Rabu , 10 Feb 2016, 18:41 WIB

Kementan Lakukan Refocusing Anggaran 2016

Red: Taufik Rachman
Antara/Seno
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berjalan di pematang sawah usai memanen padi perdana di Desa Rambigundam, Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Rabu (3/2).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berjalan di pematang sawah usai memanen padi perdana di Desa Rambigundam, Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Rabu (3/2).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Pertanian memfokuskan kembali ("refocussing") anggaran untuk tahun 2016 ini sebesar Rp 4,3 triliun dari pagu total sebanyak Rp31,5 triliun untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program.

"Kegiatan dan anggaran telah dilakukan dilakukan 'refocusing' senilai Rp4,3 triliun terhadap pagu anggaran sebesar Rp31,5 triliun untuk efisiensi dan efektifitas program kedaulatan tangan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kompleks Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu.

Dana sejumlah Rp4,3 triliun tersebut, kata Amran, akan kembali difokuskan pada kegiatan yang memiliki daya ungkit lebih besar terhadap peningkatan produksi pangan dari sebelumnya yang dianggarkan untuk kegiatan remeh-remeh.

"Jadi anggaran itu tadinya untuk kegiatan potong pita, pengadaan mobil dan hal-hal lainnya yang tidak berhubungan dengan kedaulatan pangan, akan kita fokuskan kembali ke program yang memiliki daya ungkit besar pada produksi pangan," ujarnya.

Untuk program yang difokuskan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian yaitu penyediaan benih dan alat tanam untuk perluasan dan percepatan tanam dari semula 855 ribu hektare (ha) menjadi 4,5 juta ha.

Kedua, penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga sebanyak 100 ribu unit. Ketiga adalah peningkatan indukan sapi dari semula lima ribu ekor menjadi 50 ribu ekor.

"Dan terakhir adalah pengembangan embung, dam, parit, long storage 2.500 unit dan kegiatan strategis lainnya," paparnya.

Dalam mencapai kedaulatan pangan, Amran menyatakan pada tahun 2015 lalu pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi pertanian nasional antara lain realisasi perbaikan jaringan irigasi tersier yang mencapai 2,48 juta ha meningkat 458 persen dibanding tahun 2014.

Lalu, realisasi bantuan alsintan mencapai 65.431 unit, meningkat 443,6 persen dibanding tahun 2014. Serta realisasi optimasi lahan mencapai 945.000 ha atau meningkat 561,9 persen dibanding tahun 2014.

Berdasarkan ARAM ll BPS 2015, seluruh komoditas pangan (padi, jagung, kedelai, gula, daging sapikerbau, cabai, bawang merah) mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2014.

Pada tahun 2015, produksi padi mencapai 74,99 juta ton GKG meningkat 5,85 persen dibanding 2014, jagung 19,83 juta ton meningkat 4,34 persen dibanding 2014 dan kedelai 983 ribu ton meningkat 2,93 persen dibanding 2014.

Video

Setjen DPR RI Komit Berdayakan Perempuan