Jamaah Haji Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Tenda Saat di Armina
Sabtu , 26 Agustus 2017, 18:00 WIB

Republika/Didi Purwadi
Suasana armina , suasana arafah

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji Indonesia bersiap menyambut puncak haji, yakni wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1438 Hijriyah atau 31 Agustus 2017.

Saat berada di Arafah, jamaah diimbau mengantisipasi cuaca panas yang ekstrem. Selain itu jamaah diminta membatasi diri melakukan aktivitas yang tidak perlu di luar tenda.

"Wukuf itu diam, jadi berdiam diri saja di tenda. Apalagi jamaah kita tidak pandai mencermati titik-titik atau simbol di lapangan," kata Kepala Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) Jaetul Muchlis usai Sosialisasi Satop Armina di Makkah, Sabtu (26/8).

Dia juga meminta jamaah mengikuti seluruh ketentuan dan jadwal pergerakan yang berlaku. Di Mina, jamaah akan bergerak untuk melontar jumrah. Jaetul mengingatkan ada dua hal yang harus dipatuhi jamaah, yakni rute melontar yang sudah ditentukan dan waktu melontar.

"Untuk kenyamanan dan keamanan, jangan coba-coba melontar di waktu yang terlarang," kata Jaetul yang sudah dua kali berturut-turut bertugas sebagai Kasatops Armina.

Berikut waktu larangan bagi jamaah haji Indonesia untuk melontar jumrah.

1. 10 Dzulhijjah larangan melontar jumrah pada pukul 06.00-10.30 WAS

2. 11 Dzulhijjah larangan melontar jumrah pada pukul 14.00-18.00 WAS

3. 12 Dzulhijjah larangan melontar jumrah pada pukul 10.30-14.00 WAS

Sedangkan rute melontar jumrah melalui Terowongan Mu'aishim (rute atas) dan King Fahd (rute bawah). Jalur Terowongan Mu'aishim akan tembus ke lantai tiga jamarat. Sedangkan jalur King Fahd akan tembus ke lantai satu jamarat.

Jarak terjauh tenda jamaah haji dari rute tersebut adalah tujuh kilometer. Jarak terdekat ditempuh sepanjang 2,5 kilometr berjalan kaki.

Redaktur : Nidia Zuraya
Reporter : Ani Nursalikah