Sabtu , 24 September 2016, 08:37 WIB

Kemenpar Gandeng Baidu Gaet Wisatawan Cina

Red: Dwi Murdaningsih
topics.nytimes.com
baidu
baidu

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjungi kantor Baidu, Kamis (22/9). Setelah mengunjungi searching engine company terbesar di Cina itu, dia makin pede mengejar target 20 juta wisman tahun 2019. Sebanyak 50 persen-nya didapat dari outbound Cina, yang tahun 2015 sudah menembus 120 juta.

Menurut Arief, hanya dengan cara-cara korporasi dan Go Digital, dia semakin yakin dengan proyeksi yang dipatok Presiden Joko Widodo itu. Arief bernegosiasi agar Baidu mempu membantu pariwisata Indonesia. Semua services, dari Baidu & Global Business, Baidu Tourism Product, Baidu Nuomi Travel, Baidu Voice & Image, Baidu Innovation Product, Baidu Adv Platform, sampai Baidu Maps dikuliti satu per satu.

Sampai-sampai Ctrip, perusahaan online travel agent terbesar di Cina, dan menguasai 75 persen bagi traveler juga diminta Arief Yahya untuk berkolaborasi. Karena dia tahu, 23,5 persen saham Ctrip adalah milik Baidu. Angka itu sudah yang terbesar dari komposisi shareholder Ctrip. “Kalau searching engine-nya atau look-nya pakai Baidu, lalu book dan pay company-nya pakai Ctrip, itu kombinasi yang perfect. Dua perusahaan raksasa, dua-duanya terbesar di Cina berada dalam satu generator untuk menggenjot wisman ke Indonesia,” kata Arief Yahya.

Baidu yang biasa disebut Google nya Cina itu diniai sanggup meng-create banyak program yang ujungnya mempromosikan destinasi wisata Indonesia dari hilir ke hulu. Dari branding, advertising sampai ke selling. “Angka 10 juta di 2019 itu sangat mungkin dicapai. Contohnya Thailand yang juga sudah bekerjasama dengan Baidu. Tahun 2015 ini sudah 8 juta, tahun 2016 ini saya yakin akan tembus 10 juta wisman Cina ke Thailand,” kata Richard Lee, International Business Development Director Baidu.

Korea Selatan, Taiwan, Yunani dan Thailand, sudah menggunakan layanan Baidu yang memiliki 40 ribu pekerja dan tersebar di 200 negara itu. “Kami tahu detail, data traveler Cina itu. Ratio consumption-nya 52 persen shopping, 27 persen transportation, 6 persen kuliner, 4 persen hotel, 3 persen entertainment, 3 persen scenery, dan sisanya 5 persen bermacam-macam," kata dia,

Indonesia memang masih belum menjadi 10 top of mind para wisman Cina Nomor satu masih ke Hongkong 45,8 juta, lalu nomor dua Macau 20,4 juta, nomor tiga Thailand 7,93 juta (dibulatkan 8 juta, red), nomor empat Korea Selatan 6 juta. Nomor lima ke Jepang dengan 4,9 juta. Nomor enam Taiwan 4,2 juta, nomor tujuh AS sebesar 2,6 juta, nomor delapan Prancis 2 juta wisman, nomor sembilan Singapore dengan 1,8 juta dan ke-sepuluh Jerman 1,3 juta. Posisi Indonesia masih di bawah itu, 1,2 juta atau 1 persen dari seluruh outbound Cina.

Semua yang bekerjasama dengan Baidu, jumlah wisman asal Negeri Panda itu langsung melejit naik di 10 besar. “Sebagai perusahaan berbasis searching engine, kami melihat Indonesia itu sangat potensial, sangat strategis, selain India dan Brazil yang masa depannya bagus. Indonesia itu negara besar, dan rasio pengguna internet juga terus menanjak. Karena itu kami senang bekerjasama melalui sector pariwisata yang juga berkembang,” ungkap Richard Lee.

Richard mengatakan saat ini key word yang popular Baidu adalah Bali. Orang Guangdong terbanyak, disusul Beijing, Shanghai, dan lainnya, sudah mulai mengeksplor ke Bali dan Indonesia. Tapi harus ditambah destinasi lain yang dipromosikan, seperti Thailand punya Bangkok, Pattaya, Krabi, Phuket, dan lain-lain,” kata Richard.

 

baca juga: Sumbar, Aceh, NTB Borong Anugerah Wisata Halal Nasional 2016