Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Satu Jumat di Monas 2 Desember 2016

Ahad 04 Dec 2016 04:57 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Umat muslim menangis saat berdoa di acara aksi damai di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

Umat muslim menangis saat berdoa di acara aksi damai di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Denny JA, Pendiri Lingkaran Survei Indonesia
----------------

Hari itu ada yang beda
Awalnya adalah doa

Ya Allah, kurasakan sentuhanMu
Kulihat jejakMu
Kualami tak pernah
Sebanyak itu manusia

Siapa kuasa kumpulkan mereka
Datang dari aneka wilayah
Menyatu dalam girah
Menyemut  doa
Di Monas Jakarta
Jumlah mereka berjuta

Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka

Ibu  itu terus titikan air mata
Sedari tadi ekspresikan kata
Mensyukuri kehadirannya
Mensyukuri   semua
Berjuang untuk agama

Mona duduk di sebelahnya
Terdiam merasakan cinta
Ia catat dengan seksama
Monas punya peristiwa

Berbeda dengan umumnya mereka
Mona datang bukan sebagai pembela
Sudah lama ia tinggalkan agama
Mona hadir sebagai pengamat belaka
Untuk menggali  data dan fakta
Ia menyamar seolah  pembela

Ketika orang bedoa
Ia berpura berdoa
Ketika orang bertakbir
Ia berpura bertakbir
Ketika orang berzikir
Ia berpura berzikir
Ketika orang sholat
Ia berpura sholat

Namun kini  tersentuh si Mona
Doa dan tangis ibu di sebelahnya
Seolah wahyu dikirim padanya
Dengan sengaja
Mengetuk ia punya jiwa

Mona mencoba menerpa
Ia anggap ilusi belaka
Namun doa ibu di sebelah
Terngiang semakin menggoda

"Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka"

Perang dalam batin Mona
Terus bergelora
Remuk redam jiwa
Ia  kehilangan daya
Getar menyelinap penuh tenaga

"Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka"

Mona mencoba
Hatinya mengeja
Disebutnya kembali nama itu
Yang lama hilang dari kalbu
Allah, Allah
Ampun Ya Allah

Hatinya membara
Tak tahu mengapa
Ada haru alang kepalang
Mona menangis
Sejadinya ia tahan
Allah, Allah
Ampun ya Allah

Mona melihat angkasa
Langit ikut membujuknya
Awan merayunya
Melalui hujan gerimis
Mengguyur Monas dengan manis

Untuk pertama kalinya
Setelah sepuluh tahun alpa
Mona  Shalat kembali
Tumbuhkan benih di hati

Shalat itu sudah ia niatkan
Awalnya untuk domplengan
Akhirnya ia tergoda
Dengan shalat, iapun hijrah

Namun ada yang beda
Itu Jumat 2 desember 2016
Ada yang tak biasa
Itu Jumat 2 desember 2016
Ada yang istimewa
Itu Jumat 2 desember 2016

Ia berdoa dalam kerumunan
terbesar sepanjang sejarah
Ia sholat dalam kerumunan
terbanyak sepanjang sejarah

Mona terus menangis
titikkan air matanya di Monas
Alam ikut  menangis
Titikkan hujan di Monas


Desember 2016

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA