Bus Calon Jamaah Haji Kalsel Diterjang Badai Pasir
Ahad , 28 August 2016, 22:42 WIB

ROL/Amin Madani
Bus calon jamaah haji Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Bus yang membawa calon jamaah haji asal Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan sempat diterjang badai pasir saat menempuh perjalanan ke tanah suci Makkah, Arab Saudi.

Pjs Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H M Noor Fahmi, Sabtu (27/8), membenarkan terjadinya peristiwa salah satu bus yang ditumpangi calon jamaah haji Kalsel yang menempuh perjalanan dari Madinah ke Makkah diterjang badai pasir.

 

"Kejadiannya itu pada Jumat (27/8) sekitar waktu sore di Arab Saudi, salah satu bus yang membawa jamaah daerah kita dari kloter sembilan sempat diterjang badai pasir, Alhamdulillah, semua jamaah yang berada di bus itu selamat," ujarnya.

D

iinformasikan, saat terjadinya badai pasir sekitar 10 menit itu bus tersebut sedang mengangkut 42 orang jamaah, jarak perjalanan sudah sekitar 100 Km dari Madinah. "Sempat terjadi kepanikan, sebab banyak barang yang beterbangan mengenai bus jamaah kita, bahkan kaca depan bus terlepas akibat kencangnya angin yang menyertainya," ujar Noor Fahmi.

 

Menurut dia, bus yang terkena musibah itu adalah bus nomor 03 Kloter 09, di mana mereka diberangkatkan sekitar pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan jadwal tiba pada pukul 16.30 WAS. Karena adanya kejadian itu baru sampai ke Makkah pada pukul 24.00 WAS.

 

"Para jamaah terpaksa pindah bus, sebab polisi di sana tidak mengizinkan bus yang kaca depannya terlepas melanjutkan perjalanan karena tidak memenuhi kelayakan jalan," ucapnya.

 

Saat ini, sudah sembilan kloter jamaah haji Kalsel berada di tanah suci Makkah dari 11 Kloter yang diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor dengan jumlah total sebanyak 3.036 orang yang didampingi sebanyak 51 orang petugas haji.

 

"Sampai saat ini belum ada kabar calon jamaah haji kita yang mengalami sakit parah, semuanya dalam keadaan baik, demikian juga yang sempat mengalami peristiwa badai pasir tadi, mereka sedang melaksanakan ibadah umrah wajib," ungkapnya.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara