Sabtu , 12 Mar 2016, 15:00 WIB

Mentan Luncurkan Serap Gabah Petani di Sukabumi

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Fiqman Sunandar
 petani tengah menjemur gabah keringnya.
petani tengah menjemur gabah keringnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan program serap gabah nasional di Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/3). Kebijakan tersebut untuk menjawab permasalahan anjloknya harga gabah di tingkat petani pada masa musim panen Maret dan April.

"Harga gabah di Sukabumi misalnya di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) hanya Rp 3.300 per kilogram," ujar Amran kepada wartawan di Sukabumi.

Padahal, HPP gabah kering panen (GKP) mencapai Rp 3.700 per kilogram ditingkat petani Kondisi ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan untuk menyerap seluruh gabah hasil panen petani.

Instruksi tersebut ujar Amran ditindaklanjut dengan membentuk tim gabungan pada Jumat (11/3) yang melibatkan beberapa instansi seperti Kementan, Bulog, Koperasi, Perdagangan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Polri, dan TNI.

Tim tersebut langsung turun ke lapangan secara bersama-sama pada Sabtu (12/3) di Sukabumi, Jawa Barat. Menurut Amran, tim tersebut mencapai sebanyak 100 hingga 200 ribu orang di mana sebanyak 50 ribu diantaranya merupakan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Amran menerangkan, PPL di seluruh Indonesua mulai bergerak bersama dengan pemerintah daerah serta Bulog dan BRI dalam menyerap gabah petani. Di mana, Bulog dan BRI siap membayar harga gabah secara tunai dalam jangka waktu 1 x 24 jam. Anjloknya harga gabah ungkap Amran dikarekan berbagai faktor. Salah satunyya sesuai dengan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan ada kenaikan produksi pada 2015.

"Pasokan beras ke sejumlah pasar induk seperti Cipinang mencapai 100 persen," ujar Amran.

Video

Setjen DPR RI Komit Berdayakan Perempuan