Jamaah Bersedekah untuk Lombok
Kamis , 09 Agu 2018, 14:58 WIB

Republika/Iman Firmansyah
Warga berada di depan mobil dan rumah yang rusak akibat gempa, Desa Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (8/8).

IHRAM.CO.ID,   OLEH ERDY NASRUL dari Makkah

MAKKAH — Jamaah haji Indonesia mengumpulkan sedekah untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah dana yang mereka kumpulkan mencapai Rp 40 juta dan 2.080 Riyal.

Semuanya berasal dari sejumlah kelompok terbang (kloter) yang menginap di Hotel Al Anwar Asheel Aziziyah 706 Makkah. Kepala Rombongan dua Kloter JKG 16 Sofyan Sarbini menjelaskan kepedulian sosial ini bermula dari keprihatinan jamaah terhadap masyarakat NTB.

Mereka mendoakan masyarakat di NTB agar selalu diberikan kesabaran. Mereka masih harus merasakan gempa susulan yang tak terprediksi.  “Meski berada jauh di Tanah Suci, kami tetap ingin membantu saudara-saudara di NTB,” ujarnya melalui pesan singkat pada Kamis (9/8).

Sebagian jamaah menjadi panitia pengumpulan dana. Rencananya uang yang terkumpul akan dikirimkan kepada masyarakat NTB baik langsung atau pun melalui lembaga amil zakat.

photo
Data dan Fakta Gempa di Lombok

Ribuan jamaah di Hotel Sarh al-Manamah 3, Misfalah, Makkah, pada Senin (6/8) menggelar shalat gaib berjamaah mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Barat.  Jamaah Kelompok Terbang (Kloter) LOP 9 dan sejumlah jamaah dari Jawa Tengah sama-sama bershaf dan bertakbiratul ihram empat kali memohon Sang Pencipta mengampuni para korban bencana yang tiada.

Salah seorang jamaah asal Solo Jawa Tengah, Kasim, mengutarakan duka mendalam. Dari Tanah Suci, dia hanya bisa mengirimkan doa agar Sang Pencipta meneguhkan hati masyarakat NTB yang berduka.

“Kami bersama jamaah dari Lombok dan berbagai daerah bermunajat untuk saudara di Tanah Air,” katanya.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga melaksanakan hal sama. Di kantor PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah puluhan petugas melangsungkan tahlilan: membaca surat pendek dan zikir, yang pahalanya dikirimkan kepada para korban bencana. Konsultan ibadah Prof Dr Aswady memimpin shalat Maghrib yang dilanjutkan Shalat gaib dan tahlilan.


Gempa susulan masih dirasakan masyarakat Lombok setelah gempa berkekuatan 7,0 SR pada Ahad (5/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bencana ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores. Titik gempa terkuat berada di Lombok Utara dan Lombok Timur, kemudian muncul titik di Mataram. Pulau Lombok berdekatan dengan batu bumi yang patah dan disebut sebagai Sesar Flores.

Redaktur : Agung Sasongko

BERITA LAINNYA