Kiswah Baru Dipasang Saat Jamaah Wukuf di Arafah
Kamis , 24 August 2017, 08:07 WIB

saudigazette.com
Prosesi persiapan pengggantian kiswah Ka'bah di Jeddah, Rabu (23/8).

JEDDAH — Kiswah (kain penutup Ka’bah’ tampaknya akan segera diganti dengan yang baru. Tanda-tanda ini sudah terliah sejak Rabu kemarin (23/8) saat ‘Emir Makkah’ Pangeran Khaled Al-Faisal, menyerahkan potongan kiswah kepada penjaga senior Ka’bah Saleh Al-Shaibi.

Lazimya, Ka'bah akan dihiasi dengan kiswah baru pada hari Arafat, yakni pada tanggal 9 Dzulhizah. Kebiasaan ini adalah kebiasaan tahunan di mana ksiwah  kain hitam baru akan ditempatkan di atas Ka'bah, di tengah Masjidil Haram, saat sekitar jutaan peziarah haji berkumpul di padang Arafat untuk melakukan wukuf.

 

Kiswah, yang dianggap salah satu karya seni Islam yang paling indah iru setinggi 14 meter, sesuai ketinggian Ka'bah, dan lebar 47 meter, cukup untuk menutupi keempat sisi situs tersuci Islam.

Bagian atasnya dihiasi dengan pita lebar setinggi 95 sentimeter yang menampilkan ayat-ayat Alquran, bertuliskan benang perak berlapis emas, yang memiliki berat 120 kilogram. Hampir 650 kilogram sutra alam diperlukan untuk membuat KisH, yang terbuat dari lima bagian. (Lihat gambar kiri: Kain kiswah di Ka'bah sudah digulung ke atas pertanda akan segera diganti dengan yang baru).

Bersama dengan acara itu, Pangeran Khaled, yang juga ketua Komite Haji Pusat, Rabu meluncurkan dua kampanye yang diprakarsai oleh pemerintah Arab Saudi.

Kampanye tersebut berjudul: "Melayani Peziarah dan Pengunjung adalah Kebanggaan Kami," dan “Haji adalah Ibadah dan Bukan Slogan dan Politisasi." Terkait hal ini, pihak Arab Saudi pun telah menyusun sejumlah program sebagai bagian dari kampanye.

Redaktur : Muhammad Subarkah