Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Pascapenertiban Pedagang, Stasiun UI Aman

Ahad 02 Jun 2013 14:13 WIB

Rep: Annisa Dina Amalia/ Red: A.Syalaby Ichsan

  Sejumlah kios yang berhasil dibongkar petugas di Stasiun UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (29/5).  (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Sejumlah kios yang berhasil dibongkar petugas di Stasiun UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (29/5). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kondisi Stasiun Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (1/6), pascapenertiban pedagang, Rabu (29/5) tampak berbeda.

Meskipun para penumpang KRL relatif masih ramai seperti biasa, suasana transaksi perdagangan yang kerap mewarnai stasiun ini telah hilang. Kini, di pinggir stasiun UI hanya tersisa puing-puing reruntuhan kios-kios akibat penggusuran.

Setelah proses penggusuran—yang sempat diwarnai bentrok antara petugas KAI dan mahasiswa UI—berakhir, hingga Sabtu (1/6) ini petugas berseragam biru masih sibuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang diruntuhkan. Beberapa kali tampak petugas dari kepolisian dan TNI-AD setempat lalu lalang di sekitar stasiun.

Edi, seorang petugas dari TNI-AD, mengatakan, pihaknya ditugaskan KAI untuk menjaga keamanan di stasiun UI. “Sejauh ini, saya lihat keadaan stasiun aman-aman saja,” ujarnya ketika ditanya perihal keamanan stasiun UI pascapenertiban pedagang.

Namun, ketika ditanya mengenai alasan PT KAI melakukan penertiban tersebut, Edi mengaku tidak mengerti persoalan tersebut. “Tanya sama petugas stasiun saja,” katanya. Ia juga menolak memberikan keterangan lebih jauh.

Perihal dampak pascapenertiban pedagang, para penumpang KRL memiliki pendapat yang berbeda-beda. Rianti, seorang penumpang KRL tujuan Jakarta Kota mengatakan, keadaan stasiun saat ini tampak seperti tempat mati.

“Biasanya rame, tapi sekarang jadi sepi banget. Memang, sih, jadinya stasiun lebih tertata, tapi kasihan juga pedagangnya,” tutur Rianti. Ia juga menyayangkan keputusan penertiban ini mengingat dulu ia sering membeli keperluan atau makanan kecil, “Biasanya sering beli barang atau makanan di sini.”

Berbeda dengan pendapat Rianti, seorang penumpang KRL yang berasal dari Lampung, Rini, mengaku senang dengan adanya penertiban pedagang.

“Sekarang jadinya rapi, walaupun beli barang jadi jauh, sih,” katanya ketika diwawancarai. Rini juga mengaku setuju apabila nantinya KAI membangun toko-toko seperti Alfamart, restoran, atau tempat istirahat. “Pastinya hal itu lebih menguntungkan KAI. Yah, sebagai penumpang, sih, yang penting nyaman dan aman aja,” ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA