Abaikan Jamaah, Satu Petugas Dipulangkan
Kamis , 13 Sep 2018, 21:11 WIB

Republika/Yogi Ardhi
Petugas Haji

IHRAM.CO.ID, Oleh: Fitrian Zamzami dari Madinah

MADINAH - Seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pendamping kloter dipulangkan lebih dini dari Tanah Suci. Yang bersangkutan dinilai kerap melalaikan tugasnya mendampingi jamaah.

"Sanksi lain adalah petugas tersebut wajib mengembalikan uang yang sudah diterimanya. Teknis pengembalian seperti apa, itu sudah ada aturannya," kata Ketua Tim Penilai Kinerja Petugas, Agus Syafiq, di Madinah, Kamis (13/9).

Agus Syafiq enggan menjelaskan lebih lanjut soal soal identitas dan kloter petugas tersebut. Kendati demikian, ia menekankan, petugas dipulangkan setelah melalui proses kajian panjang pihak Kementerian Agama.

Agus Syafiq mengatakan, petugas tersebut merangkap sebagai ketua kloter di Makkah. Pihaknya kemudian mendapatkan laporan dari jamaah bahwa yang bersangkutan melalaikan sejumlah tugasnya.

Anggota Tim Penilai Kinerja Petugas, Noeralia Fitria, memerinci, ada tiga hal yang mengakibatkan ketua kloter tersebut harus dipulangkan lebih cepat. Di antaranya, yang bersangkutan kerap menelantarkan jamaah. Ia sering tak diketahui keberadaannya saat dibutuhkan jamaah.

"Kalau pemimpinnya seperti ini, jamaah akan bingung akan ikut siapa," ujar Nafid, sapaan akrabnya.

Kemudian, saat rombongan kloter turun di Bandara King Abdulaziz Jeddah dan banyak jamaah kebingungan harus melakukan apa, si petugas kloter tersebut menghilang. "Lalu ketiga, pada saat jamaah akan umrah wajib, lho kok petugasnya malah tidur. Ini kan tidak bagus ya," jelas Nafid.

Dari tiga catatan tersebut, pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan sanksi ke petugas yang bersangkutan.

Menurut Nafid, sebelum dikenakan sanksi, tim pegawas sudah menegur yang bersangkutan dan memberikan peringatan. Namun, saat tim melakukan pemantauan kembali, mereka masih mendapatkan laporan yang sama dari jamaah. “Bahkan semakin menjadi. Ya sudah terpaksa dipulangkan," kata dia.

Sementara terkait penilaian terhadap para petugas haji secara keseluruhan, ada beberapa kinerja yang menurutnya sudah optimal, tetapi ada juga kekurangan yang menjadi catatan untuk perbaikan di tahun mendatang.

Menurut dia, saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifa, dan Mina perlu dilakukan pemetaan ulang dan penempatan petugas di titik-titik krusial. Selain juga perlu ada tim piket jaga di pemondokan jamaah yang dinilainya masih kurang maksimal.

Redaktur : Agung Sasongko