Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Jokowi dan Varietas Padi Unggulan IPB

Senin 28 Sep 2015 08:45 WIB

Red: M Akbar

jokowi panen varietas padi IPB

jokowi panen varietas padi IPB

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Burhan Efendi (Mahasiswa IPB tinggal di Ponpes Mahasiswa Al-Inayah Bogor)

Ada keriuhan yang tersaji di Desa Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, pada Ahad (27/9). Hari itu, Presiden Joko Widodo terlihat hadir. Ia datang untuk melakukan panen raya pagi di Cilamaya. Tak cuma presiden yang datang. Rangkaian merayakan Hari Tani itu dihadiri juga oleh sejumlah dosen dan mahasiswa IPB, perangkat pemerintahan, pendamping petani serta warga Cilamaya.

Panen padi ini menjadi istimewa. Setidaknya bagi civitas akademika IPB. Padi yang dipanen itu adalah varietas IPB 3S dan 4S. Varietas ini merupakan buah karya dari dosen IPB, Dr Hajrial Aswidinnoor.

Hajrial adalah tokoh pemulia tanaman yang menjadi dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB bidang pemulia dan genetika tanaman. Tak hanya vareitas yang dipanen oleh Presiden Jokowi saja tanaman yang sudah dihasilkannya. Namun sudah cukup banyak, tanaman yang dimuliakannya melalui berbagi macam varietas padi unggul.

Hajrial menciptakan varietas ini sebagai tanaman unggulan. Beberapa hal yang membuat tanaman padi ini sebagai varietas unggulan adalah kemampuannya untuk bertahan terhadap tungro, penyakit blas ras 033, hawar daun bakteri patotipe III. Varietas ini juga sangat baik untuk ditanam di lahan irigasi dan tadah hujan dengan ketinggian antara 0-600 mdpl.

Selain itu, padi varietas ini memiliki daun bendera yang tegak. Fisiologis tanaman tersebut dapat mengoptimalkan penangkapan cahaya matahari untuk pengisian fotosintat dan menyulitkan burung untuk hinggap dan memakan padi.

Ikhtiar yang dilakukan Hajrial ini telah membuatnya sangat dikenal sebagai seorang dosen yang kaya prestasi namun tetap rendah rendah hati. Saat ini beliau masih aktif sebagai staf pengajar dan terus mengembangkan penelitiannya tentang padi dan beberapa komoditas tanaman lainnya.

Dari berbagai macam uji yang dilakukan, akhirnya dengan teknologi yang tepat, varietas unggul, dan irigasi yang baik hasil padi di Cilamaya ini dapat menembus angka normal yang hanya 5.3 ton/ha.

Varietas Padi IPB 3S dan 4S berhasil mencapai angka produktivitas ubinan 13.4 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen). Dalam pelaksanaannya para petani didampingi oleh pendamping petani dari alumni IPB untuk menerapkan cara budidaya tanaman yang baik, seperti penerapan jarak tanam legowo, pemupukan dan pengendalian hama penyakit yang tepat, serta pengembalian jerami ke lahan untuk menjaga kesuburan tanah di lahan persawahan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA