Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman

Rabu 08 Jun 2016 18:08 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Al Azhar Memorial Garden

Al Azhar Memorial Garden

Foto: Al-Azhar Memorial Garden

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Kurnia Amelia, blogger

Sebagai manusia, rumah masa depan kita adalah kuburan alias pemakaman. Kalau berbicara tentang pemakaman pasti yang terpikir adalah suasana yang seram, sunyi, penuh pepohonan dan aneka bentuk liang lahat itu sendiri. Ternyata, ada pemakaman yang sesuai syariat islam dan tempatnya cukup nyaman tertata rapi.

Beberapa waktu lalu saya di undang oleh Republika Online untuk berkunjung ke Al-Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang, Jawa Barat. Dari Jakarta menuju kesana cukup memakan waktu 2 jam saja. Kalau dengar kata Al-Azhar mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian banyak orang termasuk saya sendiri yang kebetulan rumah saya dekat dengan Sekolah Al-Azhar Bintaro.

Yang saya tahu kalau Al-Azhar itu hanya Yayasan di bidang pendidikan dan wakaf saja tapi ternyata Al-Azhar juga memiliki Pemakaman yang di namakan Al-Azhar Memorial Garden, mau tahu lebih lengkap tentang pemakaman ini? Berikut ini ulasannya:

Setelah keluar Tol Karawang timur kita melewati jalan yang banyak sekali hilir mudik aneka truk kontainer karena seperti yang kita ketahui Karawang itu merupakan daerah industri jadi banyak pabrik yang ada disana. Tak jauh dari keluar tol terlihat gerbang dengan tulisan Al-Azhar Memorial Garden. Dari melihat gerbang yang terlihat megah mungkin banyak yang berfikir mewahnya area pemakaman ini.

Setelah sampai kita langsung menuju kantor yang berada di samping kanan gerbang depan. Ada Ibu Maya selaku GM dari Al-Azhar Memorial Garden yang menyambut kami. Sebelum menjelaskan tentang Al-Azhar Memorial Garden dia menjelaskan terlebih dahulu sejarah Al-Azhar. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar didirikan pada tahun 1964 oleh Buya Hamka. Pada saat itu Buya hamka mengajarkan membaca Alquran, mengaji dan mendirikan sebuah masjid yang berada di Universitas Al-Azhar.

Al-Azhar memberikan layanan Pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Al-Azhar juga melayani sosial amil dan zakat juga pengurusan jenazah. Seiring berjalanya waktu ketika para pengurus meninggal banyak yang tidak memiliki tempat atau sulit dan yang akhirnya di buatlah Al-Azhar Memorial Garden ini.

Sebagai muslim juga tentunya kita menginginkan pemakaman yang sesuai syariat Islam bukan hanya asal di makamkan saja. Bagaimanapun juga kita adalah khalifah yang walaupun sudah meninggal juga masih sebagai khalifah. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Al Azhar Memotial Garden juga memiliki layanan prosesi pemakaman syariah yaitu menangani prosesi pemakaman, mulai dari rumah duka hingga ke Al-Azhar Memorial Garden dan pemindahan makam, dari makam lama ke Al-Azhar Memorial Garden.

Setelah di jelaskan oleh ibu Maya kami semua berkeliling naik bis menuju tempat pemakaman. Wahh, suasana yang nyaman, bersih sudah terasa ketika kita melewati jalan yang di setiap pinggirnya berjajar pohon-pohon.Terlihat juga para petugas kebersihan yang sedang membersihkan areal makam. Al-Azhar Memorial Garden ini memiliki luas 25 hektar dan saat ini sudah 3.000 lahan yang terjual namun baru 100 lahan saja yang sudah terisi.

Kalau kita membeli lahan pemakaman disini, kita hanya membayar uang di muka saja tidak perlu memikirkan biaya kebersihan makam setiap bulannya. Ada program wakaf juga di Al-Azhar Memorial Garden ini yaitu jika satu makam ada yang beli maka satu makam lagi di wakafkan untuk makam kaum Dhuafa dan untuk pemakaman kaum dhuafa juga menyatu dengan makam lainya alias tidak di pisah-pisah.

Berkunjung Al-Azhar Memorial Garden membuat saya terus termenung memikirkan segala amal perbuatan saya yang saya pikir belum cukup untuk bekal ketika saya mati nanti. Berfikir juga apa nanti ketika saya meninggal saya akan di makamkan dengan syariat Islam atau tidak ya oleh orang-orang terkasih saya yang masih hidup?

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA