Sultan H Khairul Saleh: Haji Sepanjang Hayat
Senin , 29 Sep 2014, 15:58 WIB

dokpri
Sultan H Khairul Saleh

REPUBLIKA.CO.ID, Kerinduan untuk mengunjungi Tanah Suci selalu membuncah di hati Sultan H Khairul Saleh. Ia selalu ingin bertamu ke Baitullah di Makkah dan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah.

Bupati Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu mengatakan, selalu mendapat pengalaman spiritual yang luar biasa saat berada di kedua Kota Suci milik umat Islam itu. "Semua hajat dan keinginan saya selalu dikabulkan Allah SWT kalau saya berdoa di Baitullah dan Raudah," ungkap pria kelahiran Tabalong, 5 Januari 1964 itu.

Raja Muda Banjar itu menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya pada 1995. Pertama kali menginjakkan kaki di Masjidi Haram, air matanya menetes saat melihat Ka'bah berada di depan mata. "Pertama kali melihat Ka'bah saya menangis," ujar sosok yang bergelar Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah itu.

Ia pun bersimpuh dan memanjatkan doa untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat di Baitullah. Menurut Sultan Khairul Saleh, banyak tempat makbul untuk berdoa di sekitar Masjidil Haram, salah satunya Multazam.

Selain itu, kata ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Kalsel itu, tempat yang makbul untuk memohon hajat, segala kebaikan di dunia adalah antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

''Alhamdulillah, semua hajat saya terkait karier di PNS dan menjadi bupati dua periode selalu di kabulkan oleh Allah SWT," tutur ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalsel itu.  Sehingga, karier dan segala urusan dunia yang dilaluinya senantiasa dimudahkan jalannya oleh Sang Pencipta. ''Saya meyakini betul berdoa di Tanah Suci begitu makbul."

Selain di Baitullah, pria yang dinobatkan sebagai tujuh kepala daerah berprestasi di Indonesia versi On The Spot Trans 7 itu juga selalu mendekatkan diri kepada Sang Khalik saat berada di Raudah, Masjid Nabawi di Madinah. Menurutnya, ada tiga hal yang dilakukannya di Raudah, shalat tobat, shalat hajat, dan shalat mutlak.

Ketiga shalat itu dilakukannya di tiga tempat utama yang terdapat di Raudhah. Untuk memohon ampun atas segala dosa dan memohon keselamatan dan kebaikan hidup di Akhirat, Sultan Khairul Saleh selalu menyempatkan  shalat tobat dua rakaat dan berdoa  di tiang tobat atau tiang Abu Lubabah yang terletak di samping makam Rasulullah SAW.

"Di tempat itulah Abu Lubabah bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT," papar bupati yang meraih sederet penghargaan di tingkat nasional itu. Abu Lubabbah  termasuk orang pertama yang masuk Islam, ketika beberapa orang Anshar berjumpa dengan Mush'ab bin Umair di Madinah. Ia juga salah seorang Anshar yang menghadiri Baiat Aqabah Kedua.

Setelah itu, Sultan Khairul Saleh, melakukan shalat hajat dan memohon kebaikan hidup di dunia di sekitar tiang Aisyah. Letaknya sebelah kanan tiang tobat. Di tempat itu, menurut sebuah riwayat, Aisyah diminta untuk berdoa memohon kebaikan dunia oleh Rasulullah SAW. Usai menunaikan shalat tobat dan hajat, ia pun segera menunaikan shalat mutlak di dekat mimbar Rasulullah SAW, dan berdoa memohon kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

"Kemudian, saya berziarah ke makam Rasulullah SAW," ucap ketua Kerapatan Raja Sultan se-Borneo itu. Ia telah beberapa kali menunaikan ibadah haji dan setiap setahun sekali menunaikan umrah untuk memenuhi kerinduannya atas Baitulllah.

Sebagai ketua IPHI Kalsel, Sultan Khairul Saleh selalu menekankan pentingnya spririt haji sepanjang hayat. Menurutnya, sikap, perilaku, serta segala kebaikan yang dilakukan selama berada di Tanah Suci harus terus dipelihara dan dijaga hingga akhir hayat. "Dan tiada balasan bagi haji yang mabrur selain surga," ujar ayah dua anak ini mengutip sebuah hadis.

Sultan Khairul Saleh dikenal dekat dengan masyarakatnya. Menurut dia, raja atau sultan di jaman sekarang sangat dekat dengan masyarakat sehingga bisa memberikan bimbingan sekaligus mengayomi masyarakat.

"Ibaratnya, sultan satu langkah di depan dan satu ranting diatas masyarakat sehingga bisa saling membantu dan memberikan bimbingan agar terjalin keharmonisan kehidupan masyarakat," ungkapnya.

Selama dua periode memimpin, sederetan penghargaan diraih Kabupaten Banjar, antara lain  Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI (2010), anugerah Investment Award secera berturut-turut pada 2011, 2012, 2013, 2014 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan E- Procurement (E-Proc) 2013, penghargaan sebagai Daerah Terbaik di Bidang Jasa konstruksi berturut-turut pada 2012 dan 2013.

Tercatat pula, Kabupaten Banjar merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang berhasil meraih supremasi tertinggi  di bidang pekerjaan umum. Selain itu, Banjar juga meraih penghargaan sebagai Daerah Terbaik I Nasional Bidang Perikanan pada 2014. Baru-baru ini, Sultan Khairul Saleh juga meraih anugerah Kepala Daerah Peduli Lingkungan 2014 dari MNC Group.