Kisah Berlimpahnya Muslim Rusia Berhaji
Senin , 09 Jul 2018, 10:46 WIB

Muhammad Subarkah/Republika
Sebagian rombongan jamaah haji asal Rusia yang ke Makkah dengan menggunakan mobil karavan tengah melepas lelah di Terminal Kudai, Makkah

Gulsine Fatakhudinova adalah seorang Muslim Tatar berusia 56 tahun.  Dia datang membawa koper untuk berdoa di masjid yang kehijauan di Moskow tengah. Badannya terselip di antaa salah satu dari lusinan orang yang tiba masjid itu satu yang terbungkus mantel tebal dan topi bulu dalam hari-haru terakir musim dingin. Pakaian tebal itu akan terus dia kenakanan, setidaknya untuk sementara waktu sampai udara dingin sedikit mereda.

Kisah ini dtulis oleh Michel Schwirrtzdec, pada tahun 2007 silam. Bagi kebanyakan orang Indonesia banyak yang belim tahu bahwa jamaah haji Rusia di Makkah cukup banyak. Bagi yang kaya mereka naik pesawat terbang. Tapi bagi yang 'cukupan' dan ingin berpetualang mereka naik kendaraan roda empat. Tak tanggung tanggung mereke melintasi tujuh negara dan menempih jarak ribuan kilometer. Perjalanan ditempun dalam waktu 15 hari. Konvoi mobil mereka lazimnya terparkir di Terminal Bus Makkah (Terminal Kudai).

Selanjutnya dalam tulisannya Schwirrtzdec menulis begini: Selama beberapa dekade Gulsine Fatakhudinova dan orang Muslim Rusia lainnya dihalangi oleh Soviet untuk ritual suci Islam itu. Tapi seiring dengan prubahan rezim dan runtuhnya Uni Sovyet, mereka termasuk di antara puluhan ribu Muslim Rusia mendapat kemudahanan untuk melakukan perjalanan haji ke Arab Saudi untuk mengunjung Makkah dengan jutaan Muslim lainnya untuk berhaji.

Kini jumlah mereka telah membengkak dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar berkat kekayaan Rusia yang terus bertambah dan peningkatan stabilitas di wilayah Kaukasus Utara yang didominasi Muslim, termasuk Chechnya, di mana efek dari hampir satu dekade perang telah mulai memudar.

Fatakhudinova pun melakukan perjalanan haji untuk kedua kalinya."Tahun ini saya akan pergi untuk ibu saya, untuk ibu saya yang sudah meninggal, yang tidak dapat pergi haji selama hidupnya," katanya. Dia menjelaskan bahwa keluarganya selalu beragama, bahkan selama era komunis Soviet, tetapi tidak memiliki sarana atau pun izin dari negara untuk melakukan perjalanan sebelum ibunya meninggal.

"Aku pergi untuknya," kata Fatakhudinova, “Supaya di hadapan Tuhan, ketika kita dibangkitkan, dia akan merasakan dirinya sebagai haji."

Terkait haji, dahuulu pemerintah Soviet hanya mengizinkan 18 orang setiap tahun untuk melakukan perjalanan. Jal ini dikatakan Rushan Abbyasov, direktur hubungan internasional di Dewan Mufti Rusia. Namun sekarang, pembatasan ini tak ada lagi.’’Pembatasan hanya pada jumlah peziarah berasal dari Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah bagi haji,’’ katanya.

Pada tahun-tahun terakhir ini, Saudi meningkatkan kuota untuk peziarah Rusia menjadi 26.000 orang dari 20.000, dan meskipun memperkirakan biaya 2.000 dolar AS hingga 3.000 dolar AS per orang untuk perjalanan itu. Abbyasov mengatakan, semua visa yang dialokasikan untuk tahun ini telah selasai diklaim. Chechnya mengirim sekitar 3.000 peziarah untuk.

"Tahun ini, karena kesadaran agama, berakhirnya kekerasan di Kaukasus Utara dan di Chechnya pada khususnya dan pertumbuhan kesejahteraan manusia saat ini, orang hanya dapat membiarkan diri mereka melakukan ibadah haji ini," kata Abdul-Vakhed Niyazov, presiden dari Pusat Kebudayaan Islam Rusia.

Muslim yang secara finansial dan fisik mampu diwajibkan untuk melakukan haji setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Meskipun begitu banyak yang percaya bahwa seorang kerabat dapat menyelesaikan ziarah atas nama seseorang yang meninggal atau sakit kronis.

Islam, seperti Kristen Ortodoks, sedang dalam keadaan kebangkitan di Rusia setelah bertahun-tahun dikurung di dapur dan ruang bawah tanah Uni Soviet. Kala itu rezim komunis sangat membatasi praktik terbuka semua agama.

Rusia memiliki sekitar 4.000 masjid sekarang, dibandingkan dengan sekitar 90 pada hari-hari yang memudar dari Uni Soviet. Di Moskow, belanja makanan dan toko-toko Muslim yang menjual busana Muslim telah muncul, dan rumah sakit pertama yang melayani umat Islam dibuka bulan ini.

Empat belas juta hingga 23 juta Muslim tinggal di negara berpenduduk sekitar 140 juta orang ini, menjadikan Islam sebagai agama minoritas terbesar. Mereka kebanyakan hidup di Kaukasus dan di dua republik otonom, Tatarstan dan Bashkortostan; ada juga sekitar dua juta Muslim yang tinggal di Moskow.

Pihak Kremlin telah bekerja untuk memfasilitasi ziarah, bagian dari strategi untuk menangkal potensi keresahan di kalangan Muslim dan memantau kegiatan mereka, sementara juga meningkatkan hubungan dengan Arab Saudi, di mana Rusia memiliki minat ekonomi yang berkembang. Ketika Presiden Vladimir Putin mengunjungi Arab Saudi pada bulan Februari 2007 - pemimpin Rusia pertama yang melakukannya dalam beberapa dekade - upaya melobinya membantu membujuk Saudi untuk menaikkan kuota bagi Muslim Rusia tahun ini.

Pada pertemuan dengan para pemimpin Muslim Rusia pada bulan November, Putin berjanji melanjutkan bantuan pemerintah untuk haji.

Pemerintah telah menciptakan kantor penghubung yang menawarkan jamaah bantuan dengan visa dan transportasi, dan maskapai penerbangan negara, Aeroflot, sering memberikan tarif khusus untuk jamaah. Pemerintah juga telah menyiapkan dana 60 juta dolar untuk mendukung budaya Islam, sains dan pendidikan, yang sebagian ditujukan untuk sekolah dan universitas Muslim yang terakreditasi negara.

Jadi janganlah terkejut bila ada melihat begitu banyak jamaah haji asal Rusia di Makkah. Apalagi pada tahun ini diperkirakan akan ada lima juta jamaah haji yang datang dari lebih 80 negara. Kalau ketemu mereka berbincanglah dengannya? Kita akan mendengar -- terutama yang naik mobil-- bagaimana rasa perjalan mereka ke Makkah. Dahulu ada jamaah asal Dagestan yang mengatakan: perjalanan dengan naik mobil jauh lebih mudah dilakukan dari pada ditempuh naik unta atau jalan kaku seperti leluhur mereka.

''Kini kami lebih mudah. 1000 tahun lalu lelehur kami telah ke tanah suci dengan jalan kaki dan naik unta,'' katanya.

Jadi janganlah kaget dengan semangat berhaji Muslim Rusia!

Redaktur : Muhammad Subarkah