Jumat , 27 May 2016, 18:45 WIB

Mentan Sebut Harga Bahan Pangan Berangsur Stabil di Pasar

Rep: Sonia Fitri/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus menegaskan pasokan pangan strategis jelang ramadhan aman sembari memonitor fluktuasi harga di pasar. Menteri Pertanian Amran Sulaiman lantas menyebut, harga pangan strategis di pasar berangsur turun jelang Ramadhan 2016.

"Tidak ada mahal, justru sekarang harganya berangsur turun," katanya kepada Republika.co.id, Jumat (27/5).

Menurut dia, harga yang cukup stabil ini berkat sejumlah upaya pengendalian, di antaranya menghadirkan pasar tani di tengah-tengah masyarakat. Pasar tani, lanjut dia, juga menjadi solusi jangka panjang mendekatkan konsumen ke sentra produksi.

Kementan mengaku telah melakukan sejumlah upaya pengendalian harga sejak jauh-jauh hari. Di antaranya menghelat pertemuan dengan dengan stakeholder komoditas beras, jagung, bawang merah, dan unggas guna membahas ketersediaan pangan pokok menghadapi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2016.

Amran melaporkan ketersediaan beras sebesar 7.152.400 ton sedangkan kebutuhannya hanya 5.626.400 ton. Jagung ketersediaannya sebesar 3.910.600 ton sedangkan kebutuhannya 1.750.100 ton. Bawang merah ketersediaanya sebesar 241.600 ton sedangkan kebutuhannya hanya 175.600 ton.

Ketersediaan daging unggas pun aman di mana pada Juni dan Juli terdapat pasokan sebesar 494 ribu ton dan kebutuhannya hanya 234.700 ton. "Telur ayam pun kebutuhannya dapat terpenuhi, ketersediaannya sebesar 503.400 ton sedangkan kebutuhannya hanya 253.600 ton," jelas Mentan.

Video

Arus Mudik Lebaran, Ketua DPR: Semua Berjalan Lancar