Ka'bah dari Masa ke Masa
Jumat , 29 Jul 2016, 14:11 WIB

AP/Hassan Ammar
Haji

REPUBLIKA.CO.ID,‎ JAKARTA -- Ka'bah merupakah rumah pertama yang dijadikan tempat ibadah, dibangun sebelum zaman Nabi Adam AS. Bangunan ini telah beberapa kali mengalami renovasi, diantaranya pada masa Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, suku Quraisy, abdullah bin Zubair bin Awam (65 Hijriyah), Al-Hajjaj bin Yusuf Atsaqafi (74 Hijriyah), Sultan Murad Khan Al-Utsmani (1040 Hijriyah), Raja Fahd ibn Abdul Aziz (1417 Hijriyah).

Pembangunan Ka'bah di zaman Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS merupakan perintah dari Allah SWT. Pembangunannya dari batu, tingginya 9 hasta (4,5 meter), panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 meter), dari arah barat 31 hasta (15,5 meter), dari arah utara 20 hasta (10 meter), dari arah selatan 22 hasta (11 meter). Nabi Ibrahim AS tidak membuat atap Ka'bah, melainkan hanya pintu masuk tanpa daun pintu sejajar dengan tanah.

Enam tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW, terjadi banjir yang sangat dahsyat di Makkah. Alhasil bangunan Ka'bah pun mengalami kerusakan di bagian dindingnya. Selanjutnya, bangsa Quraisy mengumumkan akan merenovasi Ka'bah dengan persyaratan, harta yang digunakan untuk pembangunan tersebut harus dari hasil yang halal.

Mereka pun akhirnya mengurangi bangunan dari arah Hijir Ismail 6 hasta (3 meter lebih) dan menambah tinggi bangunan 19 hasta (9 meter). Mereka juga membuat atap Ka'bah, pancuran air dari bahan kayu, menutup pintu arah barat, meninggikan pintu timur dari dasar Ka'bah, hingga peletakan Hajar Aswad.

Ada sedikit perselisihan saat menentukan siapa yang berhal meletakkan Hajar Aswad. Alhasil mereka pun bersepakat, siapa yang keesokan harinya masuk ke Masjidil Haram paling awal, maka dialah yang berhak meletakkannya. Ternyata, Rasulullah SAW-lah orangnya.

Namun karena kebijaksanaannya, Rasulullah SAW tak melakukannya sendiri. Ia juga memperkenankan bangsa Quraisy yang lain untuk ikut mengangkat Hajar Aswad. Batu tersebut ditaruh di atas kain. Lalu setiap qabilah memegang masing-masing satu sisi kain, kemudian mereka mengangkatnya bersama-sama. Setelah sampai di tempatnya, Rasulullah SAW menaruh Hajar Aswad dengan tangannya.

Sebuah tragedi terjadi pada masa Khalifah Bani Umayyah. Pasukan M Yazid bin Mu'awiyah di bawah palinglima perang Husain bin Namir menyerang Kota Makkah. Tembok Ka'bah pun rusak. Selanjutnya, Abdullah bin Zubair pun mengembalikan pondasi Ka'bah yang semula dilakukan Nabi Ibrahim AS.

Hal ini ditempuh karena dahulu orang-orang Quraisy sempat mengubah pondasinya saat renovasi Ka'bah. Beliau menambah enam hasta lebih sejengkal, dan menjadikan dua pintu sejajar dengan tanah. Beliau juga menambahkan di arah barat dan timur, serta menambah ketinggiannya 27 hasta (13,5 meter).

Setelah selesainya renovasi Ka'bah oleh Abdullah bin Zubair, tidak lama kemudian Abdul Malik bin Marwan mengutus Al-ajaj, berikut pasukannya untuk menguasai Kota Makkah. Kala Kota Makkah terkuasai, hingga Ibnu Zubair wafat pada peperangan tersebut, Al-Hajaj mengirim surat kepada Abdul Malik bin Marwan bahwa Ibnu zubair telah merenovasi Ka'bah, dan ia ingin mengembalikan ke posisi semula. Alhasil, beliaupun mengizinkannya.

Renovasi terhadap Ka'bah terus dilakukan, termasuk pada masa Sultan Murad Khan Al-Utsmani pada 1040 Hijriyah. Pada masa ini, banjir kembali menerja Ka'bah. Beliau pun memerintahkan agar Ka'bah direnovasi seperti semula.

Terakhir, renvasi dilakukan pada Masa Raja Fahd bin Abdul aziz pada 1417 Hijriyah. Raja Fahd memerintahkan merenovasi Ka'bah secara total karena berbagai alasan cuaca dan iklim setempat.

Renovasi yang dilakukan berupa penguatan pondasi, pembentukan kran dan drainase, saluran air, memplitur dinding luar, menambal lubang-lubang, dan mengganti atapnya. Lalu ditunjuklah perusahaan bin Laden sebagai perusahaan yang berugas merenovasi Ka'bah.

Tinggi Ka'bah 14 meter, panjang dari arah Multazam 12,84 meter, panjang dari arah Hijir Ismail 11,28 meter, antara Rukum Yamani dan Hijir Ismail 12,11 meter, antara Rukun Yamani dan Hajar aswad 11,52 meter

Sumber: Ensiklopedia Peradaban Islam (Makkah)

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Qommarria Rostanti

BERITA LAINNYA