Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Kunci Sukses Pembangunan

Kamis 19 October 2017 06:00 WIB

Red: Elba Damhuri

Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

Foto:

Fokus pembangunan Bank Dunia ini sangat relevan untuk negara Indonesia. Dalam Human Resources Summit, saya menyampaikan bahwa sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi, yang mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen dalam APBN dan lima persen untuk anggaran kesehatan.

Tantangan Indonesia adalah bagaimana anggaran yang sudah dialokasikan akan menghasilkan anak-anak yang mampu mendapatkan proses belajar yang efektif dan unggul, agar mampu menyiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh kesempatan dan tantangan. Fokus perbaikan kualitas sekolah (manajemen pendidikan, kualitas guru dan kualitas mengajar, serta kualitas materi kurikulum dan buku ajaran, menjadi sangat mendesak).

Melalui program Indonesia Pintar, telah diberikan bantuan tunai dana pendidikan dari APBN bagi penduduk miskin berusia enam hingga 21 tahun agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikannya. Saat ini sudah 20,3 juta anak usia sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut, kita berharap mereka tidak hanya tetap bisa bersekolah, tetapi bisa mendapat kesempatan belajar di sekolah yang bermutu.

Untuk kesehatan dan jaminan sosial, Pemerintah Jokowi membuat Program Keluarga Harapan dengan memberikan perlindungan sosial melalui pemberian uang nontunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin. Program ini telah memberikan bantuan kepada 6 juta rumah tangga pada 2016.

Dengan gizi dan kesehatan yang cukup pada usia dini, ditambah dengan pendidikan berkualitas yang memadai diharapkan, anak-anak Indonesia dapat mencapai potensinya secara maksimal. Ini semua adalah upaya untuk mempersiapkan bonus demografi bagi pemuda Indonesia yang pintar dan sehat pada 2030.

Sebagai pemimpin Komite Pembangunan (DC Chair), kami juga meminta agar Bank Dunia dan IMF mendorong peningkatan secara sistematis terhadap kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial untuk meningkatkan dukungan kepada kualitas SDM dunia. Untuk Indonesia, Kementerian Keuangan akan secara konsisten menjaga amanat alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari belanja APBN dan mendorong daerah-daerah untuk makin memperbaiki kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Kita juga sedang membangun dana abadi bagi pendidikan masa depan anak-anak bangsa, yang dikelola pemanfaatannya secara profesional dan bertanggung jawab. Anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 400 triliun, dan anggaran kesehatan lebih dari 100 triliun adalah investasi bagi anak cucu kita.

Permasalahan utamanya, Indonesia bukan alokasi dana pendidikan, melainkan bagaimana agar dana pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan dengan efektif dan akuntabel, tanpa dikorupsi. Dana pendidikan tersebut tidak boleh dikhianati, karena merupakan investasi bagi masa depan anak cucu bangsa ini.

Mereka yang akan menjadi pemegang tongkat estafet selanjutnya untuk melanjutkan perjuangan bapak pendiri bangsa. Perjuangan untuk menjadikan Indonesia yang masyarakatnya bermartabat, adil, dan makmur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB