atau tim yang memainkan sepak bola indah selalu diapresiasi, baik olah lawan apalagi kawan.

Namun demikian tak semua memiliki apresiasi yang sama terhadap sepak bola indah. Terkadang sepak bola kehilangan keindahan dan kenikmatannya ketika cara menonton dan mengagumi sepak bola dibagi-bagi per ruang dan diberi dikotomi dengan cara yang seenaknya. Yang ada adalah fanatisme semu dan membabi buta. Kerusuhan suporter tak ayal kerap pecah di dalam maupun luar lapangan.

Tak usah jauh-jauh, kita bisa saksikan di negeri sendiri. Sudah lebih dari 50 orang suporter Indonesia meninggal dunia sejak pertama kali terjadi pada 1995 silam. Ini artinya, setiap tahunnya setidaknya ada dua orang yang meregang nyawa karena menonton sepak bola hingga 2018. Catatan ini merupakan rapor merah. Sebuah hal yang tak lazim bagi sepak bola yang sebenarnya menawarkan keindahan di lapangan hijau.

Di Indonesia, rivalitas antarsuporter memang lebih panas di banding rivalitas para pemain dari dua klub yang berlaga di lapangan itu sendiri. Padahal yang punya tugas bertarung, seperti kata "melawan" dalam setiap judul pertandingan, adalah dua kesebelasan, bukan dua suporter.

Di sinilah sepak bola kehilangan keindahannya lantaran diberi dikotomi dengan cara yang seenaknya. Tak seharusnya sepak bola yang selalu indah dan nikmat ditonton ini mengubah kita menjadi suporter yang fasis. Ada baiknya para penggemar sepak bola di Indonesia mencontoh apa yang telah dilakukan fan Juventus yang menikmati sepak bola lantaran sepak bola itu memang indah.

 

*) Jurnalis Republika Online

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES