Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Agar Berziarah Kubur tak Lagi Berat

Rabu 15 Jun 2016 10:54 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Al Azhar Memorial Garden

Al Azhar Memorial Garden

Foto: Al-Azhar Memorial Garden

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Maya Siswadi, blogger

Tidak pernah ada dalam bayangan saya sengaja datang berkunjung ke sebuah komplek pemakaman kecuali untuk berziarah mengunjungi makam mertua atau adik saya. Itu pun kadang rasanya berat. Entah kenapa rasanya auranya selalu membuat saya tak nyaman. Tapi ketika mendapat ajakan berkunjung ke Al Azhar Memorial Garden, entah kenapa saya kok ya bersemangat.

Saya membayangkan komplek pemakaman Al Azhar ini seperti komplek pemakaman mewah yang pernah saya dengar juga berada di daerah Karawang, San Diego Hills. Ketika akhirnya saya datang dan menyaksikan sendiri komplek pemakaman Islam ini, bayangan tadi langsung buyar. Apa yang saya bayangkan mewah, ada tempat hiburan, ada tempat wisata, dan sebagainya, pupus sudah. Sepanjang mata memandang, saya tak menemukan apa yang saya cari.

Setelah berbincang dengan Marketing Manager Al Azhar Memorial Garden, Ibu Maya, saya baru paham, kenapa yang ada dalam bayangan saya itu tidak saya temui.

Menurut Ibu Maya, sebagai komplek pemakaman yang menganut konsep Islam, jauh berbeda. Sebagai pemakaman yang benar-benar ditujukan sebagai pemakaman Islam, AMG harus mengikuti konsep pemakaman yang syariah.

Saat diajak berkeliling komplek pemakaman, baru saya paham, kenapa Al Azhar sampai merasa perlu membangun komplek pemakaman sendiri khusus muslim. Selain agar sesuai syariah, juga agar benar-benar bisa sesuai untuk muslim dan bisa dimanfaatkan untuk kaum dhuafa. Yaaa, setiap muslim yang membeli tanah makam di AMG, bisa mewakafkan 1 kavling tanah kuburan untuk kaum Dhuafa. Dan kaum Dhuafa yang akan mendapat jatah tersebut diutamakan masyarakat setempat yang tinggal di sekitar komplek pemakaman di sekitar Karawang Timur.

Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah

Ibu Maya mengatakan, ketika datang ke pemakaman, idealnya akan muncul rasa kona’ah, takut akan kematian dan ibadahnya menjadi lebih baik.

Saat memperhatikan makam-makam yang ada di Al Azhar Memorial Garden, tercermin perwujudan pemakaman Islam yang ideal, sederhana, ada jarak antar makam sehingga tak sampai terinjak-injak ketika peziarah lain yang sedang datang.

Konsep pembelian tanah makam di AMG dilakukan di awal, sesuai prinsip perdagangan Islam, ada uang, ada barang. Mungkin akan terasa mahal, tapi karena semua biaya perawatan sudah termasuk biaya di awal, ya terasa biasa aja. Tiap bulan sudah tak ada lagi biaya perawatan yang ditagihkan. Seumur hidup keluarga almarhum bisa tenang tak perlu memikirkan biaya perawatan.

Kalau lihat kerapihan komplek pemakaman AMG, terasa setimpal sih antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang didapatkan. Makam yang tertata rapi dan selalu terawat. Hampir tiap hari ada petugas yang bekerja merawat dan menjaga kebersihan dan kerapihan makam. Semua rumput menggunakan rumput Jepang. Hampir tak ada rumput liar, semua tertata rapi, bersih, dan tenang. Rasa takut yang biasa menghampiri ketika mengunjungi pemakaman biasa, sama sekali hilang. Mungkin karena kerapihannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA