Sabtu , 21 May 2016, 08:26 WIB

'Jangan Wariskan Kemiskinan Bagi Generasi Mendatang'

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rakhmawaty La'lang
 Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan membangun pertanian adalah sebuah kenicayaan untuk tidak hanya dinikmati generasi saat ini. Namun juga untuk didedikasikan bagi generasi yang akan datang. Desain membangun pertanian, kata Amran harus berorientasi jangka panjang, tanpa melupakan penyelesaian jangka pendek.

Amran dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan jangan sampai kemiskinan diwariskan kepada generasi mendatang. "Kita jangan mewariskan impor dan kemiskinan bagi generasi mendatang,” kata dia.

Menurut dia, dalam membangun pertanian jangka panjang dan berkelanjutan, sudah tidak relevan lagi menggunakan paradigma lama. Pembangunan berbasis pertanian (agricultural led Development) perlu dirubah menjadi berorientasi pada dua paradigma baru yaitu paradigm pertanian untuk pembangunan (agriculture for development) dan paradigma pertanian bio-industri berkelanjutan.

Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian dari desain jangka panjang, telah menetapkan Rencana Strategis 2015-2019 dan menjadi acuan bersama dalam menyusun dan melaksanakan program dan kegiatan tahunan. Mengacu pada Nawacita 2015-2019 agenda ke-7 yaitu Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik, di antaranya menitikberatkan pada upaya mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Mensejahterakan Petani yang bertumpu pada kemampuan dan kekuatan untuk mengatur pangan secara mandiri.

Video

Arus Mudik Lebaran, Ketua DPR: Semua Berjalan Lancar