Jamaah Haji Diminta Waspadai Tiga Gangguan Kesehatan
Ahad , 22 Jul 2018, 09:46 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Jamaah haji memenuhi Masjid Quba, Madinah, Sabtu (21/7). Masjid yang terletak sekitar 10 kilometer dari Madjid Nabawi ini berdiri di lokasi tempat Rasulullah SAW membangun masjid pertama.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH — Jamaah haji diimbau mewaspadai tiga gangguan kesehatan yakni dehidrasi, hipertensi, dan infeksi saluran pernafasan (Ispa). Biasanya penyakit tersebut kerap mengganggu jamaah yang hendak melaksanakan rukun Islam terakhir di Tanah Suci.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyatakan berdasarkan pengalaman tahun lalu, rata-rata jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan terserang penyakit tersebut. Gangguan kesehatan sangat mungkin terjadi akibat iklim yang berbeda dengan di Tanah Air.
 
Cuaca yang terik dan aktivitas padat memicu jamaah mudah lelah. Jika tidak didukung dengan memperbanyak konsumsi cairan, maka jamaah mudah terserang dehidrasi. 
 
Bahkan sangat mungkin mereka mengalami kejang panas (heatstroke). Kejang panas terjadi saat suhu tubuh meningkat drastis, lebih dari 40 derajat celsius. Biasanya disertai dengan sakit kepala berkunang-kunang, keringat bercucuran, dan mual. Terkadang juga disertai kondisi kulit yang memerah dan kebingungan.
 
Gangguan pernafasan biasanya terjadi karena debu. Gangguan tersebut biasanya berupa batuk dan pilek. Sedangkan, hipertensi dipicu salah satunya karena kurang istirahat.
 
Kepala Seksi Kesehatan Haji Makkah M Imran mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan informasi dan pelayanan kesehatan. Fasilitas yang ada di KKHI Makkah menurutnya sudah cukup untuk menangani gangguan kesehatan jamaah. 
 
Klinik tersebut memiliki ruang perawatan berukuran cukup luas di bagian belakang. Di sana terdapat tempat tidur, infus, lemari peralatan kesehatan, ruang tunggu, dan ruang penyimpan obat. Ratusan petugas medis siap memberikan pelayanan. Mereka terdiri dari perawat, dokter umum, dan spesialis.
 
Imran mengatakan, KKHI saat ini tengah merapikan kamar untuk pasien dan menginvestarisasi berbagai keperluan yang dibutuhkan. Koordinasi dengan kementerian agama terus dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan.
 
Jamaah haji mulai berada di Makkah pada 26 Juli. Fasilitas pemondokan, transportasi, dan katering, disiapkan untuk menyambut para tamu Allah. Daker Makkah mencatat, jamaah akan berdatangan dari dua daerah yakni Madinah dan Jedah. Jamaah yang pertama sudah melaksanakan shalat arba’in dan baru akan melaksanakan umrah wajib.

Redaktur : Nur Aini
Reporter : Erdy Nasrul