Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

6 Cara Kementan Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Sabtu 21 Mei 2016 08:39 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Uik (30) memetik kol, di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ahad (15/5). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan termasuk hasil pertanian menjelang Ramadhan dipastikan aman. (Foto: Dede Lukman Hakim)

Uik (30) memetik kol, di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ahad (15/5). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan termasuk hasil pertanian menjelang Ramadhan dipastikan aman. (Foto: Dede Lukman Hakim)

Foto: Dede Lukman Hakim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan pertanian harus berorientasi jangka panjang. Sebagai upaya meletakan pondasi kokoh bagi pertanian jangka menengah dan panjang kurun waktu 10-30 tahun ke depan, Amran mulai 2015 membuat terobosan baru kebijakan.

Dia mengatakan setidaknya ada 6 kebijakan yang akan dilakukan. Pertama, membuat regulasi baru dan merevisi regulasi yang menghambat. Kedua, membangun infrastruktur besar-besaran 2,6 juta hektar irigasi tersier. Ketiga, memperbaiki atau optimasi lahan 932 ribu hektar. Empat, mekanisasi dengan bantuan 80 ribu alat mesin pertanian (alsintan). Kelima, mendorong investasi dan hilirisasi. Keenam, tata niaga serta ketujuh, mengendalikan impor dan mendorong ekspor.

Kebijakaan dan program tidak berhenti di tahun 2015, namun terus dilanjutkan pada 2016 dan selanjutnya sesuai tahapan dan skala prioritas. Skala prioritas 2016 adalah mencetak sawah 200 ribu hektar, mekanisasi dengan lebih dari 100 ribu unit alsintan, alih teknologi benih unggul padi 4,5 juta hektare, jagung 1,5 juta hektar dan kedelai 750 ribu hektar dan rehabilitasi irigasi tersier 467 ribu hektar serta impor 25 ribu sapi indukan.

Berbagai kebijakan dan pogram ini, kata dia telah memberikan hasil nyata pada pembangunan pertanian. Hasilnya, program mempersenjatai petani dengan alsintan telah mampu menghemat biaya produksi, efisiensi tenaga kerja dan mengurangi lossis. Dampaknya produktivitas padi naik dari 5,14 ton/ha tahun 2014 menjadi 5,34 ton/ha tahun 2015. Produktivitas tenaga kerja juga meningkat seiring dengan mekanisasi pertanian.

Kedua, Mentan Amran memperbaiki unsur pendukung (supporting-system) dan manajemen cara membangun dengan cara penguatan kelembagaan petani, kapasitas SDM dan aparat, kualitas riset dan pemanfatannya, program dirancang secara sistemik dan massif dan setiap kegiatan dilaksanakan dengan output terukur. Selain itu, melalui pengawalan program ketat melibatkan semua unsur termasuk penegak hukum, pemantauan secara harian/mingguan, dan menerapkan system reward and punishment.

Dengan berbagai cara ini,  hasil yang diperoleh yaitu luas tanam meningkat, teknologi jajar legowo diterapkan, masalah di lapangan langsung diselesaikan, birokrasi transparan, bersih dan melayani petani dan pemalsuan pupuk diproses hokum serta penyelundupan dan impor illegal ditangkap atau dimusnahkan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA