Kamis , 25 Aug 2016, 13:55 WIB

Menpar: Solusi Anambas adalah KEK Pariwisata

Red: Winda Destiana Putri
Google
Pulau Anambas
Pulau Anambas

REPUBLIKA.CO.ID BATAM -- Menteri Pariwisata Arief mengatakan solusi tercepat Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau adalah KEK Pariwisata. Tidak ada pilihan yang lebih seksi daripada, Kawasan Ekonomi Khusus seperti saat memutuskan untuk membangun kawasan Nusa Dua, Bali itu.

Dengan KEK, maka investor akan masuk, infrastruktur pemerintah juga masuk, insentif fiskal serta pajak juga akan masuk. Itu akan semakin mempercepat daerah tersebut hidup.

"Saat ini sedang dibangun akses, berupa bandara agar bisa didarati pesawat-pesawat komersial," ujar Menpar Arief Yahya, dalam Diskusi Publik “Formulasi Strategi Kebijakan Pengembangan Wilayah Batam dan sekitarnya, sebagai Wilayah Berdaya Saing Tinggi secara Ekonomi yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

Lokasi Anambas itu sendiri lebih menjorok ke utara, arah Laut Cina Selatan, dekat dengan Pahang dan Terengganu, Malaysia. Jika dibuat direct flight, juga paling dekat dengan Ho Chi Mihn-Vietnam, Bangkok-Thailand, Kamboja, Laos dan kota-kota di semenanjung Malaysia. Setelah bandara jadi, maka perlu dibangun CIQP Costume, Immigration, Quarantine, dan Port sendiri.

"Dengan begitu, wisatawan mancanegara bisa langsung terbang dan dilayani di Anambas. Tidak perlu mampir dulu ke Batam atau Bintan, baru terbang lagi ke Anambas. Terlalu jauh, lebih dari 150 mill, bisa 8 jam dengan perahu cepat," kata Menpar Arief.

Lokasinya relatif jauh, dengan 3A dalam rumus destinasi yang diciptakan Menpar Arief Yahya itu juga masih lemah, terutama Akses dan Amenitas. Hambatan infrastruktur sangat mendasar.

"Kalau soal atraksi alam, dengan wisata baharinya sangat bagus, berani bersaing dan sudah level dunia. Saya tidak merasa khawatir akan keindahan terutama baharinya," jelas Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini membagi atraksi wisata bahari menjadi tiga kategori besar. Pertama wisata bentang pantai. Anambas memiliki banyak pulau yang memiliki hamparan pasir putih yang indah. Sudah bisa ditebak, pasir putih itu pasti tercipta oleh butiran pulau karang yang tergerus ombak lalu hanyut terdorong ombak ke tepian.

"Banyak pulau-pulau jika dilihat dari udara itu seperti terbungkus beberapa layers, dari warna putih, bening, biru muda, baru birunya laut," kata Menpar Arief menambahkan.

Kedua, wisata bawah laut yang menjadi objek wisata selam atau diving dan snorkeling, mengapung di permukaan, sambil membenamkan separuh kepala ke dalam air. Orang sudah bisa melihat dengan sangat jelas, segala macam biota dan jenis ikan yang beragam dalam habitat yang sangat hidup.

Ketiga, wisata antarpulau yang biasa menjadi objek para yachters dari satu pulau ke pulau yang lain. "Saya bawa dua orang ini untuk membantu wisata bahari yang bakal dikembangkan Kepri, yakni motivator ternama Tung Desem Waringin dan Sudirman Saad, mantan Dirjen Pulau-Pulau Kecil Kemen-KKP. Mereka akan membantu dari capaian wisman 2 juta setahun, menjadi 3 juta setahun, naik 50 persen," jelas Menpar.